
" Sayang.. " Mario membangunkan Milly. " Ayo bangun.. "
Namun Milly enggan membuka matanya, Mario dengan usil meberikan ciuman di wajah Milly, di ceruk Milly hingga membuat sang empunya merasa geli.
" Hubby.. hentikan, kau membuat ku geli. " ucap Milly tanpa membuka kedua matanya.
" Bangunlah, kau harus makan.. ini sudah terlalu siang. "
" Aku masih mengantuk. " ucap Milly begitu manja.
" Baiklah, jangan salahkan aku, jika aku menginginkan mu kembali. "
Milly terkesiap dengan ucapan Mario, dengan cepat dia membuka matanya. " Tidak mau!! "
Mario terkekeh, " Iya.. tapi kau harus bangun dan harus mengisi perut mu, aku tidak mau jika nanti kau sakit. "
" Iya.. iya.. aku mau mandi dulu. " Milly beranjak dari tempat tidur. " Aaauwww... " pekik Milly yang merasa sakit begitu hebat di bawah sana.
" Kenapa sayang? " tanya Mario dengan wajah cemas.
" Hiks.. hiks.. sakit.. " isak Milly. " Sakit sekali. " ulangnya lagi.
" Apa sangat sakit? " Mario.
" Tentu saja sakit! huaaa... benar apa kata Mora, aku tidak bisa berjalan.. hiks.. hiks.. "
" Tenanglah, nanti akan sembuh dengan sendirinya. " Mario mencoba menenangkan Milly.
" Pasti lama, " lirih Milly.
" Tunggu, aku akan menyiapkan air hangat untuk mu, berendam akan membuatmu lebih baik. " Mario bergegas ke kamar mandi dan menyiapkan semuanya.
Setelah sudah siap semuanya, Mario menggedong Milly menuju kamar mandi, dan membantu Milly membersihkan tubuhnya.
Susah payah Mario menahan gejolak ke lelakiannya saat melihat tubuh polos istri nya. Mario tidak ingin memaksa Milly untuk melayani nafsunya yang tak pernah berujung dan membuat kondisi Milly semakin buruk.
Seperti tadi malam, saat malam pertama mereka. Mario hanya melakukannya sebanyak tiga kali, padahal tenaganya masih sangat kuat untuk melakukan lebih dari itu bahkan bisa sampai pagi.
Namun Mario merasa kasihan pada Milly yang terlihat sangat kualahan mengimbangi ke perkasaannya.
Mario harus bersabar hingga rasa sakit yang di rasakan Milly benar - benar hilang dari tubuhnya. Saat hari itu tiba, Mario akan menunjukan betapa perkasanya dirinya.
" Hubby.. aku sangat lapar. " ucap Milly sembari bermain busa yang mengurung tubuhnya di bawah bathtub.
" Setelah mandi, kau bisa makan.. " Mario kini duduk di tepi bathtub menemani Milly.
" Aku ingin makan sekarang, dan masih ingin berendam. "
" Baiklah aku akan menyuapi mu. " Mario beranjak untuk mengambil beberapa makanan yang dia beli di restoran dengan memakai layanan pesan antar.
Mario dengan telaten menyuapi Milly.
" Hubby.. kau tidak makan? " tanya Milly yang melihat Mario hanya menyuapi nya.
__ADS_1
" Aku sudah makan, waktu kau masih tidur. "
Milly mengangguk, " Hubby. "
" Hem, "
" Boleh aku bertanya sesuatu? "
" Tentu, tanyakan saja. "
" Apa kau juga sama seperti Mike? "
Kening Mario berkerut, " Maksud mu? "
" Emm.. apa kau juga seorang gengster? "
Mario tertegun mendengar pertanyaan Milly, tapi lebih baik dia yang bercerita terlebih dahulu daripada Milly tahu dari mulut orang lain.
" Iya. "
Milly membulat kan kedua matanya, " Benarkah? "
" Iya, apa kau takut padaku? "
Milly tersenyum, " Aku tidak takut pada mu, aku justru sangat senang. Berarti kau juga pandai bermain pistol? " tanya Milly antusias.
" Bahkan sangat pandai, apa yang membuat mu senang? "
" Aku senang karena aku memiliki suami yang sangat keren! " seru Milly dengan wajah berbinar.
" Hubby.. kau dan Mike lebih keren mana saat bermain pistol? " tanya Milly. " Aku harap kau yang jauh lebih keren darinya. " tambahnya.
