
Makan malam di kediaman Nugroho sedang berlangsung, kini bertambah satu anggota lagi di meja makan itu, yang tidak lain adalah Mario, menantu baru keluarga Nugroho.
Tidak seperti keluarga lainnya, yang jika sedang makan tidak di perbolehkan untuk berbicara.
Di keluarga ini hanya di waktu makan bersama yang bisa membuat semua anggota nya berkumpul, jadi membahas persoalan di meja makan memang sudah biasa.
" Dad, besok aku akan ke Kalimantan untuk mengurus proyek baru kita. " ucap Gavin di sela suapannya.
Brian mengangguki, " Daddy percayakan semua itu padamu. "
" Kau akan pergi? apa Naura akan ikut? " tanya Nyonya besar keluarga Nugroho yang tidak lain adalah Jiandra.
" Iya mom, Naura besok ikut Gavin. " Naura menyerukan suaranya.
" Sean, jika kau tidak sibuk, cobalah bantu Gavin dan Daddy mengurus Diamon group. "
" Iya Dad, nanti aku usahakan. " Mario.
" Naura, usia mu tidak lagi muda, kapan kau akan menikah seperti Milly. " ujar Jia.
Naura tersedak mendengar ucapan Jia.
" Apa kau mempunyai kekasih? " tanya Jia kembali.
Belum sempat Naura menjawab, Milly terlebih dulu bersuara.
" Mom, bagaimana ka Naura mempunyai kekasih, jika ka Naura selalu menghabiskan waktu bersama ka Gavin untuk bekerja. " Milly.
Jia diam, nampak berfikir. " Apa mommy carikan calon suami untuk mu? "
Kali ini Gavin yang tersedak mendengar penuturan Jia.
" Gavin hati - hati. " Jia memberikan segelas air minum, " Bagaimana Naura? "
" Emm.. Naura terserah Mommy saja. " ucap Naura.
" Mommy! kenapa mommy repot - repot mencarikan calon suami untuk ka Naura. Nikahkan saja ka Gavin dan ka Naura. " celetuk Milly.
Gavin dan Naura terkejut dan saling pandang.
Jia pun memandang ke arah Gavin dan Naura bergantian. " Bagaimana? apa kalian mau? "
" Mommy, tidak usah bertanya. nikahkan saja. mereka selalu kemana - mana berdua, keluar kota berdua, keluar negri berdua, bekerja pun selalu bersama, Mommy mau jika semua orang berfikir buruk tentang mereka berdua. " Milly mencoba menghasut Jia.
" Milly!! " pekik Gavin yang tak terima dengan ucapan Milly.
" Benar juga apa yang di katakan Milly. Mommy senang jika Naura menjadi menantu mommy. " ucap Jia.
" Milly, menikah itu bukan permainan. Daddy tidak mau jika nanti nya mereka berdua terpaksa untuk menjalankan pernikahan. " Brian.
__ADS_1
" Daddy, ini semua untuk antisipasi. Mereka kan selalu berdua. " cibir Milly.
" Naura sekertaris ku jadi wajar jika kita selalu berdua. " ucap Gavin dengan malas.
" Tapi Mom-- "
" Sayang, biarkan mereka yang menentukan nya sendiri. " Mario mengelus pundak Milly untuk menenangkan dan berhenti berceloteh.
" Baik hubby.. " Milly seketika menuruti perkataan suaminya.
" Cih, lebay sekali! " Gavin berdecik malas melihat Milly langsung menuruti ucapan Mario. Begitu manja menurutnya.
Milly yang tak terima, menjulurkan lidahnya ke arah Gavin. " Makanya kaka harus cepat menikah! "
Gavin hanya membuang muka, dirinya kalah telak dengan perkataan adik perempuan nya.
" Gavin, Naura, Mommy harap kalian memikirkannya.. Mommy tidak akan memaksa kalian. Jika sudah tau jawabannya segera katakan pada mommy. "
" Baik Mom, " hanya Naura yang menjawab pertanyaan Jia.
Makan malam telah selesai begitu juga dengan pembicaraan mereka.
Naura yang sudah tidak ada lagi urusan segera kembali ke paviliun untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah setelah kegiatan hari ini yang begitu banyak menguras tenaganya.
Ketika Naura sedang mengaplikasikan berbagai treatment di wajahnya sebelum tidur , terdengar suara ketukan pintu.
