
Sebelum baca kasih Vote!
Jangan lupa tinggalkan jejak. karena kata Ungu cuma ada kekasih gelap bukan pembaca gelap. Oke!
*
Gavin semakin mendekat membuat Naura memundurkan langkahnya hingga tersandar di pintu dan tak ada lagi ruang yang tersisa karena Gavin telah mengurungnya dengan kedua lengan kekarnya di samping kanan dan kiri kepalanya.
" Ap... ap...pa yang kau lakukan. " ucap Naura terbata. Dirinya sangat gugup melihat wajah Gavin yang sangat dekat, wajah yang sangat tampan tapi juga menyebalkan. Jantung Naura pun berdebar sangat kencang saat berdekatan dengan Gavin.
Gavin menarik sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman. Senyuman yang sulit diartikan oleh Naura. Naura selalu di buat bingung dengan kelakukan Gavin yang berubah-ubah, terkadang dia sangat posesif selayaknya kekasih, tapi dia juga selalu acuh padanya dan lebih parahnya, dia selalu berbicara yang menyakitkan.
" Menghukum mu. " ucap Gavin.
" Menghukum apa? " tanya Naura. " Memangnya apa salah ku? "
" Kau masih bertanya apa salah mu. "
Naura kembali terpukau dengan ketampanan Gavin, kali ini tatapannya tertuju pada bibir Gavin, bibir yang sudah merenggut ciuman pertamanya.
Naura terkesiap saat Gavin tiba-tiba membungkam bibirnya dengan sebuah ciuman yang rakus. Naura hanya diam tak membalas ciuman itu, dia masih terdiam tak percaya dengan perbuatan Gavin, ciuman keduanya di ambil kembali oleh pria menyebalkan itu. Tapi anehnya, Naura tak menolak ciuman yang di berikan Gavin, seakan dirinya sangat menikmati ciuman itu.
Kesadaran Naura timbul bersamaan saat dirinya kekurangan asupan oksigen hingga membuatnya terengah. Dengan cepat Naura mendorong tubuh kekar itu agar terlepas dari ciumannya.
" Apa yang kau lakukan!! " seru Naura sembari mengusap bekas ciuman Gavin.
" Bukannya itu yang kau inginkan. " ucap Gavin tanpa merasa bersalah sedikitpun.
" Hah? " Naura tidak mengerti perkataan Gavin. " Apa maksud mu? "
" Ck, bukannya kau terkesima melihat bibir ku yang sexy ini, jadi aku berikan saja karena aku kasihan padamu. "
__ADS_1
Naura melebarkan kedua matanya mendengar ucapan Gavin. " Kenapa dia bisa membaca pikiran ku. Tidakkk!!!! sangat menyebalkan!!!"
" Kenapa diam? benarkan tebakkan ku. " Gavin tersenyum remeh.
Naura menggelengkan kepalanya. " Kau Sangat --- "
" Naura.. Naura... " Panggil Mommy Jia dari luar.
Naura dan Gavin yang mendengarnya terkesiap dan saling tatap.
Dengan cepat Naura menarik lengan Gavin untuk bersembunyi agar keberadaan Gavin di paviliun tidak di ketahui oleh mommy Jia.
" Hey.. kenapa kau menarik ku. " protes Gavin saat lengan nya di tarik paksa Naura.
" Kau tidak dengar, di luar ada mommy. bisa gawat kalau mommy melihat mu ada di sini. " ucap Naura yang terus menarik Gavin ke arah lemari.
" Memangnya kenapa? "
" Ck, aku tidak mau mommy berfikir buruk tentang ku. " Naura berdecak kesal.
" Sebaiknya kau cepat masuk. " ucap Naura sembari membuka pintu lemari pakaiannya dan mendorong Gavin untuk masuk ke dalam.
" Kau --- " belum sempat mengutarakan protesnya, Naura sudah menutup pintu lemari itu tanpa memperdulikan Gavin yang terus meronta dan menguncinya.
Naura bersender di pintu lemari, " Uuhhh.. aman. " sembari mengelus dadanya.
" Kau bisa diam sebentar! kalau kau tidak diam aku tidak akan membukakan pintu ini sampai pagi. " ancam Naura ketika Gavin terus menggedor kencang pintu lemari itu.
Mendengar ancaman Naura, Gavin tidak bisa berkutik lagi dan terpaksa harus menuruti perintah Naura.
Naura berlari ke arah pintu untuk membuka pintu.
__ADS_1
" Naura, kau dari mana saja? kenapa lama sekali membuka pintu. " ucap mommy Jia dengan tatapan penuh selidik.
" Aku tadi ada di toilet. " ucap Naura dengan gugup.
" Lalu kenapa nafas mu begitu, seperti habis lari maraton. " tanya Jia yang melihat Naura terengah- engah.
" Tadi.. emm.. " Naura tampak berfikir sebelum menjawabnya. " Tadi aku habis buang air besar mom, " ujarnya berbohong. tidak mungkin dia bicara yang sebenarnya pada mommy Jia.
" Oh.. " Jia mengangguk. " Bagaimana acara makan malamnya tadi. apakah menyenangkan? " tanya Jia.
" Iya mom, sangat menyenangkan. " ucap Naura, dirinya merasa tak tenang Gavin masih di kurung di dalam lemarinya, sedangkan mommy Jia terlihat masih lama ingin membicarakan pertemuan tadi bersama William.
" Lalu, bagaimana menurutmu. Apa William menarik di mata mu? " tanya Jia, lagi- lagi Naura hanya mengangguk tanpa berbicara panjang lebar karena ingin segera mengakhiri obrolannya.
" Lalu apa tidak terjadi sesuatu? emm misalnya ada yang mengganggu kalian. " Jia bertanya karena merasa penasaran apa yang di lakukan Gavin disana.
Naura mengernyitkan keningnya, tidak mengerti maksud dari mommy Jia.
Dan benar saja karena rasa penasarannya Jia melanjutkan obrolannya lebih lama, bahkan sampai meminta Naura membuatkan secangkir teh hijau untuk menemaninya.
Sedangkan di dalam lemari Gavin sudah merasa kepanasan dan pengap. Wajahnya semakin di buat kesal saat mendapati banyak pakaian dalam milik Naura tergantung di sana, melambai tepat di wajahnya.
" Awas saja aku akan benar-benar memberikan mu hukuman yang tidak pernah kau lupakan! "
*
*
*
Jangan pelit kasih Vote! kalo gak author ngambek nih... 🤣🤣
__ADS_1
Vote. vote yang banyak biar author seneng dan semangat nulisnya.
Bye.. bye..