
Sudah cukup lama mommy Jia mengajaknya berbincang, jika Daddy Brian tidak memanggilnya mungkin perbincangan dua wanita itu masih berlangsung. Karena keasikan bercanda ria dengan mommy Jia, membuat Naura lupa jika Gavin masih bersembunyi di dalam lemarinya.
Naura pun melenggang pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Naura benar-benar lupa akan keberadaan Gavin.
Di dalam kamar mandi Naura menghabiskan waktu cukup lama, sembari bersenandung lagu kesukaannya.
Sedangkan Gavin yang menunggu terlalu lama sampai dia bersandar lemas tak berdaya, untung saja lemari itu memiliki lubang yang cukup untuknya menghirup oksigen, kalau tidak entah nasib apa yang akan menimpa Gavin.
Butuh waktu 20 menit Naura menyelesaikan ritual mandinya. dengan santainya dia melangkah tanpa rasa bersalah atau beban sedikitpun.
Hingga saat membuka lemari pakaiannya pun tak mengingat jika Gavin ada di dalam sana. Tubuh Gavin yang tertutupi oleh beberapa gaun, pakaian, dan baju dalam membuat Naura tidak menyadari keberadaan Gavin yang tengah meringkuk.
Naura mengambil pakaian tidurnya kemudian membuka handuk yang melilit di tubuhnya begitu saja.
Gavin yang saat itu masih lemas di buat terkejut saat dirinya hendak keluar dari lemari yang melihat Naura dengan tubuh polosnya.
Semua pergerakan Naura tak luput dari pandangan Gavin. Oh sungguh ini pemandangan yang luar biasa dan menguntungkan bagi Gavin, pria itu tak ingin melewatkan begitu saja, dia sengaja diam tanpa pergerakan agar Naura tidak menyadari akan keberadaannya.
" Sudah? " Gavin mengeluarkan suaranya ketika Naura telah lengkap memakai baju.
" Aaakkkkkkkhhhh... " teriak Naura. " Se.... jaakkk kapan kau di situ? " tanya Naura.
" Sejak kau membuka handuk mu. " Gavin mengucapkan dengan gamblang.
" Apa! " Naura melebarkan kedua matanya.
Gavin berdiri dari duduknya lalu mendekat ke arah Naura. " Indah.. " satu kata dari Gavin membuat Naura menutupi bagian penting dari tubuhnya.
" Aapa maksud mu? "
Gavin tersenyum dengan seringainya tanpa menjawab pertanyaannya.
" Gavin! "
" Tadinya aku akan menghukum mu atas perbuatan mu, tapi.. " ucap Gavin terhenti dan menelisik tubuh Naura dari atas sampai bawah.
Di tatap seperti itu oleh Gavin, Naura semakin erat menutupi bagian dadanya. " Tapi apa! "
__ADS_1
" Aku mendapatkan bonus dari mu. " ucap Gavin dengan seringainya.
" Kau!! "
Gavin tergelak memenuhi sudut ruangan itu sembari melangkah keluar. Jika tidak, Gavin tidak bisa mengontrol dirinya yang sangat ingin menerkam Naura, melihat tubuh polos Naura membuat birahinya bangkit. Hukuman yang akan diberikan untuk Naura terurungkan begitu saja, masih banyak waktu untuk menghukumnya, yang terpenting dirinya harus keluar secepatnya menghindari Naura.
" Aaakkkk... tidakkkk!!!! " teriak Naura setelah kepergian Gavin, tubuhnya melorot duduk di lantai.
" Apa tadi dia melihat ku?
Kenapa aku begitu ceroboh..
Ah sial kau Gavin!!!
Tidakkkk aku malu sekali... bodoh kau Naura!! " Naura merutuki dirinya sendiri akan kecerobohannya yang melupakan Gavin terkurung di lemarinya.
*
Keesokan harinya Briano dan Jiandra mengunjungi cucu pertamanya, sudah lama mereka tidak berkunjung ke rumah Arnaf, Putra pertamanya.
