Menanti Cinta Untukku

Menanti Cinta Untukku
29 BERTEMU TAMA (LAGI)


__ADS_3

Siang harinya, Dimas sudah menjemput Alila untuk makan siang di luar. Dia menunggu di dalam mobil di samping pintu utama. Tak lama kemudian Alila terlihat keluar dari lobby menuju ke arah mobilnya.


Dengan segera Dimas keluar dari mobil dan tersenyum menyambut Alila.


"Buruan masuk, Al. Kamu kepanasan."


Alila memang terlihat memicingkan matanya karena silau matahari dan melindungi wajahnya dengan satu telapak tangannya terbuka di depan keningnya.


Di dalam mobil Dimas mengamati wajah Alila yang memerah karena terik matahari. Dia selalu gemas jika melihat wajah kekasihnya yang memerah seperti itu, seperti boneka hidup menurutnya.


"Kamu biasa makan siang di mana, Al?"


"Lebih sering di kantin. Kadang-kadang saja ke cafe sekitar sini bersama teman-teman."


Dimas melajukan mobilnya keluar halaman gedung. Dia masih berpikir akan mengajak Alila makan siang di mana.


"Kamu ingin makan apa, Al?"


"Apa saja terserah kamu, Dim. Kita cari tempat yang tidak terlalu ramai saja, supaya tidak lama menunggu pesanannya."


"Baiklah."


Dimas mengarahkan mobilnya ke mall favorit mereka berdua. Kebetulan letaknya tidak jauh dari kantor Alila. Dimas membawa mobilnya ke parkiran paling atas, agar lebih cepat sampai ke area foodcourt.


Keluar dari mobil, tangan Alila langsung digenggam oleh Dimas yang membawanya masuk menuju foodcourt yang telah cukup ramai.


Sampai di depan kedai es krim, mereka berhenti.


"Al, kamu pesan saja es krimnya dan tunggulah di sini. Aku akan membeli makanan untuk kita."


Dimas melepaskan tangan Alila dan bergegas pergi ke tempat makan yang lain. Alila yang ditinggalkan segera memesan dua mangkok es krim lalu duduk menunggu di meja yang dulu pernah mereka tempati berdua dengan memori indah yang masih melekat erat di ingatan Alila.


Tak lama kemudian pesanan es krim telah diantarkan ke meja bersamaan dengan Dimas yang datang membawa nampan berisi dua porsi nasi, sup sayur, ayam fillet krispi dan dua gelas air putih.


Mereka mulai menyantap makan siang berdua di tengah ramainya suasana foodcourt. Tak butuh waktu lama, mereka sudah menghabiskan makan siang mereka dan kini berganti menikmati es krim kesukaan Alila.


Alila melamun mengingat kenangannya bersama Dimas di tempat itu. Walaupun saat itu Dimas belum mengutarakan perasaannya, tapi sekarang dia tahu jika perhatian kekasihnya kala itu bukanlah perhatian biasa dari seorang sahabat. Hanya saja ketika itu Dimas memang belum menyadari perasaannya pada Alila.


Tiba-tiba Alila merasakan sapuan lembut di bibirnya. Ibu jari Dimas menempel di bibirnya, membersihkan sisa es krim di sekeliling bibirnya. Karena melamun, Alila menghabiskan es krimnya dengan sedikit ceroboh.


"Kebiasaan. Makanmu seperti anak kecil."


Dimas mencecap dan mengulum ibu jarinya yang penuh lelehan es krim dari bibir Alila tadi, menikmati manisnya rasa es krim yang berasal dari bibir ranum Alila.


Alila mengambil selembar tisu dan segera membersihkan bibirnya dengan cepat, secepat wajahnya yang telah berubah merah merona karena perhatian intim Dimas kepadanya. Kemudian dia menghabiskan air putihnya.


Dimas tersenyum memperhatikan Alila yang masih saja salah tingkah jika berhadapan dengannya.


"Sudah selesai?"


Kepala Alila mengangguk pelan. Mereka berdiri bersamaan lalu melangkahkan kaki meninggalkan area foodcourt.


Suasana yang masih ramai oleh lalu-lalang pengunjung membuat Dimas memilih untuk merengkuh tubuh Alila agar merapat di sampingnya. Mereka berjalan membelah keramaian menuju tempat parkir mobil dan segera kembali ke kantor Alila.


.


.

__ADS_1


.


Sampai di pelataran parkir gedung Pandawa Grup. Sebelum mereka turun dari mobil, dari dalam lobby seseorang melihat kedatangan mobil Dimas. Matanya terus mengikuti arah mobil itu hingga berhenti di area parkir mobil.


(Bukankah itu mobil Dimas? Ada keperluan apa dia datang kemari..?)


Tak lama kemudian dia melihat Dimas turun dari mobil diikuti oleh Alila dari pintu sebelah kiri. Terkejut, itu yang pertama kali dirasakannya saat melihat keberadaan mereka berdua.


