Melawan Restu

Melawan Restu
MR Bab 17 : Liburan berdua


__ADS_3

Mendengar Seva mengatakan bahwa Brian akan mengajaknya jalan-jalan, membuat Anne kegirangan. Dia yang awalnya suntuk dan bermalas-malasan, seketika bersemangat. Padahal, Anne sudah mengajak Brian dari jauh-jauh hari, tapi berhubung pria itu sangat sibuk dengan pekerjaannya. Barulah sekarang dia bisa menuruti keinginan Anne itu.


" Sepertinya kamu sangat bahagia sekali, Anne," ujar Seva yang ikut senang melihat Anne bisa tersenyum bahagia.


" Tentu saja, aku sudah lama menantikan hari ini tiba!" Seketika Anne menutup mulutnya yang mudah sekali kelepasan.


" Sudah lama? Apa___"


" Oh itu, Dulu Kak Brian pernah berjanji akan membawaku jalan-jalan jika ke NY. Tapi, sampai aku sudah cukup lama tinggal di sini. Dia belum juga membawaku pergi," jelas Anne yang tak mau Seva salah paham.


Eh, tapi kenapa takut kalau Seva salah paham? Memangnya apa yang bisa di salah pahami? Seva 'kan tahu kalau dia Dan Brian Kakak beradik! Sepertinya otak Anne minta di perbaiki.


Dikarenakan Anne ingin mengganti pakaian, Seva segera keluar dari kamar gadis itu.


Tak butuh waktu lama, Anne sudah keluar dengan penampilan yang sangat cantik, dan berbeda dari biasanya. Melihat Anne berdandan seperti itu, seakan melihat seorang gadis yang akan berkencan dengan kekasihnya.


"Kamu cantik sekali Anne," puji Seva.


"Benarkah? Apa penampilanku sudah bagus?" tanya Anne yang membuat Seva tergelak.


"Kenapa Kak Seva tertawa seperti itu, apakah tidak bagus, kalau begitu biar aku ganti."


Saat Anne ingin kembali ke kamarnya, Seva menghentikannya.


" Penampilanmu sudah sangat luar biasa cantik, Anne. Jika kamu mau berubah lagi, kasihan Tuan Brian yang sudah menunggu lama, " tukas Seva.


" Oh, iya. Kalau begitu, aku pamit pergi dulu ya, Kak. Kak Seva juga nikmati waktu cuti Kakak, jangan hanya berdiam diri di apartemen saja,"pesan Anne dan hanya di angguki saja oleh Seva.


Setelah itu, Anne segera keluar untuk menemui Brian. Baru saja membuka pintu apartemennya, Anne sudah di suguhi dengan pemandangan pria super tampan di depannya. Ketika sepasang netra keduanya saling bersitatap, dunia seakan berhenti berputar begitu saja. Mereka berdua sama-sama terpesona akan penampilan satu sama lain.


Brian terpesona akan kecantikan cinta dalam diamnya, begitupun dengan Anne yang terpesona dengan ketampanan kakak angkatnya itu.


" Kamu cantik, Anne," puji Brian yang seketika membuat pipi Anne bersemu merah.


"Ayo pergi," ajak Brian yang di ikuti oleh Anne.


Hari ini, Brian akan mengajak Anne jalan-jalan keliling kota New york dengan jalan kaki dan mengendarai angkutan umum. Dia ingin memperlihatkan begitu indahnya kota ini.


Di karenakan mereka keluar di hari libur, jalanan menjadi sangat padat dengan pejalan kaki. Brian terus siaga berjalan di belakang Anne untuk melindungi gadis itu. Tapi, jika mereka terus jalan berjarak seperti ini, Anne bisa saja hilang terbawa arus pejalan lainnya.


" Anne, gandeng tanganku," tawar Brian dengan mengulurkan tangannya.


Anne ragu-ragu mau meraih tangan itu, apakah boleh dia menggandeng tangan itu?

__ADS_1


Melihat Anne yang tak kunjung meraih tangannya, membuat Brian tahu bahwa gadis itu sedang ragu.


" Jika tidak mau bersentuhan dengan kulit, pegang lenganku saja yang masih ada kain penghalang," ucap brian sembari menunjuk lengannya yang tertutup pakaian. Setidaknya, mereka tidak bersentuhan secara langsung, masih ada penghalang di sana.


Tiba-tiba ada pejalan yang menyenggol tubuh Anne, membuat gadis itu terhuyung dan hampir saja jatuh. Untungnya Brian sigap menangkap tubuh Anne. Kini, jarak mereka begitu dekat dan intim. Jantung Anne terus berdetak semakin cepat tatkala bertatapan dengan bola mata berwarna hazel itu. Mata yang sangat indah dan dapat membuat orang terpesona.


"Anne, kamu tidak apa-apa?" tanya brian yang seketika membuyarkan lamunan Anne.


Anne menggeleng, membuat Brian merasa lega. " Sepertinya kita harus segera keluar dari kerumunan orang-orang ini, sebelum terjadi sesuatu yang lebih dari ini padamu, Beautiful sky, " ujar Brian dengan memanggil nama lain Anne.


Dengan berat hati, Anne mengikuti saran Brian untuk menggandeng lengannya agar mereka lebih mudah berjalan di tengah kerumunan yang padat merayap.


