
Setelah kondisinya merasa lebih baik, Brian segera keluar dari kamar untuk menemui Jeremy.
" Kamu memasak, Jer?" tanya Brian tatkala melihat Jeremy yang sibuk berkutat di dapur.
" Ya, karena bos belum makan," papar Jeremy yang membuat Brian menarik sudut bibirnya membantu senyuman tipis.
Brian menarik sebuah kursi, lalu mendudukinya. Tak lama kemudian, datanglah Jermy dengan membawa nampan berisikan sandwich, salad, dan juga susu.
" Terimakasih, Jer. "
Jeremy hanya mengangguk.
" Kamu tidak ikut makan?" tanya Brian tatkala melihat Jeremy yang hanya diam saja.
" Saya sudah makan, Bos."
" Oh." setelahnya, Brian kembali menyatap makanannya.
" Oh ya, Jer. Apa schedule saya hari ini? "tanya Brian seusai menghabiskan makanannya.
" Apa anda tidak istirahat saja dulu, Bos? " Jeremy justru menjawab pertanyaan Brian dengan topik lain.
" Saya sudah baik-baik saja, lagipula tidak nyaman jika hanya berdiam diri di rumah, "papar Brian.
Setelahnya, Jeremy segera membuka layar tabnya dan menjelaskan apa saja schedule Brian hari ini.
" Hanya itu? "
" Ada satu lagi, bos. Malam ini anda ada mendpat undangan pesta dari keluarga Wilson. "
__ADS_1
Di saat Brian mau menjawab, Jeremy sudah lebih dulu berbicara lagi. " Dan Tuan Samuel berpesan kalau anda harus hadir!" lanjut Jeremy yang terdengar menekan kata kalimat harus hadir.
Brian hanya memutar bola matanya jengah, Ia paling tak suka hadir di acara-acara seperti ini. Apalagi datang ke acara keluarga Wilson, membuat Brian semakin malas.
Tiba-tiba, Brian mempunyai sebuah ide agar Ia tak merasa jenuh jika datang ke acara itu. Brian segera mengambil ponselnya dan mengetik sebuah pesan untuk Anne.
Brian
[ Anne, apa malam ini kamu senggang? "]
Anneta
[ Memangnya ada apa?]
Brian
Anne memicingkan matanya tatkala membaca pesan yang dikirimkan oleh Brian.
" Kak Brian mau mengajakku ke sebuah acara? "gumam Anne yang merasa senang. Sedangkan Brian harap-harap cemas menunggu balasan pesan dari Anne. Brian harap, Anne akan setuju.
[ Males, Kak. Takut beda server!] Anne mencoba jual mahal agar Brian mau memohon.
[ Apanya yang beda server? Hanya sebuah acara perjamuan, ikut ya? Biar Kakak tidak datang sendirian]
[ Bujuk dong! ] Lagi-lagi Anne masih menggoda Brian.
Seulas senyum terbit di bibir Brian tatkala membaca pesan dari Anne.
Dahi Jeremy sedikit berkerut tatkala melihat Brian yang senyum-senyum sendiri sambil menatap layar ponsel.
__ADS_1
" Apa ada sesuatu yang lucu, bos?" tanya Jeremy polos.
Mendengar ada suara Jeremy, membuat Brian kembali memasang wajah datar dan berdehem. Akibat terlalu fokus bertukar pesan dengan Anne sampai membuat Brian lupa jika masih ada asistennya di sana. Brian segera beranjak bangun dari tempat duduknya, dan pergi meninggalkan Jeremy. Ia tak mau terlihat bodoh di depan pria itu, takutnya sikap wibawanya sebagai seorang bos akan berkurang.
" Apa pertanyaanku tadi salah?" gumam Jeremy yang jadi bingung sendiri dengan sikap Brian yang tiba-tiba pergi begitu saja.
Ketika sudah berada di dalam kamar, Brian segera mengirimkan voice note ke Anne.
" Putri Anneta yang cantik, maukah anda menemani saya pergi ke sebuah pesta nanti malam?"
Anne seketika tertawa tatkala mendengarkan suara Brian. Bahkan, Anne sampai menjadi pusat perhatian teman-temannya akibat tertawa sendiri.
Anne pun tersenyum canggung serta menggaruk tengkuknya yang terasa tak gatal tatkala menyadari bahwa ia menjadi pusat perhatian dari teman-teman kelasnya.
" Ada apa dengan anak baru itu?"
" Entahlah, aku merasa dia cukup aneh!" sahut mahasiswi lainnya.
Mendengar suara Brian yang sudah memohon padanya, membuat Anne jadi tak enak jika menolaknya.
[ Baiklah, Putri Anne yang cantik dan baik hati, akan mengabulkan permintaan Anda]
Anne langsung mengirimkan pesan itu ke Brian. Dan, Brian pun langsung merasa sangat senang karena akhirnya Anne setuju untuk menemanya pergi ke acara pesta nanti malam.
" Yes, berhasil!" gumam Brian yang merasa sangat senang. Setelahnya, Ia segera bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
...****************...
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya...
__ADS_1