
Kim Han Na atau yang lebih akrab disapa Han Na adalah seorang penyanyi solo wanita yang sedang naik daun, dia memiliki jutaan penggemar berat, dari semua penggemarnya kebanyakan para pria, tidak hanya menjadi seorang penyanyi solo wanita saja, dia juga membintangi beberapa film dan juga bintang iklan.
Bukan aktris namanya kalau tidak mempunyai banyak pesaing. Dari semua aktris yang bersaing dengannya, hanya ada satu aktris saja yang bersaing dengannya secara halus. Dia adalah Lee Yeon Hee, wanita yang akrab disapa Yeon Hee ini diam-diam mendekati Han Na, dan memulai merencanakan untuk menjatuhkan Han Na, dan menghapus nama Kim Han Na dari industri hiburan.
Yeon Hee berpura-pura menjadi teman dan sahabat yang baik untuk Han Na, hal itu semata-mata untuk meyakinkan Han Na bahwa Yeon Hee adalah teman yang terbaik untuknya, Han Na yang tidak mengetahui rencana Yeon Hee yang ingin menjatuhkan namanya itu hanya bisa percaya kepada Yeon Hee tanpa rasa curiga sedikitpun.
Manajer aktris bernama Kim Soo Hyun adalah manajer Han Na dan lebih akrab disapa manajer Kim, manajer Kim adalah orang yang sangat waspada dengan keadaan, manajer Kim selalu mencurigai gerak-gerik Yeon Hee dan memutuskan untuk mengawasi Yeon Hee saat sedang bersama Han Na, manajer Kim selalu melakukan yang terbaik untuk aktrisnya.
Suatu hari manajer Kim mendapat pesan dari perusahaan yang ingin menjadikan Han Na sebagai brand ambasador, Han Na yang suka pilih-pilih, tidak mau menerima tawaran tersebut.
Isi pesan.
"Manajer Kim, bisakah nona Han Na menjadi brand ambasador di perusahaan kami?"
"Maaf anda siapa?"
"Saya sekertaris Park Ju Won, tuan muda kami menginginkan nona Han Na untuk menjadi brand ambasador kami."
"Sebentar saya akan membicarakannya pada nona Han Na."
"Baik, anda tau tuan muda kami tidak suka menunggu, saya beri waktu satu menit, segera berikan jawabannya."
"Baik."
Cih, apa-apaan ini, yang benar saja, ini tawaran atau ujian. Sebaiknya aku tidak usah bertele-tele.
"Nona Han Na, tuan muda pemilik perusahaan...."
Belum selesai dengan perkataannya, Han Na sudah memotong pembicaraan.
"Aku tidak akan menerima tawarannya."
"Mengapa nona? Dia bisa saja memberikan harga yang tinggi."
__ADS_1
"Aku tidak tertarik, aku dengar pemimpin perusahaannya genit, dan sering mengoda wanita, dia juga sudah tua, aku tidak mau."
Eh, kenapa nona bicara seperti itu, siapa yang memberitahunya, bukankah pemimpin perusahaannya itu masih sangat muda, tampan dan berkarisma?
"Tapi nona."
"Sudah aku bilang aku tidak menginginkan bekerja sama dengan perusahaan itu! Apa telingamu tuli?"
Dia sedang marah, tapi kenapa, dan siapa yang memberi informasi tidak masuk akal ini kepada aktris ku, jangan-jangan Yeon Hee! Sepertinya dugaan ku benar, lihat saja Yeon Hee apa yang akan aku lakukan padamu!
Manajer Kim terus memaki Yeon Hee dalam hatinya, dan menjadi semakin waspada kepada Yeon Hee. Han Na yang melihat raut wajah manajer Kim yang sedang kesal sedikit merinding.
"Apa kamu marah manajer Kim?"
"Tidak nona Han Na, saya menghargai keputusan anda, akan saya sampaikan kepada sekertaris perusahaan tersebut."
Manajer Kim mengambil ponselnya di dalam saku celananya, mencari nomor sekertaris Park Ju Won yang sudah dia simpan tadi. Dan segera mengirim pesan.
Isi pesan.
