Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Makhluk ajaib


__ADS_3

" Elia, boleh aku minta tolong pada mu? " ujar Naura yang kini terlihat sangat tidak bersemangat saat bekerja.


" Boleh, apa yang harus ku lakukan untuk menolong mu? " Elia.


" Emm, aku sangat lelah.. aku ingin istirahat sebentar saja. " Naura sudah menyandarkan kepalanya di meja kerjanya.


" Ini masih terlalu pagi, tapi kau sudah mengantuk. " Elia.


" Iya, sepertinya aku kurang tidur. "


Baru saja Naura meletakkan kepalanya di atas meja kerja untuk memejamkan mata sejenak, Gavin dan Nino datang setelah menemui Brian di ruangan nya.


" Kau itu malas sekali, ini baru jam 10. " Gavin mengetuk-ngetuk meja Naura, membuat Naura mendengus kesal, kembali duduk tegak dan menatap tajam Gavin.


" Ini semua karena mu! kau membuatku tidak tidur semalaman " kesal Naura.


Jam 4 pagi dia baru bisa tidur karena ulah Gavin yang tak hentinya mengajaknya bermain. Baru saja terlelap, Naura harus segera bangun mendengar bunyi alarm, mengingatkan pagi ini ada meeting penting.


Gavin terkesiap mendengarnya, dia tidak bisa mengelaknya lagi karena memang betul yang di katakan Naura. Tidak mau memperpanjang lagi, Gavin memilih pergi ke ruangannya.


" Satu jam lagi bersiaplah, kita ada meeting di luar " ucap Gavin sembari berlalu meninggalkan Naura tanpa menoleh ke Naura yang sedang kesal.


" Cih! menyebalkan sekali! " gerutu Naura, dia pun melanjutkan untuk memejamkan matanya yang terasa begitu berat.


*


Di perjalanan menuju hotel bintang lima tempat dimana Gavin akan melangsungkan meetingnya, Naura kembali tertidur tidak memperdulikan Gavin yang sedari tadi mengeluarkan intruksinya agar Naura mempersiapkan keperluan meeting.


" Huufftt... " Gavin mendengus kesal saat dirinya melihat Naura tertidur, " Apa dia sangat lelah? "


Setelah sampai di tempat tujuan Gavin membangunkan Naura. " Naura, bangunlah.. kita sudah sampai. "


Naura melenguh saat terasa ada yang mengusik tidurnya. " Hhueemmm.. "


" Heii cepat bangun! kalo tidak akan aku tinggal kau di dalam mobil. "


" Iya.. iya.. " suara Naura terdengar begitu malas.


Mereka pun menuju restoran yang terdapat di dalam hotel itu. Para karyawan menyapa kedatangan Gavin, putra dari pemilik hotel tersebut.


" Silahkan pak.. " salah satu pegawai hotel mengarahkan Gavin untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan.


Gavin mengangguk dan mengikuti arahan dari pegawainya.


" Siang Pak Gavin " ucap seorang pria yang tidak lain manager baru hotel tersebut.


Seperti biasa Gavin hanya menganggukkan kepalanya untuk membalas sapaan dari para karyawannya.


" Jero.. " pekik Naura yang mengenali pria yang ada di depan Gavin.


" Naura " ucap Jero.


" Kau ada disini? wahh lama sekali kita tidak bertemu. " ucap Naura dengan semangat, entah kenapa rasa kantuknya hilang begitu saja saat melihat teman lamanya.


" Iya, aku bekerja disini belum lama. " jelasnya. " Kau sendiri sedang apa di sini? "


Naura melirik ke arah Gavin yang sedari tadi diam memperhatikan mereka, " Aku bekerja dengan pak Gavin, sebagai sekretaris nya. "

__ADS_1


" Oh.. " Jero mengangguk.


" Bagaimana kabar mu? " Naura.


" Aku baik Naura, kau sendiri? " Jero.


" Aku tidak terlalu baik " ucap nya dengan nada memelas.


Jero mengerutkan keningnya. " Kenapa? apa kau mempunyai masalah? "


" Iya, akhir-akhir ini aku selalu di ganggu oleh makhluk ajaib. " ucap Naura sembari melirik ke Gavin.


" Makhluk Ajaib? " tanya Jero tak mengerti maksud Naura.


" Iya, makhluk yang selalu mengelak dan sangat pintar mempunyai alasan, dan bodohnya aku menuruti dia begitu saja. " gerutu Naura.


" Ehemmm.. " Gavin berdeham seraya menunjukan keberadaannya. " Bisa kita lanjutkan pekerjaannya, disini bukan tempat ajang reuni kalian. "


Seketika Jero merasa tak enak hati pada atasan barunya, Tapi tidak dengan Naura.


