Melawan Restu

Melawan Restu
MR Bab 91 : Bawa Anne pergi


__ADS_3

Melihat kondisi Brian yang semakin memburuk setelah mengetahui kebenaran tentang Anne yang memang sudah di lamar oleh orang lain. Membuat Jeremy terpaksa melakukan hal ini.


" Maafkan saya, Bos."


Selama ini, Jeremy selalu menurut ketika Brian melarangnya untuk tidak memberitahukan kondisinya yang sebenarnya. Tetapi, ketika melihat kondisi Brian yang semakin down, membuat Jeremy sudah tak sanggup lagi untuk tidak mengatakan pada Anneta. Akhirnya Ia mengirimi foto-foto kondisi Brian saat ini pada Anne.


Melihat Anne yang tak kunjung membuka pesan darinya, membuat Jeremy mencoba menelpon gadis itu.


"Siapa sih yang nelpon? Berisik sekali!" gerutu Anne yang masih tertidur pulas. Namun, suara dering ponselnya terus berdering sehingga membuat Anne terpaksa menelponnya.


" Halo, ini siapa sih menelpon! Nggak tau mau malam ya," omel Anne pada seseorang di ujung telepon.


" Maaf jika saya menganggu tidurmu, Anne."


" Jeremy!" pekik Anne yang hafal betul suara pria itu.


Sepasang mata Anne seketika terbuka tatkala mendengar Jeremy yang tiba-tiba menghubungi dirinya.


" Kamu kenapa menghubungiku?"


" Bos, sakit Anne."


" Bos sakit? Apa maksudmu, Jer? "


" Lihatlah foto dan vidio yang aku kirim."


Anne pun menuruti perintah Jeremy. Betapa terkejutnya Anne saat melihat tubuh Brian yang penuh alat-alat penyambung hidup.


Anne pun mencoba membuka vidio yang Jeremy kirimkan. Dimana, Brian yang tengah mengamuk karena menahan sakit.


" Kak, Bri ..., " lirih Anne. Dada Anne tiba-tiba terasa sesak, matanya pun sudah memerah dan mengembun. Ia benar-benar tak pernah menyangka jika apa yang dikatakan Kean tadi adalah ini.


" Se-jak kapan Kak Bri sakit, Jer?" tanya Anne dengan suara terbata-bata.


" Saat terakhir kali ke Indonesia."


Deg


Jantung Anne seakan berhenti sejenak, otot-otot tubuhnya pun ikut melemas. Bahkan, ponsel Anne sampai jatuh dari genggamanya. Ia benar-benar tak menyangka jika selama ini Brian ternyata sakit?


Dan jahatnya, Anne justru mengira BAHWA Brian benar-benar mencampakkannya karena memang sudah tak mau berjuang.


Tanpa berlama-lama, Anne langsung bergegas turun dari atas ranjang. Saking shock bercampur lemas sampai membuat Anne sampai terjatuh dan tersandung saat berjalan.


Tangis Anne semakin pecah saat mengingat kembali foto bagaimana kondisi Brian saat ini.

__ADS_1


" Kenapa harus seperti ini?" lirih Anne di sela isak tangisnya. Dengan sekuat tenanga, Anne berjalan menuju kamar Kean untuk Meminta sebuah penjelasan. Pasalnya, Kakaknya itu seakan tahu banyak hal.


" Kak Kean... Bukain pintunya," teriak Anne.


Mendengar suara pintu yang terus di ketuk, membuat Kean terbangun.


"Kak... Bukain pintunya," rengek Anne.


Tak lama kemudian, pintu pun akhirnya terbuka.


" Anne, kamu kenapa?" tanya Kean cemas saat melihat adiknya bercucuran air mata.


" Kakak jahat...," rengek Anne sambil memukul - mukul dada Kean.


Kean mencoba menenangkan Anne." Kamu kenapa, Anne? Apa yang terjadi."


Anne menatap tajam ke arah Kean.