Mungkin inilah yang disebut kebetulan yang tidak disengaja. Tak biasanya, saat berjalan menuju gedung, Alila melingkarkan tangannya di lengan Dimas, sementara tangan Dimas yang lain terangkat ke atas melindungi wajah mereka dari sengatan panas matahari. Mata keduanya bersitatap lalu saling melemparkan senyuman.


(Ada apa dengan mereka berdua? Mengapa mendadak hatiku terasa sangat sakit?)


Dia berdiri menunggu Dimas dan Alila yang telah berjalan memasuki lobby.


"Al. Dim." Sapanya dengan suara getir.


Mereka berdua yang mendengar namanya dipanggil segera menoleh ke asal suara.


"Tama.." Alila melepaskan tangannya dari lengan Dimas.


Seketika dia teringat pesan dari Tama kemarin sore yang mengatakan bahwa hari ini akan datang ke kantornya untuk sebuah urusan.


"Tam, kamu di sini?" Dimas membalas sapaan Tama dengan sikap tenang seperti biasanya.


Tangan Dimas terlebih dahulu terulur untuk berjabat tangan. Tama pun menyambutnya. Mereka berjabat tangan lalu berpelukan untuk sesaat. Setelah itu, Tama dan Alila juga bersalaman meski Alila merasa tidak nyaman.


Alila mengeluarkan ponsel dari tasnya. Dia membuka pesan dari Nadia yang menanyakan keberadaannya. Dalam hatinya Alila bersyukur, pesan dari Nadia menjadi penyelamatnya untuk secepatnya pergi meninggalkan lobby.


"Dim, Tam, maaf aku tinggal masuk duluan. Temanku sudah mencariku dari tadi."


Beralih ke Tama, Alila hanya tersenyum lalu segera berjalan meninggalkan kedua lelaki itu. Situasi ini membuatnya serba salah karena tidak menyangka jika hari ini Tama akan melihat kebersamaannya dengan Dimas.


Kembali pada Dimas dan Tama yang masih berdiri berhadapan.


"Dari mana kalian tadi?" Tanya Tama dengan intonasi rendah.


"Hanya makan siang. Kamu ada keperluan pekerjaan di sini?"


Tama mengangguk dan menunjukkan map dokumen yang dibawanya.


"Tugas dari papaku. Perusahaanku akan memulai kerjasama dengan Pandawa Grup."


"Keren kamu. Sudah langsung bisa kerjasama dengan perusahaan sebesar ini."


"Aku hanya membantu papaku. Kalau aku sendiri masih harus banyak belajar, Dim."


Dimas melirik jam di pergelangan tangannya. Waktu istirahatnya tinggal sebentar lagi.


"Tam, aku harus kembali ke kantorku. Maaf tidak bisa ngobrol lebih lama lagi." Pamit Dimas.


"Tidak apa-apa, Dim. Aku juga harus segera menemui pimpinan perusahaan di lantai atas."


Sebelum berpisah mereka kembali bersalaman dan berpelukan.


"Jangan lupa besok malam minggu. Kita kumpul berlima lagi."


"Iya, aku pasti datang."

__ADS_1


Dimas berlalu meninggalkan Tama yang masih berdiri mengamati langkahnya menuju mobil dengan banyak pertanyaan tentang hubungannya dengan Alila.


Sampai di dalam mobil, Dimas mengirim pesan pada Alila.


"Al, aku kembali ke kantor dulu. Nanti sore aku akan menjemputmu."


"Ya, Dim. Hati-hati di jalan. Selamat bekerja kembali. Aku menunggumu." Balas Alila begitu menerima pesan dari Dimas.


"Jangan keluar dari ruanganmu sebelum waktunya pulang. Aku tidak mau kamu bertemu Tama lagi."


Alila tersenyum membaca pesan Dimas. Saat di lobby tadi, lelaki itu terlihat sangat tenang dan bisa menguasai dirinya di hadapan Tama. Siapa sangka di dalam hatinya, rasa cemburu masih saja meledak-ledak jika mengingat Tama yang juga memendam rasa untuk Alila.


"Kamu masih cemburu pada Tama?"


"Iya, aku cemburu padanya."


"Kalau begitu jangan membahasnya lagi. Kembalilah bekerja dan segera jemput aku nanti sore."


"Aku mencintaimu, Alila. Kamu hanya milikku."


Dimas mengungkapkan perasaannya melalui pesan yang dikirimkannya pada Alila.


"Aku hanya mencintaimu, Dim. Hanya kamu saja."


Alila membalasnya dengan ungkapan rasa yang sama yang keluar dari lubuk hatinya yang terdalam.


.


.


.


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H


MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN ATAS SEGALA SALAH DAN KHILAF


TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM


BARAKALLAHU FIIKUM


Author & Keluarga


🙏🙏🙏


.


.


Note :


Jangan lupa untuk selalu menyemangati kami dengan Like, Komentar, Bintang 5, Vote & Favorit ya..🙏💜🙏


Terima kasih banyak untuk semua pembaca yang telah berkenan membaca dan menikmati novel kami.


Salam cinta dari kami..


Author

__ADS_1


__ADS_2