
Satu minggu berlalu, tibalah pagi ini saatnya Alila akan pergi mengikuti acara perusahaannya. Pagi-pagi sekali Dimas sudah menjemput Alila untuk mengantarnya ke kantor sebagai tempat keberangkatan dan kepulangan rombongan nantinya.
"Aku akan sangat merindukanmu, Al.."
Dimas memeluk tubuh Alila begitu mobil berhenti di tepi halaman parkir gedung Pandawa Grup. Pelukannya begitu erat seolah tak ingin melepaskannya lagi.
"Dim, di depan gedung sudah banyak yang datang. Nanti mereka melihat kita..." Alila mengingatkan Dimas.
"Tidak akan ada yang melihat kita dari luar, Al."
Alila gugup melihat banyak karyawan yang sudah datang dan berkumpul di depan gedung. Dia malu jika ada orang lain melihat mereka berdua masih berada di dalam mobil. Alila lupa jika kaca mobil Dimas tidak tembus pandang dari luar.
Dimas masih terus memeluk calon istrinya. Hatinya terasa begitu berat untuk melepaskan kepergian Alila. Akan ada yang hilang darinya hari ini, yaitu kebersamaannya dengan sang kekasih.
Dadanya terus berdebar kencang hingga bisa dirasakan oleh Alila yang masih merapat dalam pelukannya. Dia merasa tak bersemangat karena akan melewati hari ini dan malam nanti sendirian tanpa Alila.
"Dim..." Alila kembali mengingatkan kekasihnya hingga akhirnya Dimas melepaskan pelukannya.
"Sampai jumpa besok, Dim. Jemput aku dan jangan terlambat..!"
"Aku akan menunggumu, Al. Aku mencintaimu."
Dimas memberikan ciuman lembut di kening Alila sebagai tanda perpisahan. Ciuman yang cukup lama dan sangat hangat, membuat hati Alila berdesir halus dan menahan nafasnya untuk sesaat.
"Aku juga mencintaimu, calon suamiku."
Lengkungan bibir keduanya menampakkan senyuman indah yang tertuju satu sama lain. Hati Dimas selalu bergetar setaip kali mendengar Alila memanggilnya dengan sebutan itu.
(Bulan depan tak ada lagi kata calon, Al. Hanya satu kata, suami.)
"Jaga dirimu, Al. Dan sering-seringlah memberiku kabar."
"Ya, Dim."
Mereka berdua keluar dari mobil. Dimas membuka pintu belakang untuk mengambil travel bag milik Alila. Setelah itu dia berjalan mengitari mobil dan menghampiri Alila yang berdiri menunggunya. Dia menyerahkan travel bag yang dibawanya kepada Alila.
"Bergabunglah bersama yang lain, Al. Aku akan menunggu di sini sampai kamu berangkat nanti."
Dimas tersenyum sambil mengusap lembut kepala Alila, membuat Alila tersipu malu karena banyak yang memperhatikan tingkah mesra mereka.
"Aku tinggal dulu, Dim."
Dimas menganggukkan kepala dan terus menatap Alila yang mulai melangkah menjauh untuk berkumpul bersama teman-temannya.
Dimas tetap berdiri dan menyandarkan tubuhnya di samping mobil dengan kedua tangan masuk ke dalam saku celana. Pandangannya tak sedikit pun lepas dari Alila yang mulai berbaur akrab dengan yang lainnya.
Lima belas menit menunggu, akhirnya seluruh rombongan disiapkan oleh panitia, kemudian satu per satu mulai masuk ke dalam bus milik perusahaan yang berjumlah tiga armada.
__ADS_1
Saat dirinya hendak masuk ke dalam bus, pandangan mata Alila tertuju lurus ke arah Dimas yang sudah berdiri di depan mobilnya dan tersenyum melepaskan kepergian calon istrinya. Alila membalas senyuman itu sebelum tubuhnya tak lagi terlihat oleh Dimas.
Setelah semua rombongan berangkat, Dimas masuk ke dalam mobil dan melajukannya keluar dari halaman gedung. Tujuannya hanya satu, yaitu pulang dan menghabiskan waktu di rumah sambil mengecek persiapan pernikahannya dengan Alila yang telah mereka serahkan sepenuhnya kepada pihak penyelenggara.
.
.
.
Di tempat yang berbeda, Alila dan rombongannya telah sampai di lokasi tujuan. Setelah semuanya turun dari bus, mereka dikumpulkan terlebih dahulu untuk diberikan pengarahan awal sebelum masuk dan beristirahat sejenak ke dalam penginapan yang telah disiapkan sesuai kelompoknya masing-masing.
Setiap kelompok beranggotakan sepuluh orang karyawan yang terdiri dari enam laki-laki dan empat perempuan dari berbagai divisi kerja. Kebetulan Alila satu kelompok dengan Nadia yang satu divisi dengannya.
"Senangnya kita bisa satu kelompok, Al. Sayang Olla terpisah dari kita."
Nadia dan Alila bersama yang lainnya berjalan memasuki penginapan. Selain tergabung dalam satu kelompok, mereka juga mendapatkan kamar yang sama untuk ditempati berdua.
