
Sejak kejadian itu, Milly selalu mencurahkan perhatian nya pada Mario, menunjukan betapa cintanya pada suaminya itu dan tidak ada pria lain di hatinya. Nicholas hanya sekedar idolanya saja, tidak ada tempat khusus dihatinya.
Mendapat perlakukan yang romantis dari Milly, tentu Mario menerimanya dengan senang hati. Mario pun tak kalah perhatian pada Milly yang sedang mengandung buah cinta mereka.
" Hubby.. apa kau sedang sibuk. " Milly menghampiri Mario yang tengah sibuk dengan laptopnya. Mario kini lebih sering mengerjakan pekerjaannya di rumah, menemani Milly.
" Lumayan. " ucap Mario tanpa mengalihkan pandangannya dengan jemarinya yang menari-nari di atas keyboard.
Milly berdecak kesal saat Mario mengacuhkannya. " Hubby.. sudah dua jam yang lalu kau sibuk dengan pekerjaanmu itu, kau mengabaikan ku hubby.. " keluh Milly.
Mario menghentikan sejenak lalu beralih ke Milly yang sedang merajuk. " Sayang, sebentar lagi aku akan menyelesaikan nya, setelah itu aku akan menemani mu. " jelas Mario.
Milly mendengus, " Yasudah aku akan menunggumu di kamar saja. "
Mario tersenyum, " Sebentar lagi aku akan menyusulmu. " Mario.
Milly merebahkan tubuhnya di ranjang, menunggu Mario yang tak kunjung menyelesaikan pekerjaannya membuat Milly tak bisa menahan kantuknya. Perlahan kedua matanya pun terpejam dan tertidur.
Mario yang sudh menyelesaikan pekerjaannya menyusul Milly di kamar mereka. Mario membuka pintu Kamar dan melihat Milly sudah tertidur dengan pulas.
Mario ikut membaringkan tubuhnya di samping Milly dan memeluk istrimu yang tertidur meringkuk. Tidak lupa Mario memberikan kecupan di puncak kepala Milly. Mengelus perut Milly yang masih rata.
" Hello Baby.. Daddy sudah tidak sabar bertemu dengan mu. " Mario berinteraksi dengan calon anaknya, tangannya mengelus perut Milly dengan gerakan memutar.
Tidak lama, Mario pun ikut terlelap ke alam mimpi bersama Milly di siang hari.
*
Di tempat lain, Gavin masih dalam keterpurukan mencari Naura. Sudah tiga hari Gavin kehilangan Naura.
" Sial! kenapa susah sekali mencari keberadaan nya! " Gavin kesal, usaha untuk mencari Naura yang tidak membuahkan hasil.
Gavin sudah mencari ke berbagai tempat yang sering di kunjungi Naura, Gavin juga menanyakan Naura pada teman yang cukup dekat dengannya.
Tapi, tidak menemukannya.
Jia tidak tega melihat putranya mengalami kekacauan, terlihat jelas ada lingkar hitam di kantung matanya menandakan jika dia tidak cukup tidur karena memikirkan Naura. Penampilan nya juga berantakan tidak seperti biasa yang selalu rapih.
" Sayang.. " Jia berjalan mendekati Gavin yang tengah duduk dengan kepala bertumpu pada kedua tangannya.
Gavin mendongakkan kepalanya, " Mom.. " cicitnya.
__ADS_1
" Apa kau sudah makan? " tanya Jia.
" Aku tidak nafsu makan mom. " jawab Gavin yang memang beberapa hari ini tidak memiliki selera untuk makan.
Jia mendudukkan diri di samping Gavin, mengelus pundak putranya. " Kau harus tetap menjaga kesehatan mu. "
Gavin menghela nafas. " Iya mom, "
" Dan lihat, apa ini, kau terlihat tidak keren! penampilan mu sungguh menyedihkan! " Jia menimpali penampilan Gavin yang sangat kacau.
