Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Tidak tau terimakasih!


__ADS_3

" Milly.. " pekik Sasa yang terkejut melihat Milly datang kerumahnya dengan penampilan yang acak-acakan, dan mata sembabnya yang bisa terlihat dengan jelas menandakan Milly habis menangis.


" Kau kenapa? " Sasa memeluk Milly memberikan ketenangan. Milly semakin terisak tanpa menjawab pertanyaan Sasa.


" Sebaiknya kita masuk terlebih dahulu. Sasa mengajak Milly masuk ke dalam rumahnya, tangannya tak henti mengelus-elus punggung Milly.


" Kaka, bolehkah aku menginap disini? " tanya Milly.


" Tentu saja boleh, ini juga rumahmu. " jawab Sasa. " Apa kau ingin langsung istirahat? " Sasa memberikan waktu untuk Milly menenangkan diri dan tidak akan memaksakannya bercerita tentang apa yang tengah terjadi padanya.


Milly mengangguki perkataan kaka iparnya itu. Sasa pun mengantar Milly ke kamar tamu yang cukup luas nan nyaman.


" Istirahat lah, jika kau butuh sesuatu kau bisa bilang pada kaka atau pelayan yang ada di sini. " ucap Sasa.


" Iya kak, terimakasih. " Milly.


Sasa sangat prihatin dengan keadaan Milly yang terlihat sangat buruk, ia sangat penasaran apa yang telah terjadi pada adik iparnya itu. Tapi Sasa tidak ingin gegabah dan terlalu ikut campur urusan pribadi Milly, jika Milly sendiri belum mengatakannya. Sasa akan menunggu kepulangan suaminya, mungkin dengan Arnaf Milly akan terbuka menceritakan masalahnya.


*


Di tempat lain, Mario melupakan kemarahannya pada para pengawal yang tidak becus menjaga Milly. Milly pergi sendiri mengendarai mobil tanpa ada salah satu dari pengawal mencegahnya atau mengikuti kepergiannya.


" Bukankah kalian aku tugaskan untuk menjaganya dia puluh empat jam! hah! " bentak Mario.


Para pengawal hanya bisa menundukkan kepalanya tanpa berani melihat ke arah tuannya yang sederhana sangat marah.


" Aku tidak peduli! bagaimana pun caranya kalian harus secepatnya menemukan istri ku! " perintah Mario dengan suara menggelegar.


" Baik tuan. " ucap serempak para pengawal.


Mario segera menghubungi Rai, tangan kanannya.


" Hallo Tuan. " jawab Rai.


" Cari jallang sialan itu! bawa dia ke markas mu!! " titah Mario. Jika Mario sudah memanggil tangan kanannya itu, jangan harap hidupmu bisa tenang dan bernafas lega. Kau lebih memilih untuk mengakhiri hidup mu.


Karena tidak mendapat jawaban dari Rai, Mario meninggikan suaranya kembali. " Seret wanita sialan itu! "


" Baik tuan. " Rai mengiyakan titah dari tuanya itu walau belum mengerti wanita siapa yang Mario maksud. Dia akan mencari tau sendiri melalui beberapa anak buahnya yang di tugaskan di mansion Yamazaki.


Mario segera melajukan kendaraannya ke lokasi dimana anak buahnya menemukan mobil yang di kendari Milly. " Rumah sakit? " kening Mario berkerut melihat lokasi keberadaan Milly. Hatinya semakin gusar, takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada Milly.


Kedua pria yang menjadi korban tabrakan Milly begitu heran saat melihat banyak pria berbadan tegap menghampirinya.


" Dimana nona kami? " tanya salah satu pengawal Mario.


" Saya tidak tau tuan, siapa yang Anda maksud. "


" Kalian yang membawa mobil nona kami bukan? "


Mendengar itu, kedua pria tersebut pun menjelaskan apa yang terjadi dan bagaimana mobil Milly bisa ada di tangannya.


Bertepatan dengan itu, Mario datang dengan langkah lebar menghampiri anak buahnya.


" Dimana istri ku! " ucap Mario dengan wajah garangnya. " Apa yang terjadi padanya "


" Maaf tuan, ternyata nona tidak ada di sini. "


" Shitt!! " Mario memberikan pukulannya ke wajah pengawal itu. " Kau tidak becus! "


Dering ponsel Mario terdengar membuat aksinya terhenti. Mario mengerutkan keningnya melihat nomor tak di kenal.


