
Sebelumnya mohon maaf jika novel MCU dan TKCS agak lambat update nya untuk beberapa minggu ke depan, karena Author harus kejar setoran update novel ALANARA yang alhamdulillah terpilih menjadi salah satu peserta The Next Star Writer season 1. Mohon dimaklumi karena Author juga memiliki tugas dan kewajiban utama di dunia nyata yang sama-sama menyita banyak waktu. Terima kasih...๐๐๐
๐Salam Cinta Selalu๐
.
.
.
Dimas dan Alila sudah berada di dalam bioskop. Mereka menunggu film diputar dengan menikmati popcorn dan minuman dingin yang mereka bawa. Sesekali Alila membuka ponselnya dan menyimak perkembangan berita tentang mereka tadi.
Dari awal dulu, dia sama sekali tidak pernah membuka berita tentang kecelakaan mereka karena selalu disertai beberapa foto yang tidak ingin dilihatnya, agar dirinya tidak terbayang lagi tentang kejadian tragis tersebut.
Namun karena pemberitaan kecelakaan mereka waktu itu cukup menyita perhatian khalayak, pada akhirnya sekarang cerita tentang mereka berdua menjadi pembahasan yang masih berlanjut di dunia maya.
Dan ketika hari ini, untuk pertama kalinya mereka berdua menghabiskan waktu libur di luar rumah, ternyata masih banyak yang mengingat mereka bahkan mengambil foto mereka secara diam-diam.
"Dim, kok kita jadi seperti artis dadakan ya?"
Alila menunjukkan lagi beberapa foto mereka yang mulai terlihat pada tampilan beranda sejumlah aplikasi media sosial.
"Yang penting kita tidak memberikan kerugian bagi orang lain, Al."
"Tapi kan malu juga, Dim. Di mana-mana dikenali dan jadi pusat perhatian."
"Anggap saja sebagai anugerah baru untuk kita, sayang."
"Anugerah terindahku hanya kamu, Dim."
Alila menggoda Dimas yang masih menatap lekat wajah istrinya.
"Kamu juga, Al. Kamu adalah anugerah terindah dalam hidupku, sayang."
Dimas mencuri ciuman di pipi Alila yang seketika berubah memerah dan semakin menggemaskan di mata Dimas.
"Saat kencan pertama kita di bioskop dulu, aku hanya bisa menikmati wajahmu yang sangat menawan di mataku, Al."
"Dan kamu sama sekali tidak menonton filmnya...." Ucap Nara sambil menahan senyuman.
"Karena wajahmu jauh lebih menarik daripada film itu, Al." Dimas mengulangi ucapannya dulu, membuat Alila tersipu sembari mengingat momen romantis pertama mereka kala itu.
Lampu mulai padam, hanya temaram pendar cahaya dari layar besar di depan mereka yang menjadi penerang selama film diputar.
Dimas masih terus menyuapi popcorn ke mulut Alila yang sudah asyik menonton, sementara dirinya hanya sesekali mengarahkan pandangannya ke depan. Dari dulu, dia lebih menikmati menatap wajah istrinya yang tengah larut dalam alur film yang ditontonnya.
Di pertengahan film, popcorn sudah mereka habiskan bersama. Dengan perhatian Dimas menyodorkan minuman dingin pada Alila untuk melegakan tenggorokannya.
Alila menerima minuman yang diberikan Dimas tanpa menoleh ke arahnya sama sekali, membuat Dimas gemas dan segera mencium pipi sang istri untuk kedua kalinya.
"I love you, sayangku...!"
Seketika Alila menoleh begitu mendengar bisikan mesra Dimas di telinganya. Dilihatnya sang suami masih terus menatapnya dengan wajah tampan penuh senyuman.
__ADS_1
"I love you more, sayang...!"
Alila membalas ciuman di pipi Dimas dengan cepat, lalu melanjutkan lagi tontonannya. Dimas hanya bisa terus menatap gemas pada istrinya, dengan tangannya yang sudah menggenggam erat tangan Alila.
(Tingkahmu yang apa-adanya dan sepolos ini yang selalu membuatku gemas dan semakin cinta, Al.)
Saat mendekati akhir cerita, muncul adegan romantis seperti yang biasanya Dimas dan Alila lakukan saat mereka memadu cinta di atas peraduan.
Dengan cepat Alila memalingkan wajahnya ke samping dengan semburat merah yang sudah terlihat oleh Dimas. Lelaki itu melirik sekilas ke arah layar lebar, dan mengerti dengan tingkah istrinya saat ini.
Wajahnya kembali mendekati wajah Alila yang mulai menegang menahan malu.
Tanpa berkata-kata lagi, Dimas langsung mencium Alila, menyatukan bibir mereka dengan hangat, di bawah temaram lampu yang menyembunyikan kemesraan mereka dari sekelilingnya.
Walau hanya sebuah ciuman yang sudah biasa mereka lakukan setiap saat, nyatanya tetap saja mampu memacu hasrat mereka yang mulai meninggi dan menginginkan lebih dari sekedar ciuman bibir yang semakin dalam dan basah.
