Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Mike Elia


__ADS_3

**BOCIL MINGGIR!!!!!


Yang berfantasi liar bukan tanggung jawab Author.. dosa tanggung sendiri...


Happy Reading.... 😘😘😘**


*


Pagi harinya Mike dan Elia sudah bersiap untuk pergi ke Villa. Senyuman di wajah Mike tak pernah luntur, entah apa yang di pikiran Mike hingga membuat wajahnya terlihat berseri.


Elia menelisik tajam pada Mike, " Apa kau sudah tidak waras? dari tersenyum tidak jelas. "


Mike menaikan sebelah alisnya lalu menoleh pada Elia. " Aku hanya terlalu senang. " ucapnya lalu kembali fokus melihat pemandangan dari jendela mobil.


Mereka kini tengah dalam perjalanan menuju villa pribadi Morgan yang tidak terlalu jauh dari kota. Dinda ternyata sudah mempersiapkan semua kebutuhan Mike dan Elia, sehingga mereka berdua tidak perlu repot bersiap.


Elia mendengus kesal mendengar jawaban Mike, wanita itu sudah tau dengan jelas kenapa Mike merasa senang, tentu saja Mike malam ini akan menjajaki tubuhnya, seperti ucapannya kemarin malam.


" Pak, apa masih lama perjalanannya? " tanya Elia pada supir yang mengantar mereka ke villa.


" Kira-kira sekitar satu jam lagi nona. " jawab pak supir.


Lumayan lama bagi Elia, wanita itu pun memilih untuk tidur karena rasa kantuknya mulai kembali. Sedangkan Mike memilih menghabiskan waktunya dengan gadgetnya.


Mike membangunkan Elia karena mereka sudah sampai di tempat tujuan. Villa yang terlihat sangat asri menyuguhkan pemandangan saat Elia membuka kedua matanya.


" Sudah sampai? " tanya Elia sambil menegakkan tubuhnya.


" Sudah sayang.. " Mike.


Elia terbengong mendengar Mike mengucapkan kata sayang padanya. " Sayang? " ulang Elia yang masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


Mike hanya tersenyum tipis. " Mau turun sendiri atau aku gendong? " tawar Mike.


Elia mencebikkan bibirnya. " Cih, aku bisa jalan sendiri. "


" Baiklah... " ucap Mike.


" Mike ada apa dengan mu? aku sangat merinding mendengar suara lembut mu. " Elia masih tak percaya jika Mike berperilaku lembut padanya.


" Apa kau tidak suka? aku memperlakukan mu dengan lembut? " Mike.


" Bukan begitu.. hanya saja terdengar sangat aneh bagi ku. " Elia.


" Kau harus terbiasa. " Mike meninggalkan Elia, pria itu lebih dulu masuk ke dalam vila.


Saat Elia masuk ke dalam vila, para pelayanan yang bekerja di vila itu satu persatu meninggalkan vila, membuat Elia merasa heran. " Kenapa semua orang pergi? " gumam Elia.


Ingin mendapat penjelasan lebih jelas, Elia menghampiri Mike yang sudah ada di dalam kamar utama vila itu. Sebelumnya, Elia bertanya letak kamar tersebut pada pelayan yang hendak pergi.


Elia masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


" Mike.. " panggil Elia. Elia membulatkan matanya lalu dengan cepat membalikkan tubuhnya. Tubuh kekar Mike sungguh sangat menggoda di mata Elia.

__ADS_1


Mike yang sedang bertelanjang dada tersenyum melihat Elia yang masih sungkan, " Ada apa? "


" Em... itu.. itu... " Elia masih gugup, bayangan tubuh Mike masih melekat di pikirannya.


" Itu apa? " Mike mendekati Elia.


" Em.. kenapa semua pelayan pergi? " tanya Elia yang masih enggan menghadap ke arah Mike.


Mike melingkarkan lengan kelarnya di perut Elia, membuat sang empu terkejut. " Mike.. " lirih Elia, berusaha melepas pelukan dari Mike.


" Hem.. " Mike mengecup pundak Elia. " Aku sengaja menyuruh mereka semua pergi dari Vila ini, agar kita tak terganggu. hanya ada pengawal yang berjaga di pintu gerbang. " jelas Mike yang masih menyusuri tengkuk Elia.


" Mike.. apa yang kau lakukan? " Elia.


" Yang seharusnya ku lakukan, apalagi? " Mike.


" Tapi Mike.. "


Mike membalikkan tubuh Elia agar berhadapan dengannya, mengelus pipi Elia. " Aku menginginkanmu. " ucap Mike.


Elia mendongakkan kepalanya agar bisa melihat dengan jelas wajah Mike. " Aku.. aku.. harus mandi. " ujar Elia, berusaha menghindari Mike.


" Bukannya tadi sudah mandi, kita berolahraga dulu setelah itu baru mandi lagi. " bisik Mike membuat darah Elia berdesir, hembusan nafas Mike terasa menggelitik di kulitnya.


" Mike. " Elia mencegah Mike yang terus saja mendekat.


" Kenapa? kau tidak mau melayani ku? " tanya Mike.


Mike mengerutkan keningnya. " Maksud mu? "


" Aku ingin melakukannya karena cinta. " Elia.


" Elia... cinta akan tumbuh seiringnya waktu berjalan. Jika tidak mencoba, kita tidak akan pernah berhasil dan seterusnya akan seperti ini, tidak ada kemajuan. " jelas Mike.