" Ya! " jawab Mario.


" Apa ini Mario? " tanya seorang wanita di sebrang sana.


" Siapa ini? "


" Em, aku Sasa.. aku hanya ingin memberitau mu, Milly sekarang ada di rumah ku. "


" Baiklah aku akan ke sana, kirimkan alamat nya. "


Mario memutuskan panggilannya dan bergegas menuju ke alamat rumah kaka iparnya.


Sesampainya di rumah Arnaf, Mario melihat Milly tertidur dengan mata yang sembab.

__ADS_1


" Sayang.. " Mario mengelus pipi Milly.


Milly pun membuka matanya saat terasa ada yang mengusik tidurnya.


Saat membuka kedua matanya, Milly hanya diam menatap wajah Mario yang tepat ada di depannya.


" Sayang, kenapa kau pergi? " tanya Mario. " Aku sangat mencemaskan mu. " Mario masih setia mengelus pipi Milly, namun Milly masih diam menatap suaminya dengan lekat.


" Sayang, bicaralah jangan diam seperti ini. katakan saja apa yang ingin kau tanyakan " Mario.


Milly masih memilih diam, diam dalam marah.


Mario mengusap wajahnya dengan kasar melihat Milly diam membatu. " Percayalah, semua yang di katakan wanita itu tidak benar. "


" Kau harus percaya pada ku. " Mario


Bukannya menjawab, Milly membalikkan tubuhnya sehingga memunggungi Mario.


Mario menghela nafas, lalu menaiki ranjang dan duduk bersila di depan Milly. Sekarang, Milly sama sekali tidak mau menatap ke arah Mario meski kedua matanya terbuka lebar, dia menatap ke sembarang arah.


" Sayang. " panggil Mario.


" Dengarkan aku, aku tidak mempunyai hubungan apa pun dengan wanita sialan itu, dari dulu sampai sekarang aku sama sekali tidak pernah meliriknya. " jelas Mario.


" Sayang, aku mohon percayalah pada ku. Kau jangan mendiami ku seperti ini. bicaralah, marahlah pada ku. " sakit jika Milly mendiaminya, lebih baik Mario menerima amukan dari Milly daripada diam membisu seperti ini.


Lagi - lagi Milly membalikkan tubuhnya untuk berpaling dari Mario. Mario pun tidak mau mengalah begitu saja, dia turun ke ranjang untuk bisa melihat wajah Milly.


" Sayang.. " panggil Mario.


Sepertinya Mario harus bersabar menghadapi Milly yang sedang marah padanya. Mario memutuskan akan tetap di rumah Arnaf sampai Milly mau pulang kembali ke mansion.


*


Di tempat lain, Naura sedang berada di salah satu mall terbesar di kota Jakarta untuk bertemu dengan Genta dan kekasihnya.


Semenjak bertemu di reuni itu, Genta dan Naura kembali menjalin pertemanan, melupakan semua kejadian di masa lampau. Dan hari ini, Genta berencana untuk mengenalkan calon istrinya pada Naura.


Naura pun mengiyakan permintaan Genta, karena di rumah memang tidak mempunyai pekerjaan yang membuatnya bosan hanya berdiam diri saja.


" Naura.. " panggil Genta, di samping Genta sudah ada gadis cantik yang bergelayut di lengan Genta, sudah di pastikan itu kekasihnya.


" Naura, kenalkan dia calon istri ku Cintya. Dan Cintya kenalan dia teman ku Naura, dia yang merekomendasikan hotel untuk kita melangsungkan resepsi pernikahan. " Genta.


" Hai aku Naura. "


" Aku Cintya.. terimakasih sebelumnya, berkat kau kita mendapatkan diskon 10% untuk menyewa hotel bintang lima. " Cintya.


Naura memang berusaha untuk membantu meringankan sewa hotel. Dengan sedikit bernego pada Daddy Brian tentunya. Karena hotel itu milik keluar Nugroho.


" Iya sama - sama, kalian tidak perlu sungkan padaku. " Naura.


" Lebih baik kita lanjutkan obrolan nya sembari makan siang. "


" Iya benar. " Cintya.


" Baiklah. "


Mereka pun menuju ke sebuah restoran yang ada di dalam mall itu. Setelah selesai makan siang, mereka melanjutkan obrolannya. Cintya dengan antusias membicarakan tema pesta pernikahannya.


" Kau sendiri kapan menikah dengan kekasih mu? " tanya Cintya.


