Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Reuni


__ADS_3

Malam ini, Naura akan datang ke acara reuni yang di adakan teman sekolahnya dulu waktu SMA. Tentu saja Gavin ikut serta dalam acara itu, karena memang mereka satu angkatan sekaligus satu sekolah dari taman kanak-kanak sampai bangku kuliah, bahkan bekerja pun mereka masih tetap bersama. Gavin terpaut tujuh bulan lebih tua dari Naura.


Naura terlihat sangat cantik malam ini dengan menggunakan gaun selutut yang sengaja di design khusus oleh Jia, tidak lupa wajah nya di poles make up tipis membuat semakin sempurna penampilan nya.


" Sudah selesai.. " pekik Jia yang sedari tadi merias wajah Naura.


Naura membuka keduanya matanya, terlihat di cermin pantulan dirinya yang nampak cantik luar biasa, tidak seperti biasanya. Naura pun sempat tak percaya, dirinya bisa secantik itu jika tersentuh oleh make up.


" Mommy.. apa ini benar aku? " tanyanya yang tak percaya, " Aku terlihat sangat berbeda. "


" Sayang, ini memang diri mu. " ucap Jia.


" Seperti bukan aku. " Naura.


Jia terkekeh, " Iya, itu karena kau tidak pernah merias diri. Kau gadis yang spesial Naura, kau memiliki kecantikan alami. " jelas Jia.


" Tapi menurut ku Mommy Jia wanita yang paling cantik. Di usia yang tak lagi muda Mommy masih terlihat sangat cantik. " ucap Nama memuji kecantikan Jia.


" Kau bisa saja! "


" Itu memang nyata mommy, jika tidak mana mungkin Daddy Brian tergila - gila pada mommy. "


" Iya.. iya.. kau benar, pria tua itu sangat mencintai ku, aku bersyukur mempunyai suami sepertinya. "


" Aku pun berharap suatu saat nanti mempunyai suami yang sangat mencintai ku. "


" Amin, mommy doakan yang terbaik untuk mu. "


" Naura!!! " seru Gavin memanggil Naura. Pria itu sudah terlalu lama menunggu Naura. Mereka tadinya sudah ingin berangkat ke pesta itu, namun Jia mencegahnya saat melihat penampilan Naura yang terlihat biasa. Jia pun meminta waktu sedikit untuk merubah penampilan Naura.


" Ayo cepatlah, Gavin sudah menunggu mu. " Jia.


Naura dan Jia keluar dari kamar dan menghampiri Gavin yang telah menunggunya di ruang keluarga.


Gavin mengalihkan pandangannya yang sedari tadi tertuju pada ponsel ke arah kedua wanita yang baru saja tiba di depannya.


" Cantik. " Ucap Gavin di dalam hati sembari mengamati Naura dari atas sampai ke bawah.


" Ekhemm.. " Jia berdehem untuk menyadarkan Gavin dari lamunannya. Seketika Gavin memperlihatkan wajah biasa guna menutupi kegugupannya yang diam diam mengagumi kecantikan Naura.


" Gimana Vin, Naura cantik kan? " tanya Jia pada putranya.

__ADS_1


" Biasa saja! " ucap Gavin yang kembali fokus menatap layar ponselnya.


Naura mengembungkan kedua pipinya mendengar komentar Gavin.


" Apa kau tidak bisa melihat dengan jelas? Naura terlihat sangat cantik begini. " cibir Jia. " Sepertinya kau perlu obat mata agar bisa melihat dengan jelas. "


" Ayo berangkat! kau membuat ku menunggu terlalu lama tapi hasilnya biasa saja! " gerutu Gavin. Gavin tak menghiraukan celotehan Jia.


" Naura, selamat menikmati pesta mu. " ucap Jia ketika Gavin dan Naura akan melangkah ke luar.


" Terimakasih mommy, " ucap Naura.


" Naura... " teriak Jia memanggil Naura sebelum mereka masuk ke dalam mobil.


Jia yang masih berdiri di ambang pintu teriak kembali ketika Naura membalikan tubuhnya. " Jangan lupa, carilah kekasih malam ini. "


Naura yang mendengar ucapan Jia hanya tersenyum dan mengangguk, sedangkan Gavin hanya menampilkan wajah datarnya.


" Cih, berharap sekali memiliki kekasih. " cibir Gavin sembari melajukan mobilnya.


" Memangnya kenapa? siapa tau aku bisa bertemu dengan Genta.. " ucap Naura. " Eh.. apa kau masih ingat Genta? kira kira seperti apa wajahnya sekarang, apa masih dia masih tampan. " Naura teringat pada temannya yang bernama Genta.


Dulu Naura sempat dekat dengan Genta, hampir saja mereka menjalin hubungan yang lebih dari sekedar teman, tapi entah kenapa Genta menghindari nya setelah hubungan mereka begitu dekat.


Mendengar Naura menyebut nama Genta, Gavin mulai geram, " Kita tidak jadi datang ke acara reuni. "


" Kenapa? " pekik Naura.


" Ck, kau itu tidak bercermin, apa kau tidak malu jika bertemu dengan teman teman mu, " seru Gavin.


" Malu kenapa? "


" Kau itu terlihat sangat jelek! seperti badut! " Gavin.


" Tapi kata Mommy aku sangat cantik. " Naura.


" Cih percaya diri sekali! "


" Gavin! kita mau kemana? " tanya Naura yang melihat Gavin yang ingin berbelok. " Aku ingin datang ke acara reuni itu. "


" Apa kau sangat ingin bertemu dengan si Genta itu! "

__ADS_1


" Bukan, bukan hanya dia, aku ingin bertemu dengan Mela, ayu, Lika.. " Naura menyebut nama temannya yang sudah lama tidak bertemu.


" Kalau kau tidak mau pergi, biarkan aku pergi sendiri! berhenti disini, aku bisa naik tadi saja. " seru Naura.


Gavin menghela nafasnya, " Hapus lipstik mu itu yang seperti badut. " perintah Gavin. Padahal Naura jelas jelas cantik dan cocok dengan riasan itu.


Gavin mengulurkan tangannya yang sudah memegang selembar tisu lalu di berikan pada Naura, " Hapus! "


Dengan wajah yang cemberut Naura menghapus lipstik yang menempel di bibir mungilnya. " Menyebalkan! " gerutu Naura.


Gavin menyunggingkan senyumannya saat melihat Naura menuruti permintaannya.


" Ingat, jangan membuat ku malu. jangan bertingkah sok cantik dan tebar pesona di sana. " ucap Gavin.


" Iya. "


" Dan ingat kau itu --- "


" Iya aku tau, aku jelek! " Naura dengan cepat meneruskan ucapan Gavin yang belum selesai. Dia sudah hafal sekali dengan kata kata itu yang selalu keluar dari mulutnya.


" Bagus! dan satu lagi. "


" Apa? "


" Jangan dekat - dekat dengan Genta, dia itu playboy. jangan sampai kau terkena rayuannya. " tutur Gavin.


" Dia itu sangat baik Gavin, kenapa kau dari dulu tidak menyukai nya. "


" Aku bilang jangan ya jangan! kau hanya perlu menurut. "


" Kau ini menyebalkan sekali! kenapa aku harus menuruti mu. "


" Yasudah kita pulang saja jika kau terus membantah ku. "


" Iya.. iya.. aku nurut. "


Gavin kembali tersenyum dalam hati.


*


*

__ADS_1


*


Bye.. bye..


__ADS_2