...****...


Hari ini, Anne merasa bahagia sekali bisa berkeliling kota NY. Apalagi di temani dengan makhluk super tampan yang sangat perhatian dan menjaganya. Hari ini, sikap Brian pada Anne memang sedikit berbeda dari biasanya, tapi Anne justru menyukainya.


Selama dua puluh tahun hidup di dunia ini, Anne seakan tidak pernah merasakan hal seperti ini hadir dalam dirinya.


Apa artinya rasa ini? Kenapa hati ini seakan mengatakan ...


"Kak," panggil Anne.


" Em, ada apa, Anne?" tanya Brian.


Brian tersenyum, " Kenapa kamu bertanya seperti itu?"


" Aku hanya ingin tahu saja, soalnya seharian Kakak ini terus menemaniku. Takutnya akan ada yang marah atau datang melabrak. " Anne bergidik ngeri jika itu beneran terjadi seperti yang biasanya terjadi di film dan sinetron. Dengan tagline : Pacar ku menghilang karena sibuk dengan wanita lain. Atau cantik-cantik jadi pelakor!


Brian tergelak mendengar ucapan Anne yang menurutnya sangat aneh. " Anne, kamu dapat darimana pemikiran seperti itu, hem?" Brian justru menjawab dengan sebuah pertanyaan.


" Ya ... Itu berita yang lagi viral di Indonesia sekarang. Suami atau pacar menghilang tidak ada kabar, eh tau-taunya sedang sibuk dengan wanita lain," beber Anne sembari menyedot minumannya.


Brian hanya bisa geleng-geleng kepala.


" Kurang-kurangi baca berita seperti itu karena bisa merusak otakmu yang kecil itu! Lagian, itu tidak akan terjadi because i'm single. "


" Serius Kakak jomblo, nggak percaya aku ..., " goda Anne dengan menaikkan alisnya.


" Memangnya, apa aku terlihat seperti pria yang memiliki kekasih? "


Anne mengangguk, lalu menggeleng. Membuat Brian jadi bingung antara iya atau tidak?


" Kenapa jawabannya membingungkan, begitu?"

__ADS_1


" Karena memang ada dua opsi. Pertama, wajah Kakak itu kan tampan, body perfek, otak juga pinter, mana ada sih cewek yang bakalan nolak untuk jadi pacar. Bahkan, readernya author aja pada klepek-klepek tuh!"


"Masak sih, kalau kamu sendiri gimana?" tanya Brian balik seakan menanyakan apakah Anne juga menyukainya.


" Huh?" Anne membeo.


Melihat Anne yang tampak bingung, membuat Brian menyuruhnya untuk melanjutkan ucapannya yang terpotong tadi.


" Terus kedua, tidak karena aku sendiri juga tidak bisa membedakan mana wajah yang sudah punya pacar atau belum. Orang aku sendiri aja jomblo! "tukas Anne santai tanpa malu sedikit pun.


Memang ya, Anne itu polos-polos gimana, gitu.


" Kamu jomblo? "


Anne mengangguk.


" Berarti kita sama-sama tim jomblo dong. " Brian mengedipkan matanya, membuat Anne jadi kesal karena perkataan serta raut wajah Brian seakan mengejek.


Selesai makan di restoran, Brian akan mengajak Anne untuk menonton sebuah pertunjukan malam. Untungnya, Anne memang lagi dapat tamu bulanan sehingga dia tidak bingung untuk mencari tempat sholat.


" Apa kamu masih kuat jalan, Anne?"tanya Brian yang takut kalau Anne sudah lelah. Pasalnya, sebelum berangkat ke New York, Anne sempat mengalami keseleo.


" Lumayan capek sih! "


" Mau Kakak gendong? "tawar Brian sembari menepuk punggungnya.


Anne menggeleng." Gak perlu, lagian aku masih kuat. Apa tempat pertunjukannya masih jauh? "


" Itu. " Brian menunjuk ke arah suatu tempat yang terlihat cukup ramai. Melihat hal itu, Anne jadi semakin penasaran seperti apa pertunjukan malam yang akan mereka lihat sampai di datangi oleh banyak pengunjung.


" Kalau begitu, lets go! "Anne seakan mendapatkan energinya kembali. Sesampainya di tempat pertunjukan, Brian mencoba mencarikan tempat duduk yang nyaman untuk mereka berdua.


Selama menonton pertunjukan, Anne terus saja tersenyum bahagia, seakan menunjukkan bahwa ia menyukainya.


"Cantik!" satu kata yang keluar dari mulut Brian tatkala melihat wanita di sampingnya tersenyum manis. Kebersamaannya dengan Anne hari ini, tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya. Meski bukan kencan resmi, setidaknya ia bisa jalan-jalan menikmati keindahan kota NY bersama orang yang spesial. Andai waktu bisa terhenti, Brian ingin waktu Kebersamaannya dengan Anne bisa lebih lama lagi.


Saat Anne ingin menoleh, Brian langsung memalingkan wajahnya agar gadis itu tidak menyadari jika sedari tadi dia diperhatikan.


Selesai menonton pertunjukan, mereka segera kembali pulang ke apartemen.


...****************...


Ada yang senyum - senyum sendiri baca part ini?

__ADS_1


__ADS_2