Mario hanya menganggukinya. Mana mungkin Mario berbicara jujur jika Mike lah yang lebih jago bermain pistol di bandingkan dirinya.
Mario memang sangat ahli bermain pistol dan senjata tajam lainnya, tapi jika di bandingkan dengan Mike, dia tidak akan menang.
Tentu saja Mike yang lebih pintar di dunia Mafia, karena Mike yang terlebih dulu berkecimpung di dunia itu.
( gpp bang io, kau lebih unggul dalam menaklukkan hati Milly dibanding si kingkong😁😁)
" Hubby.. bisakah kau mengajariku bermain pistol? "
" Tidak! itu sangat berbahaya. " seru Mario.
" Padahal itu akan terlihat sangat keren.. " lirih Milly. " Baiklah kalo tidak boleh, tapi bawa aku jika kau akan bertanding dengan musuh - musuh mu, seperti yang ada di film Hollywood.. itu sungguh akan menyenangkan. " ucap Milly.
Mario hanya menggeleng kan kepalanya. Bertarung dengan musuh itu sangat berbahaya, bukan hanya luka yang akan di dapat kan namun nyawa juga akan menjadi ancaman. Bukan hal seindah yang Milly bayangkan.
" Kau harus bisa melawan ku terlebih dahulu jika kau ingin ikut bertarung dengan musuh - musuh ku. " seringai Mario.
Milly terkesiap, " Aku? melawan mu? " tunjuknya pada diri sendiri juga ke arah Mario.
" Hem, "
__ADS_1
" Bagaimana mungkin, tenaga mu sangat besar. Aku pasti tidak akan bisa mengalahkan mu. "
Mario mendekat ke arah Milly, lalu berbisik, " Cukup kalahkan aku di ranjang.. "
Milly tersipu malu mendengar ucapan Mario, dan segera mendorong tubuh Mario agar menjauh, " Kau sangat mesum! "
Mario tergelak, " Hanya mesum pada mu saja. "
" Benarkah? apa kau tidak pernah mempunyai seorang kekasih? sebelum aku. "
Ucapan Mario membuat dirinya semakin tersudut dengan pertanyaan Milly. Mario bingung harus berkata apa, dirinya memang tidak pernah menjalin hubungan dengan siapa pun, tapi teman kencan wanita nya sangat banyak.
" Aku harus jawab apa? " Mario menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Jawab! " seru Milly yang semakin curiga, melihat Mario hanya diam saja membuat Milly yakin bahwa Mario pernah menjalin hubungan dengan banyak wanita.
" Sepertinya.. " ucapan Mario sangat ambigu.
" Banyak? lalu apa saja yang kau lakukan dengannya? "
Mario masih diam.
" Apa kau juga melakukan hal ini pada banyak wanita? " tebak Milly. " Ah tentu saja kau pasti melakukannya, kau terlihat sangat pandai sekali saat bercinta dan terlihat sangat ahli. " celoteh Milly.
Mario di buat gugup melihat Milly yang sudah terlihat kesal. " Tentu saja tidak sayang, " bohong Mario agar Milly meredakan amarahnya yang semakin memuncak.
" Benarkah? "
" Hem, "
" Tidak ada wanita lain yang merasakan jagung mu itu? " ucap Milly tanpa berpikir.
Mario mengernyitkan keningnya, " Hah? "
" Emm.. maksud ku.. ah lupakan saja! " Milly memalingkan wajahnya menyembunyikan rona malu di pipinya.
Mario menahan senyum, dirinya teringat saat membaca chat Milly dan Mora, dan mengerti apa yang di maksud kan Milly.
Mario menangkup pipi Milly dengan telapak tangannya, " Sayang, percayalah yang ada di hati ku hanya ada kamu. Aku sangat mencintaimu lebih dari apapun. masalalu ku biarlah menjadi kenangan. dan kamu adalah masa depan ku. "
Milly tersenyum dan mengangguk. " Aku mencintai mu. "
Mereka pun berciuman untuk menyalurkan rasa cinta yang begitu besar.
*
*
*
Hai guys baca juga novel terbaru ku Cinta Istri Kedua.
Do'ain Author biar semangat ngetik, InsyaAllah Author usahain up tiap hari di ketiga novel ku yang masih on going. (kecuali hari minggu)
__ADS_1
Bye.. bye..