
Dikarenakan bukan naik jet pribadi dan keberangkatan yang mendadak sehingga membuat Kean dan Anne harus mengalami transit beberapa kali.
Ketika melihat Anne yang akan menyalakan ponselnya, membuat Kean langsung mengambil ponsel itu.
" Loh, Kak. Kenapa ponsel Anne di ambil?" tanya Anne bingung.
" Apa Kamu mau kita bisa di lacak?" Kean justru bertanya balik.
Anne menggeleng
" Kalau begitu, jangan nyalakan ponsel itu sama sekali!"
" Terus, Anne gak bisa main hp dong."
Kean menghembuskan nafas panjangnya." Tahan saja dulu untuk tidak bermain ponsel, setelah kita sampai New York baru beli ponsel baru," terang Kean yang hanya bisa Anne angguki.
Sesampainya di restoran, Kean langsung membuka leptop khususnya yang tak bisa di lacak, lalu segera menghilangkan data penerbangannya.
" Kakak ngapain? "tanya Anne penasaran dengan apa yang sedang Kakaknya itu lakukan.
" Menghilangkan jejak! "jawab Kean singkat.
Anne hanya bisa bergeming ketika melihat sang Kakak yang sedang fokus dengan kode-kode rahasia. Namun, Anne bersyukur memiliki Kakak yang sangat genius ini sehingga bisa menghilangkan jejak mereka dengan mudah.
Tak lama kemudian, makanan yang mereka pesan datang.
" Kak, kira-kira Papa sudah tahu nggak ya kalau kita kabur?" tiba-tiba Anne begitu cemas jika Papa Ken sudah tahu tentang
Kean menarik sudut bibirnya. " Jika akting Kakak iparmu bagus, mungkin saat ini Papa lebih fokus mencari keberadaan Kakak yang menghilang," terang Kean.
Meski hanya dalam waktu singkat, Kean sudah bisa membuat sebuah rencana kabur yang cukup epik. Semalam, Kean memang sengaja meninggalkan mobilnya di sebuah apotik serta menyabotase cctv agar tak bisa merekam jejaknya. Kemudian, Ia dan Anne pergi ke bandara menggunakan taksi.
" Semoga saja seperti itu," harap Anne.
...***...
__ADS_1
Di Jakarta, masih terlihat Papa Ken dan juga Nino yang sibuk mencari keberadaan Kean.
"Dimana Kean? Kenapa ini terasa sangat janggal?" gumam Papa Ken yang terus memikirkan apa yang telah terjadi.
Di culik? Sepertinya mustahil. Kean bukanlah anak kecil, dia juga jago bela diri. Lagipula, sepertinya Papa Ken sudah tak mempunyai musuh bisnis lagi.
Kabur? Mana mungkin dia kabur, buat apa dia melakukan hal itu.
Ketukan pintu dari luar seketika membuyarkan lamunan Papa Ken.
"Masuk!"titah Papa Ken.
Setelahnya, terlihat Nino yang masuk kedalam ruangannya.
" Bagaimana, Nin? "tanya Papa Ken soal perkembangan pencarian Kean.
" Maaf Tuan, Saya masih belum bisa menemukan keberadaan Tuan muda Kean. "
" Kemana dia? "
" Apa maksud Kamu? "tanya Papa Ken.
Setelahnya, Nino mengatakan semua analisis dan bentuk kecurigaannya.
...***...
Melihat Dinda yang tenang, dan tidak cemas padahal suaminya menghilang membuat Mama Dira menyimpan sebuah curiga.
" Din, "panggil Mama Dira.
" Ya, Ma, "jawab Dinda.
" Apa ada yang kamu sembunyikan? "tanya Mama Dira.
" Maksud Mama? " Dinda mulai gugup takut kalau sampai ketahuan.
__ADS_1
" Nyonya, "panggil seorang maid.
" Iya, ada apa? "
" Itu Nyonya. Non Anne sampai sekarang belum juga keluar dari kamar, saya ketuk-ketuk pintu kamarnya juga tidak ada sahutan. Saya takut kalau terjadi apa-apa nyonya, "terang maid itu.
Tanpa basa basi, Mama Dira bergegas pergi menuju kamar Anne. Melihat Mama Dira yang berjalan menuju kamar Anne, membuat Dinda mengekor dan merasa cemas.
Mama Dira langsung menyuruh maid itu memanggil penjaga untuk mendobrak pintu Anne. Ketika pintu berhasil di buka, ternyata kamar Anne kosong.
Mama Dira dan para maid mencoba mencari keberadaan Anne, dan menemukan koper Anne yang menghilang.
" Ada apa ini sebenarnya?" gumam Mama Dira yang merasa ada sesuatu yang aneh dengan ketidakberadaan kedua anaknya secara bersamaan.
Mengingat gerak-gerik Dinda yang juga aneh, membuat Mama Dira segera pergi mencari menantunya itu.
" Dinda," panggil Mama Dira ketika melihat Dinda yang akan kabur.
" Tamat sudah!" lirih Dinda.
Mama Dira semakin mempercepat langkahnya untuk menghampiri Dinda.
" Din, kamu tahu sesuatu 'kan? "desak Mama Dira penuh selidik.
Dinda memilin ujung bajunya, menandakan bahwa Ia saat ini gugup bercampur bingung harus berbuat apa agar tidak ketahuan.
" Din_da tidak tahu apa-apa, Ma, "dusta Dinda.
" Kamu jangan bohong sama, Mama. Kamu pasti tahu 'kan dimana Anne dan Kean?"
Detak jantung Dinda berdetak semakin kencang, keringat dingin pun mulai keluar ke permukaan kulitnya.
" Bagaimana ini? "batin Dinda.
...****************...
__ADS_1