Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Wortel, timun, jagung..


__ADS_3

21+ diharapkan anak di bawah umur skip part ini. Dosa di tanggung pembaca masing - masing yak, jangan bawa bawa Author.


*


Mario kini tengah membersihkan diri di kamar mandi, sedangkan Milly duduk di depan meja rias untuk mempercantik diri dengan alat make up sederhana yang belum lama Putri membelikan untuknya.


Make up tipis di wajah Milly membuatnya terlihat semakin cantik.


Senyuman di wajah Milly tak pernah surut dan terdengar di bibir mungilnya bersenandung ria, menandakan jika hatinya kini tengah berbahagia.


Ceklekkk... terdengar pintu kamar mandi terbuka.


Milly pun menoleh ke arah Mario yang baru saja keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan handuk di pinggangnya.


" Hubby.. " Milly berdiri dari duduknya, " Apa aku cantik? " Milly memutar tubuhnya memperlihatkan mini dress nya yang mengembang.


Mario tersenyum, lalu mendekati Milly, " Kau sangat cantik sayang. "


" Kau juga sangat tampan. " Milly memuji Mario dengan pipi yang sudah semerah tomat.


Mario yang sudah sangat merindukan Milly tidak bisa menahan hasrat nya lagi, melihat Milly begitu sexy walau hanya memakai mini dress.


Mario memberikan ciuman panas pada Milly, Milly hanya bisa menikmatinya, sesekali dia membalas ciuman itu.


" Tunggu.. " Milly melepaskan pagutan itu.


Mario dengan tidak rela menghentikan ciumannya dengan nafas yang terengah.


" Apa kita akan melakukan malam pertama? " Milly.


Mario menghela nafasnya mendengar pertanyaan konyol Milly dan menjawab hanya mengangguk.


Setelah mengangguk, Mario berniat kembali mencium Milly namun terhenti ketika Milly kembali bersuara.


" Tapi ini masih sore, " selanya.


" Tidak peduli, " Mario kembali menyambar bibir Milly dan memainkanya dengan lihai.


Mario sudah di ujung hasrat nya hingga tidak memperdulikan celotehan istri lugunya itu. Dan memilih menyibukkan diri dengan tubuh istrinya.


Milly sangat terbuai oleh sentuhan Mario. Sentuhan Mario membuatnya kembali mengingat geleyar yang pernah ia rasakan dulu.


tok.. tokk.. tokk.. suara pintu di ketok.


" Hubby.. tunggu sebentar, sepertinya itu pelayan yang mengantarkan baju mu. " ucap Milly.


Mario pun melepaskan Milly yang ada di pelukannya.


Milly membuka pintu kamar, dan ternyata benar pakaian Mario datang tetapi bukan seorang pelayan yang mengantarnya melainkan Putri.


" Putri.. kenapa kau yang mengantarkan pakaian ini, bukan kah ada pelayan. " Milly.


" Tidak apa, kebetulan waktu ku sengang. " ucap Putri, kedua matanya antusias mengamati ke dalam kamar melalui celah pintu yang terbuka.


" Oh.. kalau begitu terimakasih.. " ucap Milly dengan memberikan senyuman manisnya dan segera menutup pintunya.


" Hubby ini pakaian mu.. " Milly menyerahkan pakaian Mario yang ada di tangannya.


Saat menghampiri Mario, tidak sengaja Milly tersandung karpet hingga Milly hampir terjatuh jika Mario tidak cepat menangkapnya. Namun naas handuk yang melekat di tubuh Mario terlepas begitu saja hingga memperlihatkan benda pusaka yang telah menjulang tinggi akibat bercumbu yang belum lama mereka lakukan.


" Astaga.. " Milly melebarkan kedua bola matanya hingga nyaris keluar dari tempatnya.


Keterkejutan Milly membuatnya jatuh lunglai tak sadarkan diri.


" Milly.. " pekik Mario yang melihat Milly jatuh pingsan.


" Sudah ku duga, ini semua akan terjadi. " gumam Mario.


Mario memindahkan Milly yang tak sadarkan diri ke atas tempat tidur. Setelah itu Mario dengan cepat memakai pakaian nya.

__ADS_1


Cukup lama Milly tertidur dari pingsan.


" Milly, kau sudah sadar.. " ucap Mario ketika melindungi Milly membuka kedua matanya.


Milly hanya diam, pikirannya masih melayang layang dengan benda yang baru saja di lihatnya.


" Sayang, sudah waktunya makan malam. " Mario mencoba mencairkan suasana.


" Ah.. iya aa--aku sangat lapar.. " Milly terlihat gugup.


Mario dan Milly pun ikut bergabung dengan Mike dan Putri yang sudah berada di meja makan lebih dulu.