"Baik, saya akan sampaikan kepada tuan muda."
"Terima kasih tuan Park, sekali lagi saya minta maaf."
Sekertaris Park tidak membalas pesan manajer Kim lagi, memasukkan ponselnya ke dalam saku, dan berjalan masuk ke ruangan direktur.
Tok tok tok. Sekertaris Kim mengetuk pintu ruangan presdir.
"Siapa?"
"Saya tuan muda."
"Kamu Park, masuklah."
__ADS_1
Sekertaris Park masuk ke dalam ruangan presdir. Seorang pria di dalam ruangan sedang menatap pemandangan di luar sana, jendela dan pintu yang terbuat dari kaca transparan memudahkannya melihat dengan jelas pemandangan di luar sana.
"Tuan muda."
Pria tersebut menoleh ke arah sekertaris Park, dialah presdir perusahaan Group Lee, direktur yang masih muda, tampan dan berkarisma dia adalah Lee Seung Jae.
"Ada apa?"
"Aktris yang anda pilih untuk menjadi brand ambasador, tidak tertarik menjadi brand ambasador anda tuan."
"Bujuk dia."
"Tapi tuan."
"Apa kamu tidak bisa mengatasi wanita? Aku bilang bujuk dia, kalau perlu seret dia kemari!"
"Baik tuan."
Sekertaris Park keluar ruangan. Sementara itu Jae mulai panik. Jae menghubungi pamannya, namun pamannya tidak menjawab panggilan dari ponselnya. Jae memutuskan mengirim pesan kepada pamannya.
"Paman, aktris itu tidak mau menerima tawaran dariku, aku harus bagaimana? Satu-satunya jalan agar perusahaan ini tidak bangkrut hanya dengan memakai aktris yang sedang naik daun itu untuk menjadi brand ambasador kita, ini produk terakhir yang sudah diproduksi, hanya tinggal dipasarkan saja, bisnis yang lainnya sudah gagal, hanya tersisa satu Minggu paman, jika tidak segera diatasi, tidak ada harapan lagi, jika paman sudah membaca pesan ini segera balas pesan dariku."
Setelah pesan terkirim, beberapa saat kemudian pamannya membalas.
Isi pesan.
"Bagaimana kamu akan menggantikan posisi ayahmu untuk mengurus perusahaan, sedangkan mengatasi satu wanita saja tidak becus, paman akan memberikan waktu satu Minggu, jika perusahaan bangkrut, itu juga akan berpengaruh pada dirimu sendiri."
Setelah membaca pesan dari pamannya, Jae begitu panik dan banyak berfikir untuk memaksa Han Na, tapi bayangan masa lalunya selalu menghantui, dia tidak ingin berurusan dengan seorang wanita, kalau pada akhirnya wanita itu mengkhianati dan meninggalkannya. Jae tidak ingin hal itu terjadi, dia selalu menghindari wanita, apalagi wanita yang mengejarnya.
Ayolah Jae, dia hanya seorang aktris saja, tidak akan mengodamu.
Pikirannya mulai berkecamuk kemana-mana. Rasa takut membuat Jae semakin banyak pikiran. Di dalam pikirannya hanya ada rasa takut. Jae takut kesempatan untuk mengembalikan kondisi perusahaan gagal, dia takut mengecewakan orang tuanya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian dia kembali mendapatkan pesan dari pamannya. Pesan tersebut berisi solusi masalah yang sedang dihadapi oleh Jae, pria paruh baya bernama Kang Eun Tak datang ke rumah Jae untuk membuat kesepakatan kepada keluarga Jae, orang tersebut bersedia membantu perusahaan milik keluarga Jae, asalkan Jae mau menikahi putrinya. Keluarga Jae tidak punya pilihan lain selain menyetujui kesepakatan tersebut, sementara Jae yang sudah tidak ada jalan keluar lain lagi, terpaksa menyetujui syarat tersebut. Jae berjanji ketika dia sudah bisa memimpin perusahaan dan perusahaan kembali normal dia akan menikahi putri dari Kang Eun Tak yang bernama Kang Eun Hye.
Bersambung.