
Tanggal lamaran sudah di tentukan. Kedua keluarga dengan kompak memilih tanggal 11 januari, malam Minggu dan itu dua minggu lagi. Namun, besok malam, Riza dan kedua orang tuanya akan berkunjung kerumah Lalita untuk memperkenalkan diri. Juga ingin mengenal lebih dekat calon besan mereka. Bagaimanapun mereka akan menjadi satu keluarga.
Hari ini, sepulang kerja rencananya Lita dan Riza akan pergi ke sebuah butik untuk mengambil pesanan kebaya. Lita dengan wajah sumringah merapikan barang-barangnya bersiap untuk pulang, karena jam kerja telah usai.
"Ciiee yang mau di ramal" ledek Budi. Bapak satu ini paling tidak bisa jika tidak usil.
"Lamar!" pekik semuanya, membenarkan kata-kata Budi yang sengaja di plesetkan.
"Kamu kira, mamasku paranoid?!" ucap Lalita, ikut-ikutan pura-pura kepleset lidah.
"Paranormal!"
"Habis lamaran jangan unboxing lho, Ta. Belum syahhh!" pesan Budi.
Lalita mendengus, tanpa di beri tahu agaknya semua manusia dewasa juga tahu kalau malam pertama itu setelah menikah, bukan setelah lamaran. "Ya iyalah, mbud. Tidak perlu kamu wanti-wanti, aku juga tahu."
"Siapa tahu pura-pura khilaf"
Lalita mengetuk kening dan meja bergantian, bibirnya berucap amit-amit tanpa suara.
Hubungannya dengan Riza tidak sejauh itu. Bahkan berciuman bibir saja mereka tidak pernah. Riza lebih sering mengecup keningnya, katanya sih ingin menunjukkan betapa sayangnya dia pada Lita. Hubungan mereka berlandaskan kasih sayang dan cinta, bukan nafsu.
"Sakit lho, Ta" celetuk Anabel tiba-tiba.
Semua menatap Anabel dengan wajah penuh tanda tanya.
__ADS_1
Lalita menyipitkan matanya, menatap Ana dengan penuh curiga. "Lah, kok kamu tau?" tanya Lita, penasaran. Setaunya Anabel ini masih single dan jomblo.
"Eh, anu...kata orang-orang" jawab Anabel gugup.
"Keceplosan ya?" tanya Budi dengan alis tebalnya yang naik turun.
"Nah begini ini cewek jaman sekarang. Apa-apa di kasih sama pacarnya. Kalau sudah putus, mana bisa di minta lagi. Sudah tahu cuma satu-satunya, tetap saja di kasih. Mending di jual dapat duit!" Meiva menggesekkan jari telunjuk dan jempolnya.
"Astaga! Sesat sekali kamu, Va" kata Budi tapi sambil bertepuk tangan. Ia selalu kagum pada pemikiran Meiva yang antimainstream.
"Udah ih, mamas udah jemput. Aku duluan ya. Dadahh!" pamit Lalita sambil berlalu, meninggalkan rekan-rekannya.
.....
Fahriza tersenyum manis sambil melambaikan tangan, menyambut kehadiran Lalita. Lalita berlari kecil, menghampiri Riza dengan semangat.
Lalita menggeleng sebagai jawaban. Dia suka sekali dengan perhatian-perhatian kecil Riza seperti ini. Membuatnya jatuh cinta setiap hari pada laki-laki yang tiga tahun lebih tua darinya itu.
"Kita makan dulu ya? Kamu pasti lapar" ucapnya sambil menyodorkan sebotol air mineral yang sudah ia buka untuk Lita. Lita meneguk air itu sambil menggelengkan kepala.
"Tidak usah, aku sudah tidak sabar mau lihat kebayanya" jawabnya dengan wajah berbinar.
Riza mencubit hidung Lita dengan gemas. "Dasar Tulalit, tidak sabaran. Tapi habis itu makan ya"
"Iya iya"
__ADS_1
.....
Fahriza tersenyum melihat Lalita yang sedari tadi senyum-senyum sendiri. Sehabis mencoba dan mengambil kebaya lamarannya, wajah Lalita nampak sumringah sekali.
"Yang, sehat?" tanya Riza.
"Aku? Memang kelihatan pucat apa gimana, mas? Tapi aku sehat kok"
"Tidak, cuma agak takut saja....dari tadi senyum-senyum sendiri. Takut kesambet penghuni butik"
Lalita mencebik, dia kira kenapa. "Ihh...jahat, aku itu lagi seneng tau! Rasanya tidak menyangka aja, besok kita mau tunangan. Mamas keren deh, tidak pake kampanye tau-tau satsetsatset"
"Memang mau pil KB, pake kampanye-kampanyean"
"PILKADA! Pil KB, pil KB"
"Tau tidak mas..."
"Tidak"
"ish dengerin dulu, belum selesai ngomongnya!" protes Lita sambil memukul lengan Riza.
"Tau tidak mas, aku itu rasanya senang banget banget banget. Tidak menyangka gitu tiba-tiba di seriusin sama mamas. Rasanya itu kaya dapat hadiah duit seribu di Snack lima ratusan. Jackpot tidak tuh"
Riza menggaruk kepalanya, tidak menyangka dirinya di umpamakan dengan Snack murah. "Astaga, kenapa perumpamaannya murahan banget sih yang. Kan bisa tu, rasanya kaya dapat SMS menang undian seratus juta"
__ADS_1
"Itu penipuan Bokir!"