Melawan Restu

Melawan Restu
MR Bab 28 : Penolakan Brian


__ADS_3

Sesampainya di mansion keluarga Marsello, beberapa pelayan segera keluar untuk menyambut kedatangan Tuan muda mereka. 


" Selamat datang, Tuan muda," sapa semua pelayan serentak dengan kepala yang tertunduk. 


Brian juga ikut merendahkan sedikit kepalanya q sebagai balasan dari sapaan mereka. Pria tampan itu kembali melanjutkannya langkahnya menuju tempat dimana Daddy Samuel berada.


" Hai Dad," sapa Brian pada pria paruh baya yang tengah duduk santai di halaman belakang. 


" Hai, Bri. Kamu baru sampai?" tanya Samuel sembari menutup dokumen yang ia baca.


" Ya," jawab Brian singkat seraya duduk di kursi kosong dekat Samuel.


" Bri, bisakah kurangi sikap dinginmu itu terhadap Daddy," pinta Samuel seraya menatap ke arah Brian.


Brian hanya menghela napas panjang tanpa menjawab permintaan Samuel.


" Ada perlu apa Daddy memanggil Brian?"


Samuel tersenyum, lalu menepuk pundak Brian." Apakah tidak boleh seorang Ayah meminta anaknya untuk pulang ke rumah? Lagipula, kamu sudah lama tidak pulang, " papar Samuel yang benar adanya. Pasalnya, sejak kedatang Anne ke NY sekitar satu bulan yang lalu, Brian tak pernah pulang ke mansion.


" Apa Kamu marah sama Daddy, Bri? "tanya Samuel yang mulai membuka pembicaraan lagi setelah adanya keheningan diantara keduanya selama beberapa menit.


" Yeah, " jawab Brian jujur yang memang sedang marah dan kesal dengan Samuel atas kejadian semalam. Jujur, Brian tak pernah menyangka jika rencana perjodohan itu terus berlanjut. Pasalnya, dari awal Brian sudah menolak adanya sebuah perjodohan antara keluarga Wilson dan Marsello.

__ADS_1


" Maafkan Daddy, Bri. Tapi Daddy sudah terlanjur setuju jika pertunangan kalian akan segera dilaksanakan."


Duar


Brian seakan tersambar petir di pagi hari tatkala mendengar ucapan Daddynya. Bagaimana bisa Daddy Samuel menyetujui sesuatu yang begitu penting dalam hidup Brian tanpa meminta persetujuan dari dirinya terlebih dahulu.


" Dad, are you serious? "


"  Yes, Daddy serious! " jawab Samuel dengan wajah serius, menandakan bahwa pria paruh baya itu tak main-main dengan ucapannya. 


" Daddy gila!" Brian bangun dari tempat duduknya. "Bisa-bisanya Daddy menyetujui sesuatu tanpa bertanya pada Brian lebih dulu!"


" Bri!" bentak Samuel tatkala melihat Brian yang mulai bersikap tak sopan padanya, bahkan mengatakan kalau dia gila.


" Kenapa? Daddy tidak suka dengan perkataan Brian?"


"Oh ... ya ... Thanks, Dad. Tapi, Daddy juga harus ingat, bahwa Brian bukanlah bidak yang bisa seenaknya diatur! Karena Brian juga punya hak untuk memilih jalan kehidupan Brian. Jadi, tolong hentikan perjodohan itu."


"Kenapa Daddy harus membatalkannya? Bukankah kamu bilang Cassidy adalah wanita yang cukup baik?" tanya Samuel bingung kenapa bisa putranya itu menolak keras. 


" Brian bicara seperti itu hanya hanya untuk berbasa basi di depan orang tuanya saja, tidak lebih, "tandas Brian yang bergegas untuk pergi.


" Apa kamu mencintai wanita lain, Bri?" tanya Samuel yang merasa jika ada sesuatu yang Brian sembunyikan darinya.

__ADS_1


Brian menghentikan langkahnya sejenak.


"Ya, Brian sudah mencintai wanita lain. Jadi, kalau Daddy tidak mau kehilangan putra semata wayang Daddy ini. tolong jangan paksa Bri untuk bertunangan dengan Cassidy." Brian mengancam Samuel agar dia menggagalkan perjodohan itu. Karena mana mungkin Brian bertunangan dengan seorang wanita yang bisa dikatakan sangat tidak di sukainya.


" Siapa dia?"


Bukannya menjawab, Brian justru berlalu pergi begitu saja tanpa memberitahukan siapa wanita yang ia cintai. Hal itu tentu saja membuat Samuel merasa kesal dan mengerahkan semua anak buahnya untuk mencegah Brian keluar dari Mansion. 


Saat melihat para penjaga yang tiba-tiba mengepungnya, membuat Brian terkejut dan tak habis pikir dengan jalan pikiran daddynya.


" Apa maksud Daddy?" bentak Brian yang mulai tersulut emosi. 


" Jawab dulu pertanyaan Daddy, siapa wanita itu. Setelah itu Daddy akan melepaskan kamu, tapi kalau kamu tidak mau mengatakannya jangan harap bisa keluar dari mansion ini." Kini, giliran Samuel yang mengancam. Pria paruh baya itu memiliki kekuatan yang lebih kuat di bandingkan Brian sehingga dia bisa melakukan apa saja jika ingin mendapatkan apa yang ia inginkan. 


" Kenapa Daddy bersikap seperti ini? "


" Bukankah kamu duluan yang memulai? Jadi, jawab saja pertanyaan Daddy, mudah 'kan? " Samuel tetap tak mau kalah. Dia ingin sekali tahu siapa wanita yang telah meluluhkan hati putra semata wayangnya itu.


Brian masih terdiam, mencoba berpikir apakah dia harus mengatakan yang sebenarnya?


" Dia___"


Samuel terlihat antusias untuk mendengarkan Brian mengatakan siapa wanita yang ia cintai.

__ADS_1


...***************...


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya ya...


__ADS_2