" Kakak kenapa tidak bilang sama Anne kalau Kak Brian sakit parah, huh? Kenapa? Kenapa Kakak harus menyembunyikannya? Dan kenapa Anne baru tahu sekarang ....,"rengek Anne yang terus menangis tersedu-sedu.


" Anne, stop! Jangan teriak-teriak, jika kamu menangis seperti ini. Semua penghuni rumah akan bangun, " ujar Kean memberi nasehat.


Setelah melihat Anne yang mulai tenang, barulah Kean mulai menceritakan apa yang ia ketahui.


Ketika menemui Kean, pria itu terlihat begitu tenang dalam menyikapi ini semua.


" Bri, kamu yakin ingin bisa bersama, Anne?"


Brian mengangguk.


" Kalau begitu, maukah kamu belajar tentang islam?"


" Islam?" ulang Brian.


" Ya, aku akan membantu kamu untuk belajar tentang islam jika mau."


Brian terdiam, lalu ia kembali mengingat tentang ucapan Anne yang tidak akan bisa berkomitmen jika mereka masih tetap berada pada tempat yang sama.


" Aku sudah pernah sekilas mempelajarinya, tapi begitu banyak kontroversi. "


" Kamu belajar lewat internet?" tanya Kean memastikan.


Brian mengangguk.


Kalau begitu, mari aku tunjukan tentang ajaran islam ya g pasti dan percaya.

__ADS_1


Setelah itu, Kean mengajak Brian pergi ke sebuah toko buku, dan mencarikan berbagai macam buku tentang islam. Bukan hanya itu saja, Kean juga membelikan buku bacaan tentang sholat dan bersuci.


" Kak, panggil Brian."


" Ya, ada apa?"


" Kenapa Kakak terlihat tidak mempermasalahkan penyakitku yang mematikan?" tanya Brian penasaran.


" Bri, jodoh, rezeki, hidup, dan mati itu adalah takdir dan rahasia Allah. Kita manusia tidak ada yang tahu, mungkin saat ini kehidupan kamu sudah di prediksi oleh Dokter tinggal beberapa bulan. Tapi, siapa yang tahu jika tiba-tiba aku yang sehat justru mati lebih dulu, " terang Kean yang membuat Brian tercengang sekaligus terharu.


" Jadi, jangan pesimis tapi kamu harus optimis jika kamu bisa sembuh kalau menjalani pengobatan dengan baik. Lagipula, aku tahu jika adikku sangat mencintai kamu dan dia pasti tidak akan pergi meninggalkan kamu hanya karena penyakit ini."


" Tapi Bri tidak ingin Anne tahu. "


" Kenapa? "


" Takut dia akan cemas dan khawatir. "


Kean tersenyum, lalu menepuk pundak Brian.


" Jadi, Kak Brian selama ini___"


" Ya, dia sedang berjuang untuk tetap hidup agar bisa bersama denganmu, Anne. Tapi sayangnya___"


" Jadi, selama ini hanya Anne yang tidak tahu soal Kak Brian?"


Kean mengangguk.


Anne kembali menunduk, Ia merasa sangat bodoh sekali karena Bisa-bisanya tak tahu jika sedang di bohongi.


" Kak, bisakah Kakak bawa Anne pergi ke New York?" pinta Anne dengan mata penuh harap.


" Untuk apa, Anne? Bukankah kamu___"


" Anne mohon!"


Melihat wajah sendu dan memohon Anne, membuat Kean tak tega. Apalagi ketika mendengar kabar dari Anne jika Brian kembali down setelah tahu jika Anne sudah di lamar orang lain.


" Terus, bagaimana dengan Pangeran?"


" Itu, akan Anne urus nanti. Yang penting, sekarang bawa Anne pergi untuk menemui Kak Brian."


Kean terlihat terdiam, seakan sedang berpikir. Haruskan ia membawa Anne pergi?


...****************...

__ADS_1


__ADS_2