" Maaf kan saya pak. " ucap Jero.


" Jero, kau begitu banyak berubah setelah beberapa tahun tidak pernah bertemu. " Naura tidak memperdulikan Gavin.


" Aku masih sama seperti dulu. " jawabnya sedikit lirih, karena takut pada Gavin yang sudah menatap dengan tatapan tajam.


" Tentu saja kau sangat berubah, kau terlihat lebih keren dengan jabatan mu itu dan juga kau semakin tampan. " ucap Naura yang dulu mengenal Jero adalah pemuda yang biasa, pemuda yang bekerja di salah satu bengkel di dekat kampus Naura.


Naura mengenal Jero, karena sering datang ke bengkelnya jika sepeda motornya bermasalah.


Jero tergelak, " Kau bisa saja. "


" Kau ku pecat!! " ucapnya dengan sorot mata yang tajam ke arah Jero.


" Hah?? " pekik Naura dan Jero bersamaan.


" Pecat? apa salah saya pak? " tanya Jero dengan kegugupannya.


Gavin tak menjawab pertanyaan Jero, dia lebih memilih meninggalkan tempat itu.


" Pak.. pak.. tunggu. " Jero berusaha mengejar Gavin.


" Jero, biarkan saja di pergi. dia memang seperti itu, mempunyai kelainan. " ucap Naura.


" Tapi. aku belum lama mendapatkan pekerjaan ini. Apa salah ku di pecat begitu saja. " keluh Jero.


" Kau tenang saja, dia akan berubah fikiran. " Naura.


" Apa yang kau katakan itu benar? "


" Iya, aku sudah lama mengenalnya. dia seperti itu karena mempunyai kelainan yang kronis. " cibir Naura.


" Naura!!! " pekik Gavin yang menggelegar. Gavin bisa mendengar ucapan Naura yang terus mengatainya, jarak mereka belum terlalu jauh.


" Iya.. iya.. " jawab Naura.


" Aku harus pergi. sampai bertemu lagi. daa... " Naura berlari kecil untuk menyamai langkah Gavin.

__ADS_1


Jero menatap kepergian Naura.


Gavin menjewer telinga Naura saat sudah dekat " Kau tadi bilang apa? hem? "


" Aw.. aw.. sakit Gavin! " Naura.


" Kurang ajar sekali kau mengatai ku penyakitan. hah? " geram Gavin.


" Lepas Gavin! " Naura berusaha melepaskan diri dari Gavin, mengusap telinganya yang sudah memerah.


" Apa tadi kata mu, kelainan? kelainan kronis, kau mengatai ku? hem? " Lagi-lagi Gavin memarahi Naura di depan banyak karyawan dan pengunjung hotel.


" Memangnya penyakit apalagi, tidak ada angin ataupun badai kau tiba-tiba saja memecat Jero. " gerutu Naura.


" Kau itu memang aneh! " celetuk Naura yang segera mendapat tatapan tajam dari Gavin.


" Aku memecatnya karena dia memang tidak berkualitas. " serunya.


" Baru saja kau bertemu dan mengenalnya. kenapa sudah bisa menilainya seperti itu. "


" Karena aku seorang Gavin! " sombongnya.


" Cih! " Naura mencibir ke narsisan Gavin.


Meeting pun di batalkan, Gavin dan Naura kembali ke kantor. Di perjalanan ponsel Naura berdering.


" Hallo.. "


" Naura, bagaimana? apa bos mu itu benar memecatku? " tanya Jero, Jero masih menyimpan nomor ponsel Naura dan ternyata masih bisa di hubungi.


" Ini siapa? "


" Aku Jero.. "


" Oh.. Jero.. "


Mendengar nama Jero, Gavin yang ada di sebelah Naura langsung merebut ponsel Naura dan mematikan sambung telpon dari Jero.


" Kenapa dia mempunyai nomor ponsel mu? " sergah Gavin.


Kening Naura berkerut. " Memang kenapa? kau itu tidak sopan sekali merebut ponsel ku! "


" Ada hubungan apa kau dan dia! " seru Gavin yang sudah tak tahan menahan emosinya.


" Kau itu kenapa tiba-tiba marah padaku? aneh sekali! dia itu teman ku. "


Gavin mendengus kesal, wajahnya terlihat jelas memerah menahan kekesalan.


" Tunggu.. " Naura memperhatikan wajah Gavin dengan seksama. " Apa kau cemburu? "


Gavin membulatkan kedua bola matanya mendengar ucapan Naura.


*


*


*

__ADS_1


Segitu dulu ya guys.. ntar lanjut lagi.


Bye.. bye..


__ADS_2