Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Dimana Milly yang dulu?


__ADS_3

Kedua insan yang tengah di mabuk kepayang tengah bersantai di sebuah sofa yang mampu menopang mereka untuk berbaring saling berdekapan. Mario memeluk tubuh Milly dengan lengan kekarnya, sedangkan Milly menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya, bermanja ria seakan tak mau lepas dari suami tercintanya.


Tidak tinggal diam, jemari lentik Milly bermain di atas dada bidang Mario, membentuk sebuah pola yang tidak dapat di lihat dengan jelas.


" Hubby, apa kita tidak pulang? " tanya Milly. Sudah dua hari mereka berada di vila.


" Apa kau ingin pulang? " Mario mengelus rambut Milly dengan jemarinya.


Milly menggelengkan kepalanya, " Aku senang berada disini bersama mu. " Milly mengeratkan pelukannya.


" Yasudah kita disini saja, sampai kau merasa bosan. " ucap Mario.


" Tapi bagaimana dengan pekerjaan mu? "


" Bisa di atur, kau tidak perlu memikirkan pekerjaan ku. "


Milly merasa senang dengan jawaban Mario, karena mereka akan lama menghabiskan waktu hanya berdua saja tanpa ada yang mengganggu.


Milly beranjak dan mengubah posisinya meninndihi tubuh Mario. Menatap lekat wajah tampan suaminya.


" Hubby, kenapa kau sangat tampan jika di lihat dari dekat. " ucap Milly sembari mengamati wajah suaminya itu, menyusuri wajah Mario dengan jari telunjuknya.


Mario terkekeh, " Tentu saja aku tampan, jika tidak mana mungkin kau menyukai ku. "


Milly tersenyum dengan jawaban Mario. " Aku sangat mencintaimu mu Hubby. "


" Aku juga sangat mencintaimu sayang. Milly ku. " Mario membelai wajah Milly yang tepat ada di depannya.


Tatapan keduanya saling tertuju pada bibir yang selalu menggoda mereka berdua.

__ADS_1


Perlahan Milly mendekatkan wajahnya, begitu juga dengan Mario yang mengangkat perlahan kepalanya untuk menjangkau wajah Milly yang ada di depannya.


Cup.


Mereka saling berciuman, menyalurkan cinta kasih mereka.


" Hubby, mari bercinta lagi. " ucap Milly tanpa ragu setelah ciuman mereka berakhir.


Mario terkekeh mendengar permintaan Milly. " Apa sekarang kau tidak takut lagi. " Mario menggoda istrinya. Masih teringat jelas beberapa hari lalu saat Milly menolaknya dengan beralasan takut padanya.


" Aku tidak takut. " ucap Milly.


" Lalu apa kau sekarang menyukai dan mengaguminya? " tanya Mario dengan menahan senyumannya.


Semburat merah menghiasi pipi Milly, sebelum dirinya mengangguki pertanyaan Mario, lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


Gelak tawa Mario memenuhi seisi ruangan itu, " Kau sangat menggemaskan sayang, aku jadi tidak bisa menahannya lagi. "


Mereka pun melakukan foreplay cukup lama hingga mereka memutuskan untuk melanjutkannya di dalam kamar.


Didalam kamar terdengar suara yang begitu horor bagi siapapun yang mendengarnya, untung saja para pelayanan dan pengawal bertugas di luar vila.


" Hubby, kau sangat lambat. aku tidak suka. " celoteh Milly mengomentari pergerakan Mario di dalam tubuhnya. Kedua tangan Milly mencengkram kuat punggung Mario. Memandang wajah Mario yang ada di atasnya.


Lagi - lagi Mario terkekeh mendengar celotehan Milly. Dimana Milly dua hari yang lalu? dimana Milly yang polos dan lugu? Milly yang sekarang benar - benar berbeda, tapi Mario menyukai itu.


" Apa kau lebih suka yang cepat. " tanya Mario. Sebenarnya Mario melakukan gerakan lambat karena takut akan melukai Milly.


" Iya, kau akan terlihat sangat keren. dan aku juga menikmati nya. " Milly.

__ADS_1


" Dengan senang hati. " Mario memberikan kecupan di bibir Milly sebelum dirinya berpacu lebih cepat seperti kuda liar.


Mario memberikan kehangatan yang luar biasa pada Milly, dirinya tidak ragu lagi melakukan apapun yang diinginkannya, tidak seperti malam malam sebelumnya yang masih ia tahan dan memberikan kelembutan dalam setiap sentuhannya karena takut Milly tidak dapat mengimbangi dan akan melukainya. Kini Mario menunjukan fantasi liarnya dalam berhubungan badan.


" Hubby... kau sangat keren. " rancaunya saat menerima perlakuan Mario yang luar biasa baginya.


" Hubby.. aku sangat mencintaimu. "


Mario menanggapi rancauan Milly dengan memberikan kecupan demi kecupan pada tubuh Milly.


" Mariooo... "


" Mariooooo... oh... Mario... aku mencintaimu. "


Sedangkan Mario masih berpacu di dalam sana dengan gerakan yang cepat untuk menuju puncaknya.


" I love you, Milly... " ucap Mario yang sudah sampai pada pelepasannya. Mario menghujani wajah Milly dengan kecupan.


Milly langsung tertidur karena kelelahan, bercinta dengan Mario sungguh menguras habis tenaganya.


Mario memandangi wajah Milly yang tertidur di samping nya. " Kau begitu cantik, aku yang sangat beruntung mendapatkan mu yang mempunyai kecantikan luar dalam. " gumam Mario sebelum mendaratkan kecupannya di kening Milly.


Mario pun ikut tertidur di samping Milly.


Baru saja beberapa jam setelah kegiatan panas itu. Duta menghubungi Mario, memberitahu bahwa pekerjaannya tidak bisa di tunda dan harus segera di selesaikan. Dengan berat hati Mario dan Milly memutuskan untuk segera pulang sore ini juga.


*


*

__ADS_1


*


Bye.. bye..


__ADS_2