"Tapi Olla pasti merasa senang juga, Nad. Karena dia bisa satu kelompok dengan Dika."
Mereka berdua terus berbincang sampai masuk dan menata barang bawaan mereka di dalam kamar yang terletak di lantai dua. Ada waktu setengah jam untuk mereka beristirahat sebelum rangkaian acara outbond training dimulai.
Alila menyempatkan diri untuk mengirim pesan pada Dimas agar kekasih hatinya tersebut tidak mengkhawatirkan dirinya.
"Dim, aku sudah sampai di lokasi acara. Sebentar lagi kegiatan kami akan dimulai. Nanti kalau ada waktu, aku akan menghubungimu lagi."
Tak butuh waktu untuk menunggu, Dimas di rumahnya langsung membaca pesan Alila dan membalasnya dengan segera.
"Aku juga merindukanmu, Dim."
Alila mengirim pesan terakhirnya sebelum panggilan dari panitia terdengar. Dia mematikan ponselnya dan menyimpannya ke dalam tas, lalu menguncinya di dalam laci meja.
Dia dan Nadia segera keluar dari kamar dan berkumpul di lapangan sesuai dengan kelompok masing-masing.
Seorang lelaki dalam kelompok Alila terus memperhatikan dirinya. Sejak kedatangan Alila yang diantar oleh Dimas tadi, dia sudah mencuri pandang diam-diam ke arah Alila. Dan saat mengetahui mereka berada dalam satu kelompok, lelaki itu semakin berani untuk mendekati Alila.
Saat semua anggota kelompok saling memperkenalkan diri, lelaki itu tanpa ragu mengulurkan tangannya ke arah Alila.
"Aku Bayu..."
"Alila..."
Alila segera menarik tangannya saat merasakan genggaman yang erat dari tangan Bayu. Dia beralih kepada yang lainnya, saling mengucapkan nama masing-masing untuk berkenalan satu sama lain.
Acara pun dimulai. Permainan demi permainan mereka lakukan secara berkelompok. Uji ketangkasan dan kekompakan tim membuat seluruh anggota kelompok bekerja sama untuk menyelesaikan semua tantangan.
Selama permainan berlangsung, Bayu selalu berusaha mendekati Alila. Posisinya selalu berada di samping Alila meskipun Alila tidak pernah menghiraukannya sama sekali. Wanita itu tetap fokus menyelesaikan permainannya bersama seluruh anggota kelompok.
__ADS_1
Tanpa terasa waktu sudah beranjak siang dan matahari sudah berada tepat di atas kepala. Waktu istirahat pun tiba. Seluruh peserta dipersilakan untuk beristirahat dan makan siang bersama di dalam penginapan.
Alila dan Nadia berjalan bersama menuju kamar mereka. Ketika sampai di dalam penginapan tepatnya di ruang pertemuan yang sudah diubah menjadi ruang makan, Alila mengedarkan pandangannya untuk mencari tempat air minum.
Setelah melihatnya, Alila meminta Nadia menunggunya sebentar dan dia berjalan cepat hendak mengambil dua botol air mineral yang tersusun rapi di atas meja.
Saat hampir sampai di tempat minuman, langkah Alila terhenti karena dihalangi oleh seseorang yang mengulurkan tangannya yang sudah membawa dua botol minuman.
"Ambillah, Al. Untukmu dan Nadia."
Lelaki yang ternyata adalah Bayu itu tersenyum manis pada Alila, membuat Alila mau tak mau membalasnya dengan sekilas.
"Terima kasih."
Alila menerima dua botol air mineral yang diberikan oleh Bayu dan cepat-cepat berbalik meninggalkan lelaki yang masih memperhatikan seluruh pergerakannya.
"Ayo, Nad. Kita ke kamar dulu." Ajak Alila sambil menyerahkan satu botol minuman pada Nadia.
Nadia menerimanya sambil mengikuti langkah kaki Alila menuju ke kamar mereka.
"Aku lihat sejak pagi tadi Bayu terus-menerus memperhatikanmu, Al. Apa kamu tidak merasakannya?" Tanya Nadia pada Alila setelah mereka duduk bersama di tepi tempat tidur.
"Ya, aku tahu. Karena itu aku berusaha untuk menjaga jarak dengannya."
Alila tak ingin lebih lanjut membahas tentang Bayu atau pun lelaki lain. Setelah melegakan dahaganya, dia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap bersama Nadia untuk makan siang di ruang pertemuan.
Namun sebelumnya dia membuka laci meja dan mengambil ponselnya dari dalam tas. Dia menyalakannya lalu menyimpannya di saku celana dan segera menyusul Nadia yang sudah menunggunya di depan kamar mereka.
.
.
.
Note :
Jangan lupa untuk selalu menyemangati kami dengan Like, Komentar, Bintang 5, Vote & Favorit ya..🙏💜🙏
Terima kasih banyak untuk semua pembaca yang telah berkenan membaca dan menikmati novel kami.
Salam cinta dari kami..
~Author~
.
.
__ADS_1
.
.