Melawan Restu

Melawan Restu
MR Bab 22 : Gugup!


__ADS_3

Apakah bagus?" tanya Anne yang meminta saran sama Brian dan Juga miss stevani.


" Cantik, "Lirih Brian yang terus menatap ke arah Anne tanpa berkedip sedikitpun. Penampilan Anne, sungguh mampu menghipnotis Brian. Padahal, Anne hanya mengganti pakaian saja, belum di make up.


" Amazing, "puji Miss Stevani yang cukup takjub dengan perpaduan style yang di gunakan oleh Anne. Ia tak pernah mengira jika Anne bisa mix and match seperti ini.


" Hello, apakah pakaian ini bagus? " Anne kembali bertanya karena orang-orang di depannya hanya diam saja.


" Keren ... Sangat keren!" puji miss Stevani. Kita langsung make up aja, ya ..." ajak miss Stevani yang merasa kalau gaun itu sudah sangat pas dengan acara nanti.


Setelahnya, Anne pun mengikuti miss Stevani menuju ruang make up. Tak perlu banyak polesan untuk membuat Anne menjadi lebih cantik, karena pada dasarnya dia sudah sangat cantik meski tanpa make up. Make up, hanya membantu agar wajah Anne terlihat lebih fresh dan cocok dengan gaun yang akan ia pakai.


Selesai make up, Anne segera keluar untuk menemui Brian. Dan ternyata, Brian sudah mengganti pakaiannya menggunakan jas yang warnanya senada dengan gaun yang ia kenakan.


Anna terdiam sejenak, lalu Seulas senyum tipit terbit di bibir tipisnya.


"Wow ... OMG, kalian keren and perfect sekali. Aku ingin mengambil satu foto untuk kalian," ujar Miss Stevani yang meminta Brian dan Anne untuk berdiri lebih dekat.


Anne dan Brian pun menurut. Namun, pose mereka masih terlihat sangat canggung dan cukup jauh. Miss Stevani pun memberi kode agar mereka berpose lebih dekat dan romantis lagi. Anne pun, terlihat bingung dan menatap ke arah Brian. Tapi lain halnya dengan Brian yang justru menatap Anne dengan tatapan yang begitu intens dan dalam.


Satu jepretan pun miss Stevani dapatkan secara diam-diam.


" Kenapa mereka terlihat sangat serasi sekali ...," ucap Miss Stevani saat melihat hasil fotonya.

__ADS_1


Anne pun akhirnya yang lebih dulu menghindar karena tak sanggup lebih lama lagi menatap sepasang bola mata berwarna hazel itu. Entah kenapa, Anne merasa kalau detak jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya.


" Ada apa dengan jantungku?" gumam Anne sembari memegang detak jantungnya yang tengah berdebar cukup hebat.


" Hei ... Ayo, berposelah sekali untukku," ujar miss Stevani. Setelahnya, Anne dan Brian mencoba untuk berpose sebisa mereka.


Di saat akan keluar, Anne dan Brian sama-sama mengeluarkan black card mereka. Melihat Anne yang juga mempunyai black card, membuat miss Stevani yakin jika dia bukanlah orang biasa.


" Apa dia benar adik perempuan Brian? Tapi, jika iya. Kenapa dia ingin membayar pakaian yang ia beli?" gumam miss stevani dalam hati.


" Biar aku saja yang bayar," ujar Brian.


" Tapi___" Anne merasa tak enak karena sebelumnya ia selalu membayar apa yang ia pakai sendiri. Kecuali jika bersama Papa, Mama, atau kedua Kakaknya.


Anne pun hanya bisa mengangguk karena ia tak mau berdebat hanya soal membayar.


Selesai membayar, mereka berdua segera keluar dari butik itu dan memasuki mobil.


***


Sesampainya di sebuah gedung tempat acara, tiba-tiba Anne merasa gugup. Bahkan, Ia sampai memiliki perasaan ragu apakah harus masuk atau tidak.


" Ada apa, Anne?"

__ADS_1


" Emm ... Gak tau, aku tiba-tiba merasa gugup," jawab Anne polos.


Brian pun tersenyum tahkala mendengar kejujuran Anne yang mengatakan secara gamblang kalau ia gugup.


" Tidak usah gugup, santai saja. Anggap ini sebagai pengalaman kamu ikut ke sebuah acara di luar negeri. Lagipula, masih ada aku yang akan selalu ada di samping kamu. Jadi, tidak perlu gugup atau merasa takut, karena Kamu aman di sampingku." Brian mencoba meyakinkan Anne agar Ia bisa menghilangkan rasa gugup itu.


Brian mengulurkan lengannya pada Anne agar gadis itu mau menggandengnya. Sedangkan Anne masih saja ragu untuk melakukan hal itu.


" Bri ..., " panggil seseorang yang membuat kedua orang itu mencari sumber suara.


" Daddy," ucap Brian tatkala melihat Samuel yang berjalan menghampirinya.


" Ternyata Kamu datang juga, Bri."


" Tentu saja, Bukankah Daddy yang memaksa," si diri Brian yanb hanya di balas helaan nafas oleh Samuel.


Mengetahui bahwa Brian tidak datang sendiri, tentu saja membuat Samuel cukup terkejut.


" Bri, apa kamu datang membawa___" Daddy Samuel menghentikan ucapannya tatkala melihat siapa wanita yang muncul dari balik punggung Brian.


...****************...


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak dengan like, komen, vote dan hadiahnya ya..

__ADS_1


__ADS_2