" Siapa sih, malam - malam begini! tidak mungkin kak Rafi. " gerutu Naura sembari melangkah menuju arah pintu untuk membukanya.
" Gavin! " pekik Naura mendapati Gavin di depan pintu. " Mau apa kau kemari. "
Gavin menerobos masuk tanpa dipersilahkan oleh Naura. Dan dengan santainya mendudukan diri di sofa.
" Aku ingin bicara pada mu! " ucapnya terdengar sangat angkuh.
" Bicara apa! "
" Bulan depan berhentilah bekerja! " ucap Gavin tanpa merasa bersalah.
" Kau memecat ku? tapi kenapa? " pekik Naura merasa tidak Terima dengan keputusan Gavin.
" Ck, aku tidak mau lagi kau selalu mengikuti ku kemana pun aku pergi. " seru Gavin.
" Aku kan sekertaris mu, jadi sudah pasti aku selalu ikut dengan mu. " ucap Naura.
" Tapi aku tidak mau Mommy dan Daddy berfikir yang tidak - tidak tentang kita. "
" Kenapa kau harus khawatir? kita tidak melakukan kesalahan apa pun jadi tidak perlu takut. "
" Tidak peduli, pokoknya bulan depan kau harus resign! " seru Gavin.
__ADS_1
Naura menghela nafasnya dalam, " Yasudah jika itu mau mu. "
Entah kenapa Gavin sedikit kecewa mendengar Naura setuju begitu saja dengan keputusan nya.
" Tidak bekerja dengan mu bukan masalah bagi ku. Aku bisa menerima tawaran ka Kendra untuk jadi sekertaris nya. " ucap Naura dengan santai.
" Tidak boleh!! " pekik Gavin.
" Kenapa? kau itu aneh sekali. Kau yang memecat ku, aku mendapat pekerjaan baru tapi kau marah. "
" Aku bilang tidak boleh ya tidak boleh! kau tidak bekerja dengan ku bukan berarti kau boleh bekerja dengan orang lain! "
" Kau menyuruh ku menjadi pengangguran! lalu aku mau makan apa! lagian itu bukan urusan mu aku mau bekerja dengan siapa saja! " cetus Naura.
" Di rumah ini kan pekerjaan banyak! aku akan membayar mu dengan gaji yang sama seperti seorang sekertaris. " Gavin berdiri dari duduknya, dengan kedua tangan dimasukan di saku celananya.
" Jadi turuti saja perkataan ku! diam lah dirumah menemani Mommy. "
" Cih, kau terlalu mengatur ku! "
" Menurut lah! "
" Yasudah aku jadi punya banyak waktu untuk mencari seorang kekasih, lalu kau masih tetap membayar ku, sangat menguntungkan. "
" Kau!!! " geram Gavin.
" Kenapa? " Naura melotot ke arah Gavin.
" Jangan harap kau bisa keluar dari rumah ini, peraturan tetap sama, hari libur mu sesuai dengan hari kerja di Kantor. " jelas Gavin.
Naura menyipitkan kedua matanya yang penuh selidik ke arah Gavin. " Apa kau cemburu jika aku mempunyai kekasih? " lirihnya.
Gavin melebarkan kedua matanya, " Cih, cemburu! buat apa aku cemburu pada mu! wanita ku jauh lebih cantik dari pada dirimu! "
Naura mengerucut kan bibirnya. " Iya.. iya.. " Naura mengakui jika wanita Gavin memanglah sangat cantik dengan body yang aduhai, dirinya sama sekali tidak sebanding.
" Kau harus tau, kau itu sangat jelek! tidak ada yang mau dengan mu! " setelah mengucapkan itu, Gavin pun meninggalkan Naura.
Naura hanya bisa menghela nafasnya dalam menerima sikap Gavin yang selalu mengatasinya. " Apa aku ini memang jelek? " tanyanya pada diri sendiri.
*
*
*
Aduh abang Gavin, bukan gak ada yang mau ama Naura, kamu lah yang selalu jadi pawang bagi para lelaki yang mau deketin Naura. lo nyadar gak sih Vin? 😂😂
Jangan lupa kasih dukungan kalian!
__ADS_1
Baca juga karya baru ku Cinta Istri kedua.
Bye.. bye..