Melawan Restu

Melawan Restu
MR Bab 89 : Introgasi


__ADS_3

Melihat raut wajah Papa Ken yang terlihat tenang dan tak terkejut, membuat Mama Dira mencurigai sesuatu. Tanpa berbicara apa-apa, Mama Dira langsung pamit untuk pergi sebentar dengan menarik tangan suaminya.


" Mau kemana, Ma?" tanya Papa Ken bingung.


" Ikut!" titah Mama Dira dengan memasang wajah garang.


Melihat tatapan istrinya yang begitu tajam, membuat Papa Ken terpaksa mengikuti saja. Sepeninggal Papa Ken, terlihat seorang wanita berusia tiga puluh tahun datang menghampiri Nek Ratu dan berbisik jika ada masalah dengan anak-anak.


Nek Ratu pun ikut undur diri. Melihat Pangeran yang tinggal sendirian, membuat kedua kakak kembar Anne bergegas bangun dari tempat duduknya untuk berpindah duduk di samping Pangeran.


Kedua pria itu duduk menghimpit Pangeran.


"Siapa namamu tadi?" tanya Kean yang berpura-pura lupa.


" Pangeran, Kak," jawab Pangeran yang berusaha untuk tenang walau sebenarnya sangat deg deg kan.


"Pangeran?" ulang Lean dengan wajah dingin siapa mengintrogasi. Sementara Anne, Nala, Mami Senja dan Papi Rian hanya menjadi penonton.


Ingin menjalin hubungan dengan Anne? Tentu saja tak mudah, karena harus bisa menaklukkan tiga pria over protek.


" Usiamu berapa? Kenal sama Anne dimana? kerja apa? Punya riwayat penyakit serius atau tidak? " Lean langsung menghujam dengan berbagai pertanyaan.


" Usia saya dua puluh lima tahun. Pertamakali bertemu Anne tiga tahun lalu di timezone, kemudian ketemu lagi di galeri seni tiga minggu yang lalu. Pekerjaan, saya sekarang sedang mengelola bisnis keluarga. Untuk riwayat penyakit serius, tidak punya," jawab Pangeran panjang lebar.


" Bisa buktikan jika tak punya penyakit serius?"


" Om Kenzo sudah memiliki hasil pemeriksaan kesehatan saya, " jawab Pangeran.


" Papa sudah punya? "tanya Lean dengan wajah yang sedikit terkejut.


Pangeran mengangguk. Sebelum datang ke sini, Pangeran memang sudah lebih dulu menemui Papa Ken. Dan setelah pertemuan itu, Papa Ken menyuruh Pangeran untuk melakukan tes kesehatan. Awalnya, Pangeran sedikit ragu kenapa harus cek kesehatan?


Setelah mendengar penjelasan Papa Ken kenapa dia menyuruh Pangeran untuk mengecek kesehatan terlebih dahulu. Pangeran pun mengiyakan, dan hasilnya dia memang tak mempunya penyakit yang serius.


Maka dari itu, Papa Ken mengundang Pangeran datang ke acara anniversary hari ini. Jika dia memang benar-benar datang dan


" Kalau begitu, kamu tahu apa saja tentang Anne?" Lean kembali menguji seberapa tahu Pangeran tentang adiknya.


" Kak___"


Baru saja Anne memanggil, Lean sudah memberikan kode stop.


"Kamu diam dan mendengarkan saja!" titah Lean.


" Anneta, dia punya penyakit lambung jadi tidak bisa makan pedas dan telat makan. Dia tidak bisa minum kopi karena nanti tidak bisa tertidur. Dia menyukai teh racikan nenek, minuman boba, nasi goreng, cake strawberry, cheese cake, spaghetti, dia juga suka steak tapi tidak terlalu pandai memotong. Dia juga orang yang sedikit ceroboh, cuek, namun memperhatikan penampilan."


" Dia suka alam tapi tak suka mendaki. Suka pantai dan tak bisa jauh dari buku sketsa karena melukis adalah hidupnya. "


Melihat Pangeran yang begitu tahu banyak tentang dirinya, membuat Anne tercengang. Ternyata, selama ini dia yang terlihat cuek tapi ternyata memperhatikan setiap detil dirinya?


" Daebak! Kalian baru kenal beberapa minggu, tapi kamu sudah banyak tahu tentang Anne?" tanya Nala yang merasa takjub.


" Saya suka mengamati setiap gerak gerik seseorang yang saya anggap spesial."

__ADS_1


" Jika seperti itu, apa kamu tahu jika Anneta masih mencintai pria lain? " Kini giliran Kean yang berbicara.


" Kak! "pekik Lean yang paling tak suka jika Kean kembali membahas soal masa lalu.


" Diam, kamu tadi sudah banyak bertanya. Jadi, sekarang giliran Kakak," tandas Kean.


" Saya tahu. "


" Jika kamu tahu, kenapa masih ingin menjalin hubungan yang serius dengan Anne?"


Pangeran tersenyum. " Karena hubungan mereka sudah berakhir. Lagipula, Anne belum ada yang mengkhitbah, jadi saya masih boleh untuk melakukan itu."


Plok ... Plok ....


Melihat Nala yang memberikan tepuk tangan, membuat Lean langsung memberikan tatapan tajam.


...***...


Jika di ruang tengah Kean dan Lean sedang mengintrogasi Pangeran. Di waktu yang sama, Mama Dira juga sedang mengintrogasi sekaligus berdebat dengan Papa Ken.


" Mas, Apa maksud dari ini semua?" tanya Mama Dira.