" Cih.. bilang saja kau sudah tidak tahan! " gerutu Elia.


Mike terkekeh, " Itu kau tau! "


" Sangat terlihat di wajah mesum mu itu! " Elia.


" Jadi, bolehkan? " tanya Mike penuh harap.


Elia mengangguk, dalam hati Elia berdoa jika Mike tak akan menyebut nama wanita lain saat mereka sedang bercinta. " Mike.. tapi ini masih siang.. nanti malam saja. " cegah Elia.


" Siang, malam tak ada bedanya. " Mike tersenyum kemenangan, tidak banyak kata, Mike menyatukan bibirnya dan bibir mungil Elia.


Di lummatnya bibir Elia dengan sangat rakus membuat Elia sedikit kelabakan karena tidak bisa mengimbangi ciuman Mike. Tubuh Elia yang sangat mungil bagi Mike, mengharuskan berjinjit memudahkan Mike menjangkau bibirnya. Kedua tangan Elia sudah mengalung sempurna di leher Mike.


Mike terus saja menyessap bibir, leher, kembali lagi ke bibir. Membuat Elia mengeluarkan suara desahannya, pertanda wanita itu sangat menikmati sentuhan Mike.


Tangan Mike tidak tinggal diam, perlahan melucuti pakaian yang menempel di tubuh Elia, tanpa melepaskan cumbuannya.


Mike membawa tubuh mungil itu untuk berbaring di atas ranjang. Direbahkan tubuh setengah polos itu, lalu Mike melepaskan pakaiannya, memperlihatkan tubuh kekarnya. Elia terkesima melihat tubuh Mike yang begitu menggoda di matanya.

__ADS_1


Elia memberanikan diri merabba dada bidang Mike yang sudah lama ia kagumi. Sentuhan Elia membuat Mike memejamkan mata. Entah kenapa Elia mampu membuat Mike bergetar hebat seperti tersengat aliran listrik, padahal ini bukan pertama kali bagi Mike bersentuhan dengan seorang wanita.


Mike kembali mencium seluruh tubuh Elia, dari ujung rambut hingga ujung kaki tak luput dari sentuhan bibir tebal Mike.


Semilir angin masuk dari jendela yang terbuka menerpa kulit polos mereka. Mike tak hentinya membuat Elia bergelinjang hebat, padahal Mike belum memulai inti permainannya.


Tubuh Elia tertutup sempurna oleh tubuh Mike yang meninndihnya. Mike bertumpu pada lengan kekarnya agar tak sepenuhnya menimpa tubuh mungil Elia.


Serasa sudah cukup dengan pemanasan, Mike mulai melucuti sisa kain yang menempel di tubuhnya.


" Astaga... " Elia menganga melihat senjata andalan Mike untuk bertempur.


" Kau sudah siap? " tanya Mike sambil memposisikan tubuhnya yang siap menerobos masuk ke sarangnya. Dengan ragu Elia menganggukkan kepalanya. Mike pun perlahan menembus inti tubuh Elia.


Elia terpekik saat milik Mike sudah sempurna terbenam di inti tubuhnya. " Mike.. perutku terasa penuh. "


Mike terkekeh. " Bersiap lah.. aku akan membawa mu melayang hingga langit ketujuh. "


" Awww... Mike... kau sudah gila! " pekik Elia saat Mike mempercepat ritmenya, membuat tubuh Elia terguncang hebat. Desahan Elia membuat Mike semakin menggila ingin merasakan pelepasannya.


Mike tidak puas dengan satu posisi, dengan cepat Mike membalikkan tubuh Elia agar memunggunginya, Elia hanya pasrah memenuhi semua keinginan Mike.


" Oh.. Elia... " desah Mike saat merasakan kenikmatan luar biasa.


Elia sudah beberapa kali mencapai pelepasannya, tapi tidak dengan Mike. Pria itu belum menemukan titik puncaknya. " Mike... " lirih Elia yang sudah kehabisan tenaga digempur oleh Mike.


" Sebentar lagi. " ucap Mike.


Mike mengembalikan posisi Elia, mengungkungnya kembali. Mike semakin mempercepat pacuannya, hingga decitan ranjang yang berbahan kayu ikut meramaikan suara di kamar itu.


Gubrakkkkk...


" Mikeeeee.... " pekik Elia saat ranjang mereka roboh akibat ulah Mike. Bersamaan dengan robohnya ranjang, Mike mencapai pelepasannya.


" Astaga Mike.. pinggang ku mau copot. " ucapan Elia.


Mike terkekeh mendengar keluhan istrinya. " Terimakasih sayang.. " Mike mengecup kening Elia sebelum dirinya bangkit dari tubuh istrinya, melepaskan penyatuan mereka.


" Dasar gorila! " seru Elia saat melihat ranjang yang sudah terlihat reot. Padahal waktu pertama kali masuk kamar, ranjang nya terlihat sangat kokoh. Entahlah, siapa yang salah... kualitas ranjang atau tenaga Mike yang luar biasa.


" Ini baru awal sayang.. dan masih banyak tempat di vila ini. " ucap Mike dengan seringai mesumnya.


*


*


*


...Jangan lupa berikan dukungan kalian...


...Like. komen. vote....


...Bye.. bye.....

__ADS_1


__ADS_2