" Aku.. aku belum mempunyai rencana seperti kalian. " jawab Naura dengan wajah masamnya.


Yah, Pernikahan Gavin dan Naura di batalkan setelah Naura menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di malam itu pada Brian dan Jiandra.


Karena tidak ingin melihat Gavin mogok bekerja dan berkeliaran di luar sana dengan banyak wanita, akhirnya Brian dan Jia pun mengiyakan keinginan Gavin yang menolak pernikahan itu.


Bukan batal, tetapi menundanya. Itu yang di pikirkan oleh Brian. Dan cepat atau lambat keputusannya akan terlaksana. Walau bagaimana pun, Brian tidak mau Gavin salah memilih.


" Tidak apa, aku yakin secepatnya kau akan mendapatkan pendamping mu, apalagi kau terlihat sangat cantik. " ucap Cintya.


" Kau bisa saja. " Naura.


" Sayang, aku ke toilet dulu. " ucap Cintya pada Genta.

__ADS_1


" Iya, hati-hati. " Genta.


" Naura aku tinggal dulu mereka toilet, kalian lanjutkan saja mengobrol nya. " Cintya.


Naura pun menganggukkan kepalanya.


Disaat bersamaan, Gavin dan Elia dan beberapa bawahannya sedang berkeliling memantau perkembangan Departemen store miliknya.


Langkah Gavin terhenti ketika melihat sosok gadis yang sangat ia kenal sedang tertawa dengan seorang pria yang dia kenali juga.


Kedua tangannya terkepal dan wajah tampannya berubah menjadi garang seperti singa yang akan menerkam mangsanya.


" Cih! Sepertinya aku salah membuat mu berhenti bekerja, kau berkeliaran sesuka hatimu menemui pria lain! "


" Pak, ada apa? " ucap Elia yang melihat Gavin menghentikan langkahnya.


Tanpa pikir panjang Gavin melangkah lebar ke arah Naura yang sedang asik bercengkrama dengan Genta dan langsung menarik tangan Naura membawanya keluar.


Naura sempat terkejut saat tangannya tiba-tiba di tarik keluar.


" Gavin! " pekik Naura. " Apa yang kau lakukan. lepaskan aku! " Naura meronta.


Sedangkan Genta hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Gavin yang tidak berubah.


Dan para petinggi yang sedang ikut memantau langsung bersama Gavin di buat heran dengan kelakuan Gavin dan mantan sekertaris nya. Dengan cepat Elia mengambil alih peran Gavin.


Naura di hempaskan begitu saja setelah sampai di mobil Gavin.


" Vin, kau itu kenapa? " tanya Naura. " Seenaknya saja menyeretku! " gerutu Naura.


" Apa kau beralih profesi menjadi wanita penggoda? " Gavin.


" Gavin! jaga bicara mu! "


" Cih, lalu aku harus mengatakan apa? oh.. apa kau sudah resmi menjadi kekasih pria sialan itu! " seru Gavin.


Naura memejamkan matanya, dia bingung harus bagaimana lagi menghadapi Gavin yang selalu aneh dengan sikapnya itu.


" Kekasih atau bukan, sama sekali bukan urusan mu. Kau tidak boleh ikut campur dalam kehidupan ku! kalau kau seperti ini terus bagaimana dengan ku! apa kau senang melihat ku menjadi perawan tua! hah! "


" Yasudah aku akan menikahi mu! " Gavin.


" Whattt!!! " pekik Naura.


" Apa kau tuli, aku akan menikahi mu. "


" Gavin, kau -- "


" Cih, Tidak usah berbangga hati. Aku hanya kasihan pada mu, tidak ada pria mana pun yang menginginkan mu. Jadi kau harus berterimakasih pada ku yang dengan suka rela menikahi gadis jelek seperti mu! " Gavin.


" Cih, narsis sekali! " Naura berdecik, " Kau pikir aku mau menikah dengan mu! " seru Naura.


" Kau!!! " geram Gavin.


" Apa! "


" Cih! tidak tau terimakasih!! " Gavin.


*


*


*


JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN KALIAN MELALUI LIKE, KOMEN, VOTE.


TERIMAKASIH YANG TELAH MEMBERIKAN DUKUNGANNYA


- Dhammika


- Arul Feaza


- Najwa24


dan masih banyak lagi yang belum bisa aku sebutkan.

__ADS_1


AYO KASIH VOTE YANG BANYAK...


Bye.. bye..


__ADS_2