Briano dan Jia di kejutkan dengan keberadaan Milly dan Mario di rumah Arnaf.
" Sayang, kau ada disini? " tanya Jia.
" Iya mom, "
" Sean, apa kabar sayang. " ucap mommy Jia ketika melihat Mario dari balik punggung Milly.
" Baik mom, " jawab Mario. " Dad, " Mario memeluk Daddy Brian. Dan di sambut oleh Brian dengan menepuk punggung Mario.
" Kapan Kalian sampai? " tanya Brian yang menaruh kecurigaan pada sepasang pengantin baru itu.
" Semalam kami menginap di sini Dad. " ujar Mario.
Brian menaikan sebelah alisnya untuk mencerna ucapan Mario.
" Sudah Dad, sebaiknya masuk dulu. Kita akan membicarakan nya nanti. " ujar Arnaf. Karena ini hari minggu, membuat Arnaf bebas dari tugasnya.
__ADS_1
Mereka pun bercengkerama di ruang keluarga, saling berebut ingin menggendong baby Kenzo.
" Oma, biarkan Kenzo bersama Aunty. " ucap Milly yang ingin menggendong Kenzo. Semalam Milly berlatih menggendong Kenzo dengan benar, dia menjadi ketagihan dan ingin selalu menggendong bayi mungil itu.
" Oma? enak saja panggil mommy oma! " gerutu Jia yang tidak mau di panggil oma. " Mommy masih cantik dan belum setua itu, Kenzo harus panggil Oji, terdengar lebih keren sedikit. " jelas Jia.
" Oji? " ulang Milly.
Sasa terkekeh. " Iya Milly, Oji.. Oma Jia.. " Sasa menjelaskannya pada Milly yang belum mengetahui panggilan Kenzo untuk omanya. Sebelum baby Kenzo lahir ke dunia, Arnaf dan Sasa sudah di wanti-wanti agar melatih babynya memanggil Oji.
" Ohh.. Mommy sudah tua kenapa tidak mau menerimanya. " cetus Milly yang membuat Jia menyentil telinga putrinya itu.
" Kau ini tidak sopan sekali! Mommy ini terlihat masih cantik. lihat sendiri nih.. " Jia memamerkan wajahnya yang cantik dan awet muda.
" Dan ini. " Jia memperlihatkan kulit di lengan yang masih kencang tidak ada keriput sedikitpun. " Kulit Mommy masih sangat halus.. jangan mengatai mommy tua. yang tua itu Daddy mu. " jelas Jia dengan percaya diri.
" Iya, itu semua berkat uang Daddy yang membuat Mommy masih terlihat cantik. " Milly.
" Kecantikan mommy sudah dari lahir. Sudah di takdirkan mommy cantik. Uang Daddy hanya menjadi pendukung saja. Buktinya Anak-anak Mommy tampan dan cantik. " seru Jia tak mau kalah dari putri bungsunya itu.
" Iya, Mommy benar.. Putra nya begitu tampan. membuatku jatuh cinta setiap hari. " Sasa.
" Ihhkk.. ka Sasa jangan seperti Mommy yang terlalu lebay. " Milly. " Ka Arnaf tampan menuruni wajah Daddy ku. " Milly membela Daddy nya yang ikut andil juga dalam memproduksi putra putri nya.
" Iya.. iya.. itu karena Daddy mu sangat mencintai mommy, jadi anaknya lebih mirip dengan Daddy mu. Tapi lihat lah dirimu, kau sangat mirip mommy waktu masih muda. " ujar Jia pada Milly.
Milly terkekeh, " Jadi mommy mengakui kalo sekarang mommy sudah tua, tidak lagi muda. "
" Ah.. menyebalkan sekali. Mommy mau menyusul Daddy mu saja. "
*
*
*
**Mau hari ini up lagi? jangan lupa vote yang banyak.
__ADS_1
Di tunggu Vote nya...
Bye.. bye**...