"Aku sangat menginginkanmu, Al..." Bisik Dimas di telinga Alila yang sudah menghangat karena hembusan nafas yang keluar dari bibirnya.
Ciuman Dimas berpindah ke telinga Alila, lalu turun menyusuri bagian leher dan bermuara lagi di bibir manis istri tercintanya.
"Dim, jangan teruskan lagi. Aku takut kita berdua tidak bisa menahannya...."
Alila mendorong pelan tubuh Dimas hingga wajahnya pun menjauh dari hadapan sang istri. Mereka masih sama-sama saling merindukan.
"Maafkan aku, sayang..."
Dimas mengakhiri adegan romantis mereka dengan ciuman hangat di kening Alila.
"Matamu selalu terlihat lebih indah di dalam kegelapan seperti ini, Al. Selalu membuatku terpikat, sejak kencan pertama kita dulu..."
Alila sudah tidak memperhatikan akhir cerita dari film yang ditontonnya. Sekarang dia larut dalam adegan filmnya sendiri bersama Dimas yang masih memeluknya dengan erat, hingga lampu ruangan mulai menyala kembali.
Dimas melepaskan pelukannya dan tersenyum menatap wajah merona Alila yang masih tampak menahan malu. Mereka berdiri dan berjalan bergandengan tangan keluar dari bioskop.
Seperti saat pertama datang tadi, beberapa penonton di bioskop dan pengunjung mall masih memperhatikan kebersamaan Dimas dan Alila yang selalu terlihat mesra di mana pun.
Entah dari mana mereka memperoleh foto-foto lama Dimas dan Alila, yang sering terpampang di beranda akun media sosial. Ditambah lagi foto-foto baru mereka yang diambil tanpa sepengetahuan keduanya.
"Kita pulang sekarang, Al? Atau kau masih ingin pergi ke mana?"
Alila menggeleng dengan tegas. Dia sudah tidak ingin pergi ke mana-mana lagi. Dia merasa tidak nyaman menjadi pusat perhatian di tempat umum seperti ini.
"Kita pulang saja, Dim. Kita istirahat dulu sebelum nanti malam datang ke acara Tama."
Dimas mengangguk dan segera membawa istrinya menuju pintu keluar yang terhubung langsung dengan area parkir mobil di lantai atas.
"Apa kakimu terasa sakit, Dim? Jangan dipaksakan kalau masih sakit, biar aku yang membawa mobilnya."
Alila mengkhawatirkan kondisi kaki Dimas yang baru kemarin mulai dilepas perbannya dan tidak menggunakan bantuan tongkat lagi.
"Aku baik-baik saja, sayang. Kamu dengar sendiri kemarin, dokter juga mengatakan kalau kondisi tulangku sudah cukup kuat dan bisa dilatih untuk melakukan aktivitas normal sehari-hari."
Mereka sampai di tempat parkir dan langsung masuk ke dalam mobil. Dimas menghidupkan mesin untuk mengatur suhu udara di dalam mobil.
__ADS_1
"Al...."
"Hmm...? Ya, Dim?" Alila menoleh sembari membenarkan posisi duduknya.
"Boleh aku memelukmu lagi?"
"Hah?" Alila bingung dengan pertanyaan suaminya yang terdengar aneh.
"Sejak tadi hatiku menjadi tidak tenang karena banyak orang yang melihat dan memperhatikanmu, bahkan mereka mengambil foto kamu diam-diam. Aku merasa tidak nyaman dengan semua itu."
Alila baru paham apa yang dimaksud oleh Dimas. Sifat posesifnya muncul kembali dan membuatnya takut kehilangan.
Alila yang sudah terbiasa dengan sikap Dimas yang demikian, tidak menjawab pertanyaan suaminya, melainkan langsung mendekat dan memeluk Dimas dengan erat.
Dimas menyambutnya dan membalas dengan pelukan yang semakin erat dan sedikit kencang. Hatinya benar-benar sedang butuh untuk ditenangkan.
"Aku cemburu lagi, Al. Aku cemburu karena semakin banyak orang yang mengenalmu dan mengagumimu."
"Aku hanya milikmu, Dim. Dan kamu sudah tahu itu."
"Ya, kamu memang milikku, hanya untukku! Kamu hanya milikku, sayang!"
Dimas berucap dengan penuh penekanan. Dia mencium kepala Alila berulang kali dengan segenap rasa cinta di hatinya.
"Aku juga takut kehilangan kamu, Dim. Ada banyak wanita di luar sana yang menginginkan dirimu. Tapi aku selalu percaya padamu. Apa pun yang terjadi, aku tidak akan pernah melepaskanmu!"
.
.
.
Mohon dukungannya untuk novel terbaru kami, ALANARA / CINTA NARA. Jadikan favorit juga, ya. Semoga bisa mnghibur para pembaca semua...๐๐๐
.
.
.
Jangan lupa untuk selalu menyemangati kamiย dengan Like, Komentar, Bintang 5, Vote & Favorit.
Terima kasih banyak untuk semua pembaca yang telah berkenan membaca dan menikmati novel kami.
Salam cinta dari kami.
๐Author๐
.
.
.
__ADS_1
.