Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Merawat Mike


__ADS_3

Di kantor Mike meluapkan amarahnya pada semua bawahannya. Semalam Elia tidak menunjukan batang hidungnya setelah pertandingan itu, yang di menangkan oleh Elia dengan kecurangan nya. Sepertinya Elia sedikit takut menghadapi kemarahan Mike, wanita itu memilih untuk menginap di rumah temannya.


" Apa kau tidak punya otak! hah! mengerjakan laporan ini saja tidak becus! " suara Mike menggelegar mengisi seluruh ruangan rapat, sedangkan pria yang menjabat sebagai manager divisi keuangan hanya bisa tertunduk mengakui kesalahannya. Padahal pria itu hanya salah ketik satu angka saja tapi bagi Mike itu adalah kesalahan yang fatal.


" Kalian semua memang tidak becus! " Mike menggebrak meja.


" Ada apa ini? " Mario yang mendapat laporan dari salah satu OB tentang kemarahan Mike segera mendatangi ruang meeting.


" Kau itu bodoh sekali! memilih karyawan yang tidak mempunyai potensi! " sarkas Mike pada Mario. Dia tidak takut sama sekali pada Mario meski Mario adalah CEO di perusahaan itu sedangkan Mike hanya wakil CEO.


Mario mengerutkan keningnya, tatapannya teralih pada Gin untuk meminta penjelasan. Gin hanya mengedikkan bahunya, karena memang Gin tidak tau menau penyebab Mike sedari tadi marah tidak jelas.


" Apa kau ada masalah? " tanya Mario. Dia tidak menanggapi pertanyaan Mike.


Mike menghembuskan nafasnya dengan kasar. " Kalian semua memang menyebalkan! " seru Mike seraya meninggalkan ruangan meeting.


Mario menggeleng kan kepalanya melihat kepergian Mike. " Kita lanjutkan meeting nya. " ucap Mario.


Peserta meeting bernafas lega setelah kepergian Mike. Dimata mereka Mike sangat menakutkan saat sedang marah. Mereka baru menyadari jika ada yang lebih menakutkan selain Mario saat marah.


Mike memilih untuk menenangkan diri pergi meninggalkan kantor di ikuti Gin yang selalu setia mengekori Mike kemana pun ia pergi.


" Kaka ipar.. " panggil Milly saat berpapasan dengan Mike.


" Hem. " jawabannya tanpa menoleh.


" Apa Mario ada? " tanya Milly.


Mario hanya mengangguk menjawab pertanyaan Milly. lalu melanjutkan langkahnya.


Gin di buat heran melihat Mike yang seolah mengacuhkan Milly, " Tuan, tadi itu nona Milly yang bertanya. " ucap Gin untuk memberitahu Mike jika tadi adalah Milly yang bertanya padanya.


" Aku tau! " ketus Mike. Pria itu sangat tidak mau di ganggu.


Gin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Kenapa Mike mengacuhkan Milly, wanita yang sangat di cintai Mike?


Biasanya Mike sangat senang sekali bertemu dengan Milly, bahakan sehari tidak bertemu dengan Milly, Mike sudah terlihat gusar.


*


" Hubby... " panggil Milly.


Mario yang baru saja keluar dari ruang meeting bertemu Milly saat hendak ke ruangannya.


" Sayang.. " Mario merangkul pinggang Milly, mengelus perut Milly yang semakin membesar, tidak lupa juga memberikan kecupan di kening Milly.


" Hubby, tadi aku bertemu dengan kaka ipar, tapi seperti nya dia sedang kesal, Apa kalian ada masalah? " tanya Milly.


" Aku tidak tau, mungkin ada masalah dengan istrinya. " jawab Mario. " Apa kita jadi pergi ke dokter? "


" Iya.. Apa meeting nya sudah selesai? " tanya Milly.


" Dutta bisa meng-handle nya. " jawab Mario.

__ADS_1


Milly dan Mario pun segera pergi untuk memeriksakan kandungannya.


*


" Ara, kau tidak pulang? apa suami mu tidak mencari mu? " tanya Richard. Semalam Elia memilih menginap di tempat Ricard.