" Aku sangat malas melakukan apapun. "
" Ayolah.. bersihkan diri mu agar terlihat tampan.. mommy akan mengantarkan mu pada Naura. " Jia.
Gavin membulat kan kedua matanya. " Mommy bilang apa tadi? " Gavin memastikan pendengarannya tidak salah dengan ucapan mommy nya.
" Mommy bilang, bersihkan tubuh mu! "
" Bukan yang itu, yang setelah itu.. "
" Ck, mommy tidak akan mengulanginya.. jika kau tidak cepat, mommy akan berubah pikiran! " Jia beranjak meninggalkan Gavin yang masih menanti jawaban Jia.
" Cepat Gavin! " teriak Jia yang membuyarkan lamunan Gavin.
Gavin yang tersadar bergegas membersihkan diri. Dia terlihat bahagia mendengar dirinya akan bertemu dengan Naura, wanita yang selama tiga hari ini ia cari tak kunjung ia temukan.
Gavin terlihat lebih segar setelah keluar dari kamar mandi, dia melakukan ritual mandinya dengan singkat karena ingin cepat-cepat bertemu dengan Naura.
Senyum selalu mengembang seiring langkahnya menemui Jia. Gavin sudah mempersiapkan diri merangkai kata untuk menyatakan cintanya pada Naura.
Bukan hanya itu, Gavin sudah memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan dua tiket penerbangan ke Paris, dan mengosongkan jadwalnya selama seminggu.
Dengan rasa percaya diri Gavin menyiapkan semua itu, padahal belum bertemu dengan Naura dan belum tentu juga Naura bersedia. Dia sudah sangat antusias merencanakan Honeymoon meraka yang belum pernah ia lakukan bersama Naura setelah menikah.
" Mom.. mommy lama sekali! " seru Gavin di depan pintu kamar Jia.
Sedari tadi Gavin berjalan ke sana kemari menunggu Jia di depan kamarnya.
" Mom, katakan saja kepada ku di mana Naura! " teriak Gavin yang merasa jengah menunggu Jia bersiap tak kunjung selesai.
Sekencang apapun Gavin berteriak, Jia tidak akan mendengar nya, karena kamar Brian dan Jia itu kedap suara. Gavin juga tau itu, tapi karena tidak sabar bertemu dengan Naura, Gavin terlihat bodoh dengan tingkah nya.
__ADS_1
Jia yang baru saja keluar dari kamar terkejut melihat Gavin yang tengah berdiri di depan nya.
" Sedang apa kau disini? " Jia.
" Ck, tentu saja menunggu mommy. mommy itu lama sekali! " gerutu Gavin.
" Apanya yang lama! mommy baru lima belas menit di dalam kamar! " Jia.
" Iya, tapi itu sangat lama. aku sudah tidak sabar bertemu dengan Naura. " Gavin.
" Kau harus sabar.. "
" Ck, kenapa mommy tidak memberitahu ku saja, aku akan ke sana sendiri.. menunggu mommy menjadi semakin lama! "
Jia tidak menjawab, dia hanya menggeleng kan kepalanya.
" Tunggu! jadi selama ini mommy tau dimana Naura berada? " seru Gavin yang baru menyadari jika mommy nya tau keberadaan Naura.
" Iya. " Jia.
" Kenapa mommy tega sekali pada ku! padahal mommy tau jika aku kesulitan mencari Naura! " Gavin.
" Sudah jangan banyak bicara! jangan membuat mood mommy menjadi buruk, nanti mommy akan berubah pikiran! " Jia.
" Iya.... " Gavin membungkam mulut nya agar tidak banyak bertanya.
Masa bodo dengan kebenaran Mommy yang mengetahui dimana Naura. yang terpenting saat ini, Gavin bisa segera bertemu dengan wanita yang sukses membuat hatinya merasakan Nano-nano, pahit asam manisnya cinta.
*
*
*
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN KALIAN
LIKE, KOMEN, VOTE..
VOTE YANG BANYAK!!
BYE.. BYE..
__ADS_1