
Seusai panggilannya dengan Papa Ken di matikan, Pangeran segera menghubungi Neneknya. Namun, betapa terkejutnya Pangeran ketika Nek Ratu mengatakan bahwa Anne tak datang ke sana.
" Kemana Anne?" gumam Pangeran mencoba memikirkan kemungkinan apa yang telah terjadi.
Di saat Pangeran sedang mencari jawaban, tiba-tiba ponselnya berdering. Saat melihat nama Anne yanb tengah memanggil, membuat Pangeran langsung mengangkatnya.
" Halo, Assalamualaikum, Anne. Kamu dimana?" cecar Pangeran yang langsung menanyakan dimana keberadaan Anne.
" Waalaikumsalam, sebelumnya aku minta maaf jika sudah mengganggu," ucap Anne formal yang membuat Pangeran bingung. Pasalnya Apa yang Anne katakan tak sesuai dengan apa yang Pangeran tanyakan. Tetapi, Pangeran berusaha untuk tenang dan santai.
" Mana ada calon istri menelpon menganggu, aku justru senang saat tau kamu menelpon," goda Pangeran.
"Oh."
" Kamu kenapa, Anne? Apa ada masalah?"
" Pangeran, sebelumnya aku minta maaf jika___" ucapan Anne terhenti, entah kenapa tiba-tiba ia merasa berat untuk mengatakan hal ini pada Pangeran. Berat bukan berarti sudah ada benih-benih cinta, melainkan takut untuk menyakiti.
Andai hari itu Anne tak menerima lamaran Pangeran, mungkin keadaannya akan lebih musah. Setidaknya, dia tidak pernah memberikan harapan palsu pada Pangeran. Kalau sekarang, bagaimana perasaan Pangeran nanti?
Setelah di terima, tiba-tiba di putus tanpa ada masalah.
" Anne. ...," panggil Pangeran saat tak lagi mendengar suara Anne.
Anne pun tersadar kembali dari lamunannya saat mendengar panggilan dari Pangeran.
__ADS_1
" Kamu kenapa, Anne?"
Anne menarik nafas dalam-dalam serta menutup kedua matanya. " Pangeran, aku ingin membatalkan pertunangan kita!" tandas Anne yang membuat Pangeran terkejut.
Deg
Jantung Pangeran seakan berhenti sejenak, Ia yang baru saja bahagia karena Anne menghubunginya. Seketika merasa sedih bercampur bingung saat mendengar Anne yang tiba-tiba ingin membatalkan pertunangan.
" Anne ... Maksud Kamu apa, ya?" Pangeran masih berusaha untuk tenang dan mencoba memastikan bahwa apa yang ia dengar barusan bukanlah kenyataan.
" Sebelumnya, aku minta maaf jika mengatakan hal ini secara mendadak, dan hanya lewat panggilan telepon. Tapi, saat ini aku benar-benar belum bisa bertemu dengan kamu. Pangeran ... Maaf jika aku sudah tidak lagi bisa melanjutkan pertunangan kita," papar Anne yang membuat Pangeran shock.
" Anne, apa aku ada salah? Atau aku___"
" Kamu tidak salah," potong Anne saat mendengar Pangeran justru menyalahkan dirinya atas keputusan Anne ini.
" Anne, kamu ada dimana sekarang? Aku akan menemui kamu agar kita bisa bicara baik-baik ya. Jangan memutuskan sesuatu terburu - buru seperti ini." Pangeran masih berusaha untuk tidak menyetujui keputusan sepihak dari Anne yang terjadi begitu mendadak.
" Untuk saat ini, maaf jika aku tidak bisa menemui kamu. Soal keputusan, aku sudah memikirkannya dengan baik jika aku memang tak bisa lagi melanjutkan pertunangan ini."
"Tapi kenapa Anne? Bukankah sebelumnya hubungan kita baik-baik saja? Pertengkaran juga tidak ada. Apa ada sesuatu hal yang tidak kamu suka dariku? Jika seperti itu, katakanlah. Nanti aku akan berusaha merubahnya."
Anne menggeleng. " Tidak, kamu tidak perlu merubah apapun. Tetaplah jadi pangeran yang seperti itu karena masalahnya bukan ada pada kamu, tetapi padaku. "
" Karena aku masih mencintai pria lain, dan ingin bersamanya. " sayangnya, kalimat ini hanya bisa Anne katakan dalam hatinya saja karena ia tak mau Pangeran semakin sakit jika tahu Anne memutuskan pertunangan agar bisa bersama mantan kekasih yang masih sangat ia cintai.
__ADS_1
" Jadi Pangeran, mari kita akhiri ini semua. Semoga, kedepannya kamu akan menemukan pengganti yang jauh lebih baik dariku dan mencintaimu dengan tulus!" Setelahnya Anne memutuskan panggilan itu sepihak karena ia sudah tak tahu harus menjelaskan apa lagi pada Pangeran.
Sementara Pangeran berusaha untuk kembali menelpon, tetapi nomor Anne sudah tak lagi aktif. Karena Anne sudah mematikan kembali ponsel lamanya.
Dikarenakan bingung dengan keputusan sepihak dari Anne, Pangeran mencoba menanyakan keberadaan Anne pada Papa Ken. Pangeran pun mengatakan bahwa Anne tiba-tiba memutuskan pertunangan secara sepihak.
" Kamu yakin Anne memutuskan pertunangan kalian?" tanya Papa Ken memastikan.
" Iya, Om. Lagi pula, buat apa Pangeran bohong soal seperti ini?"
Semua teka-teki tentang Kean yang menghilang tanpa jejak. Anne juga yang tak pernah kelihatan wujudnya di saat Kakaknya menghilang,serta Mama Dira dan Dinda yang. Ikut tiba-tiba pamit pergi, membuat Papa menyadari satu hal.
Jika semua kejadian ini ternyata memang sudah di rencanakan.
" Sepertinya Om tahu di mana keberadaan Anne," tandas Papa Ken.
" Dimana, Om?" tanya Pangeran penasaran.
" Apa Kamu sibuk?" Papa Ken jumpa kembali bertanya.
" Em ... Memangnya kenapa, Om?"
" Jika kamu masih ingin menikah dengan Anne, maka ikutlah dengan Om untuk menjemput calon istrimu kembali! "tandas Papa Ken dengan tatapan yang begitu tajam dan menyimpan sebuah kekecewaan yang teramat besar.
Jika apa yang ia pikirkan benar-benar terjadi, Papa Ken akan sangat kecewa sekali.
__ADS_1
...****************...