Milly menikmati makan malamnya dengan tenang tanpa celotehan yang biasanya keluar dari mulut mungilnya dan selalu bermanja pada Mario.


Mike memperhatikan Milly yang sedikit aneh, Milly diam membisu tidak seperti biasanya menurut Mike.


Sedangkan Mario hanya bisa menahan tawanya agar tidak lepas, Mario tau jika Milly masih syok melihat miliknya. Milly yang sangat antusias dengan malam pertama nya seketika menciut nyalinya setelah melihat milik Mario.


Putri hanya memperhatikan tingkah Milly dan Mario, seolah ada sesuatu yang ingin di katakan yang sudah memenuhi isi kepalanya.


Milly masih larut dalam pikirannya, tanpa sadar Milly meggelengkan kepalanya dan bergidik ngeri seolah ingin mengusir pikiran kotornya.


" Kau kenapa? " tanya Mike.


" Ahh... " Milly terkesiap. " Kau bertanya kepada ku? "


" Iya, kau itu kenapa dari tadi melamun. " Mike.


" Tidak.. aku tidak apa. " Milly berusaha menutupi kegugupannya.


" Yakin? " Mike.


" Iya, " Milly. " Tunggu, kenapa aku berbicara baik padanya. "


" Hubby.. boleh aku pinjam ponsel mu? " Milly mulai bersuara.


" Ponsel, sepertinya punya ku lowbatt.. "


" Kau bisa pakai punya ku. " Mike menawarkan ponselnya.


Milly nampak berfikir terlebih dulu, " Tidak, aku tidak mau pinjam ponsel mu! "


" Ck, gengsi sekali! " Mike.


" Apa kau punya laptop? " Milly.


" Kau bisa pakai yang ada di ruangan ku. " Mike.


Milly pun mengiyakan tawaran Mike yang meminjamkan laptop nya.


Dengan bantuan pelayan, laptop yang ada di ruangan Mike telah berada di tangan Milly.


Milly kembali ke kamar nya tanpa mengajak Mario.


Pertama Milly langsung menghubungi Daddy dan Mommy nya. Setelah itu, Milly membuka akun sosial medianya untuk menghubungi Mora sahabatnya.


*


Isi chat Milly dan Mora.


" Mora.. aku ingin bertanya sesuatu pada mu. " Milly.


Cukup lama Milly menunggu balasan dari Mora.


" Milly, ini kau? kau sudah ketemu? bagaimana keadaan mu? "


" Aku sudah selamat, dan aku baik baik saja. Ada yang ingin aku tanyakan, penting! "


" Syukurlah.. apa yang ingin kau tanyakan? "

__ADS_1


" Malam pertama, bagaimana rasanya? "


" Enak.. "


" Benarkah? "


" Iya, tapi sakit dulu baru enak. "


" seberapa sakit? " Milly.


" Tergantung.. "


" Aduh.. Mora, bicara yang jelas aku tidak mengerti. tergantung apanya? "


" Tergantung besar kecilnya milik suami mu! "


" Apa kau juga merasakan sakit? " Milly.


" Iya, sangat sakit. kenapa kau bertanya seperti itu. " Mora.


" Aku hanya takut. " Milly.


" Tidak usah takut, kau juga akan merasakan nikmat luar biasa setelah sakit. " Mora.


" Mora.. apa benar sakit? " Milly kembali bertanya.


" Iya Milly.. kau bisa pingsan dan susah berjalan! " Mora.


" Benarkah, terdengar sangat mengerikan. "


" Iya tapi itu semua tergantung milik suami mu! apa kau sudah melihatnya hingga kau merasa ketakutan? " Mora.


" Iya. "


" Lalu? " Mora.


" Apanya yang lalu? " Milly.


" Kau itu bodoh sekali, miliknya besar atau tidak? "


" Emm.. bagaimana aku tau dan bisa membandingkan nya. aku saja hanya pernah melihat milik suami ku. "


" Wortel, timun, jagung.. yang mana? " Mora.


" Kenapa kau malah bicara sayuran? " Milly.


" Astaga... Milly...!!! pilih salah satu, diameter yang sama seperti suami mu! "


" Aku rasa... jagung. "


" Wah.. matilah kau! bersiaplah tidak bisa berjalan sampai dua hari.. hahaha... " Mora.


" Benarkah? "


" Iya, Darren saja yang seperti timun membuat ku kesakitan apalagi jagung! " Mora.


Chat end.


Perbincangan Milly dan Mora semakin membuat nyali Milly menciut. Rasa takut membuat Milly semakin ingin menghindari Mario.


*


*


*


Nah.. apa Mario bisa berhasil mencetak golnya???


tunggu kelanjutannya ya guys..

__ADS_1


jangan lupa berikan dukungan kalian.


Bye.. bye..


__ADS_2