" Maksudmu apa sayang?" Papa Ken masih berbicara lembut.


" Gak usah pura-pura tidak tahu! Apa ini cara Mas agar Anne bisa lupa dengan Brian?"


" Kalau iya, kenapa? Apa ada masalah?"


" Mas! "pekik Mama Dira. "Mas tahu 'kan kalau Brian saat ini sedang berjuang agar bisa bersama dengan Anne? Tapi kenapa Mas tiba-tiba mencari pria lain?" ujar Mama Dira dengan suara yang sedikit meninggi.


" Apa maksud Kamu?"


" Aku diam, bukan berarti aku tidak tahu apa-apa tentang Brian! " tandas Mama Dira. Akhir-akhir ini, Mama Dira sedikit menjauh karena Papa Ken yang tak mau jujur tentang penyakit Brian, serta mencoba menutupi kesedihannya agar terlihat seperti tak tahu apa-apa.


Dahi Papa Ken berkerut.


" Apa yang kamu tahu. "


" Aku tahu jika saat ini Brian sedang berusaha untuk menjadi seorang mualaf agar bisa mendapatkan restu dari Mas."


Entah kenapa Papa Ken seakan merasa lega karena istrinya tak tahu tentang kondisi Brian.


" Dan bukan hanya itu saja, dia juga sedang melawan sel-sel Kanker yang tengah menggerogoti tubuhnya. Saat ini, dia sedang berjuang untuk tetap hidup agar bisa bersama dengan Anne. Tapi, kenapa Mas tega berbuat seperti ini?" Kini, air mata Mama Dira pecah sudah sambil terus memukul-mukul dada Papa Ken.


Selama ini, Mama Dira berusaha untuk diam jika sebenarnya ia tahu semuanya. Tapi, melihat Papa Ken yang tiba-tiba membawa seorang pria datang ke rumah untuk dijadikan suami Anne, membuat Ia tak lagi tahan.


" Darimana kamu tahu itu? " Dada Papa Ken sudah bergemuruh.


" Kenapa? Mas kaget karena ternyata aku tahu?"


Tatapan keduanya terlihat begitu tajam dan saling mengunci satu sama lain.


" Jadi Mas, aku mohon, jangan lakukan ini. Kasihan Brian, bagaimana pun dia adalah putraku. Putra yang sudah aku rawat sejak kecil. Jadi, izinkan dia bersama dengan Anne." Mama Dira terlihat memohon. Selama ini, Mama Dira selalu saja diam karena ia tahu jika Brian akan sulit untuk pindah agama.

__ADS_1


Tetapi, setelah tahu jika Brian sedang sakit dan mulai belajar tentang islam karena ingin menjadi seorang mualaf. Mama Dira akan membantu sebisanya.


" Tapi sayang, Maaf jika kali ini Mas tidak bisa mengabulkan permintamu itu."


" Kenapa? Apa karena Brian sakit?"


" Ya."


" Tapi, Mas ... Brian juga berhak bahagia. Dan kebahagiaan dia ada pada Anne."


" Tapi Mas juga tak ingin melihat Anne merasakan hal yang sama seperti Mas dulu. Di tinggal pergi selama-lamanya dengan orang yang sangat kita cintai itu tidak mudah dan sangat menyakitkan. "


" Kenapa Mas berpikir seolah-olah jika Brian akan pergi? Kenapa? Dia tidak akan kemana-mana, dia akan berjuang untuk sembuh jika Anne ada di sampingnya." bentak Mama Dira yang tiba-tiba histeris.


Papa Ken mencoba menenangkan istrinya, namun Mama Dira menolak di sentuh oleh Papa Ken.


" Jangan sentuh aku! "


" Sayang, meski aku bukan Tuhan yang bisa menentukan hidup dan mati seseorang. Tapi kita juga harus tetap bisa memikirkan hal terburuk yang akan terjadi. Mas melakukan ini hanya demi kebaikan Anne. Jadi, tolong mengertilah, oke."


" Mas suruh aku mengerti? Lalu, apakah Mas bisa mengerti perasaan aku, Brian dan Anne?"


" Anne masih mencintai Brian, Mas! "bentak Mama Dira agar Papa Ken sadar.


" Kamu yakin jika Anne masih mencintai Brian? "tantang Papa Ken.


" Ya. "


" Kalau begitu, mari kita buktikan. Jika Anne menolak lamaran dari Pangeran, maka Mas akan menyetujui hubungan mereka. Tapi jika Anne menerima, tolong ikuti setiap keputusan Mas. "


Mama Dira diam sejenak, kemudian mengangguk. Setelahnya, kedua suami istri itu keluar dari kamar.


" Tegang sekali, sedang membicarakan apa? "tanya Papa Ken ketika Kean masih mengintrogasi Pangeran.


" Hanya bertanya - tanya, " jawab Lean.


" Papa tahu jika Pangeran akan datang untuk melamar, kenapa tidak memberitahu dulu? "tanya Lean.


" Kan surprise buat Mama, mempunyai menantu laki-laki, " jawab Papa Ken santai.


" Mama kenapa? "tanya Kean yang menyadari wajah sembab Mamanya seperti habis menangis.


" Mama tidak apa-apa," dusta Mama Dira.


" Kalau begitu, apakah niat baik saya di terima? "tanya Pangeran yang meminta sebuah kepastian.


" Anne, apa kamu menerima niat baik Pangeran? " Papa Ken justru kembali bertanya pada Anne dengan tatapan begitu dalam dan penuh harap.


" Anne ..."


...****************...


Kira-kira, di terima atau nggak ?

__ADS_1


__ADS_2