
Mike menatap nanar berkas yang terletak di atas meja kerjanya, tidak ingin percaya tentang kenyataan yang ada. Mike selalu menepis kebenaran itu, kebenaran tentang gadis itu, yang ternyata adalah Elia.
Mike menghembuskan nafasnya dengan kasar, menyenderkan punggung di kursi kerjanya, menatap langit-langit.
Baru kali ini, Mike kesal dengan kecerdikan Gin untuk mendapatkan info dengan cepat. Biasanya Mike selalu memuji cara kerja Gin yang tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan semua info yang Mike inginkan.
Tiga puluh menit yang lalu, Gin menyerahkan semua bukti tentang gadis yang bersama Mike malam itu. Bahkan CCTV di mansion nya memperlihatkan dengan jelas kunjungan Elia untuk makan malam bersama Milly dan Mario, dengan memakai gaun yang sama persis dengan gadis itu.
Mike memutuskan segera pulang, kepalanya terlalu pusing untuk memikirkan masalahnya itu.
*
Sudah tiga hari Mike mengetahui Elia lah gadis yang sudah ia rebut kesuciannya, namun pria itu masih belum mengambil keputusan. Mike bahkan selalu menghindar bertemu dengan Elia pada saat di kantor, Mike mengalihkan tugas Elia pada Gin.
Hari minggu ini, Mike bermaksud untuk menemui Elia. Mike tidak akan menunda lebih lama lagi tanpa menyelesaikan masalah nya. Sungguh Mike di buat pusing tak karuan.
Dan disinilah Mike berada, di depan pintu gerbang rumah Elia. Sudah sejak dua jam lalu, Mike berdiam diri duduk di dalam mobilnya, tanpa berniat beranjak sedikitpun dari tempatnya.
Dilihat rumah Elia tampak sepi, hanya para pekerja rumah yang berlalu lalang membersihkan halaman rumah.
Mike menghembuskan nafasnya dengan kasar, bukan karena ia takut untuk bertemu dengan kedua orang tua Elia, namun dirinya belum merasa yakin apakah dirinya benar siap menanggung konsekuensi nya, yang sudah dipastikan jika Mike bertanggung jawab yaitu dengan cara menikahi Elia.
Pandangan Mike terfokus pada gadis yang baru saja keluar dari rumah itu, kedua mata Mike mengikuti pergerakan Elia yang berjalan menuju pintu gerbang.
Rupanya Elia keluar berniat pergi ke minimarket dekat rumahnya, gadis itu berjalan kaki.
Mike Dengan cepat turun dari mobilnya dan mengikuti kemana Elia pergi.
__ADS_1
" Ehem. " Mike berdehem saat dirinya sudah berdiri tepat di belakang Elia.
" Elia. " panggil Mike. Elia yang sedang memilih beberapa cemilian terkejut mendengar suara yang tak asing baginya. Elia pun membalikkan tubuhnya, seketika tubuhnya bergetar hebat melihat Mike ada di depannya. Berdekatan dengan Mike dengan jarak tiga jengkal membuat nafas Elia tercekat, bayangan peristiwa malam itu terlintas kembali di memorinya.
Elia melangkah mundur, namun Mike semakin mendekat. Mike menyipitkan matanya saat melihat wajah Elia terpenuhi keringat dingin. Lalu Mike tersadar jika Elia merasa tidak nyaman dengan dirinya, Mike pun melangkah menjauh.
" Elia.. ada yang ingin aku bicarakan. " ucap Mike.
Kedua tangan Elia bergetar, jemarinya meremas ujung blus yang sedang ia kenakan, pandangannya pun tertunduk.
" Aku tidak mau! " ucap Elia lalu pergi meninggalkan Mike.
Mike meraih tangan Elia, dan menariknya membawa Elia ke taman tidak jauh dari tempat itu. Elia melawan pun percuma, tenaga Mike mampu membawa Elia sampai ke taman.
Mike memperhatikan Elia yang sudah berdiri di depannya. Sekali lagi Mike menelisik Elia dari ujung kaki sampai ujung kepala. " Kenapa penampilan malam itu dia sangat berbeda? tidak seperti ini. " batin Mike masih tak menyangka jika gadis cantik itu adalah Elia.
" Elia! jawab aku! " seru Mike yang sudah tidak sabar menunggu jawaban Elia.
" Lupakan saja! aku tidak akan mempermasalahkannya, " ucap Elia yang masih tertunduk.
Mike menghela nafasnya, dari jawaban Elia, membuat Mike semakin yakin.
" Kau tidak meminta pertanggung jawaban ku? " tanya Mike.
" Pertanggung jawaban seperti apa? " Elia.
" Menikah mungkin. " Mike.
__ADS_1
Elia tersenyum kecut, " Menikah? " ulangnya. Kali ini Elia memberanikan diri menatap pria itu. " Cih, aku tidak sudi menikah dengan mu! lebih baik melajang seumur hidup ku dari pada menikah dengan pria brengse*k seperti mu! " seru Elia.
Mike membulatkan kedua matanya,tak percaya dengan ucapan Elia.
Menolaknya? oh tidak! Mike tak Terima itu!
" Kau!! " geram Mike dengan menunjuk jari telunjuknya ke arah wajah Elia.
" Kalau tidak ada lagi yang ingin di bicarakan, aku pergi. " Elia melangkah menjauhi Mike. Jarak sudah sedikit menjauh, Elia membalikkan tubuhnya, " Mulai besok, aku resign! " Setelah mengucapkan itu, Elia kembali pergi, langkahnya selebar mungkin agar cepat menjauh dari Mike.
Mike geram menerima perlakuan Elia. Sungguh tidak sopan sekali Elia, mengundurkan diri dengan cara seperti itu, pikir Mike.
Mendapat penolakan dari Elia membuat nya kesal,selama ini tidak ada yang berani menghinanya,selain Milly. tapi apa ini? Elia... gadis Alien itu menghancurkan harga dirinya. Gadis kedua yang berani menolak dan menghinanya.
Mike yang tadinya enggan menikahi Elia, menjadi sedikit tertarik untuk mengikat hidup gadis itu, agar takluk padanya.
Seringai licik muncul di wajah tampan itu. " Kita liat saja nanti, gadis Alien! "
*
*
*
Up ke dua hari ini.
Jangan lupa berikan dukungan kalian. Like, Komen, Vote!!
__ADS_1
Bye.. bye..