" Mana mungkin dia mencari ku. " jawab Elia.


" Tapi tidak baik, seorang istri pergi tanpa pamit pada suaminya. " jelas Ricard.


" Bilang saja kau itu terganggu oleh ku. " gerutu Elia.


" Sudah tau tapi masih menganggu. " Ricard.


" Sudah.. sudah.. lebih baik kalian sarapan dulu. " ucap Tara sembari membawa makanan untuk sarapan, lalu meletakkannya di meja.


" Ara, benar kata Ricard.. kau tidak boleh pergi tanpa pamit pada suami mu. " tutur Tara, istri dari Ricard. Tara dan Ricard belum lama menikah, mereka adalah teman dekat Elia.


" Iya.. iya.. aku nanti pulang. " Elia.Sebenarnya Elia malas sekali bertemu dengan Mike, pria itu pasti akan memberikan pelajaran padanya.


Selesai sarapan, Ricard langsung pergi ke bengkelnya. Sedangkan Elia masih di rumah Ricard menemani Tara.


" Apa kau bahagia setelah menikah? " tanya Elia. Kini kedua wanita itu sedang bersantai menonton televisi.


" Seperti yang kau lihat, Ricard sangat menyayangi ku. " jawab Tara sembari menyesap secangkir coklat panas. " Bagaimana dengan mu? " giliran Tara yang bertanya pada Elia.


Elia tersenyum kecut. " Aku tidak seberuntung dirimu.. suamiku mencintai wanita lain. " ucap Elia meratapi kisah cinta nya yang tidak beruntung.


" Aku tau sebelum kita menikah. " Elia memang sudah menceritakan semua pada Tara tentang alasan mereka menikah.


" Apa kau tidak mau merebut hati suami mu itu? " Tara.


" Entahlah, mungkin tidak akan berhasil. dia sangat mencintai wanita itu. " jelas Elia.


Tara menyenderkan tubuhnya, " Kau tau Ara, cinta akan tumbuh karena adanya kebersamaan. Mungkin suami mu akan jatuh cinta padamu seiring berjalannya waktu. "


Elia mengedikkan bahunya, tak percaya dengan ucapan Tara. Melihat cinta Mike pada Milly yang begitu besar membuat Elia tidak yakin bisa merebut perasaan itu.


Sore hari Elia memutuskan untuk pulang ke apartemen, dia sudah bersiap jika Mike akan memarahinya.


Saat Elia pulang, Mike ternyata sudah lebih dulu pulang. Pria itu sedang berbaring di sofa yang tidak muat untuk menampung tubuhnya yang kekar dan besar, hingga lengan dan kakinya terjuntai.


" Mike. " panggil Elia sembari mendekat. Namun tidak ada respon dari Mike. Elia semakin mendekat dan menggoyangkan bahu Mike, membangunkan pria itu. Mike hanya bergumam saat Elia memanggilnya.


" Apa kau baik-baik saja? " tanya Elia. Karena tidak ada jawaban dari Mike, Elia menempelkan telapak tangannya untuk memeriksa subuh tubuh Mike.


" Kau demam. "pekik Elia yang merasakan suhu panas di tubuh Mike. " Ah.. sial.. bagaimana ini.. " gumam Elia.


Mau tidak mau Elia harus mengurusi Mike, Elia membuka sepatu Mike yang masih melekat di kakinya, melepaskan jas, dasi dan mengompresnya.


Elia ke kamar Mike untuk mengambil kaos, karena kemeja yang di pakai basah oleh keringat. Setelah mendapatkannya, Elia segera turun kembali mengganti kemeja mike yang basah.


" Aduh.. bagaimana aku menggantinya.. " gumam Elia yang tidak kuat mengangkat tubuh Mike.

__ADS_1


Perlahan dengan susah payah Elia melepas kemeja itu, dan mulai memakaikan kaosnya. " Kau itu benar-benar seperti gorila! " gerutu Elia. " Mengangkat lengan mu saja begitu berat. " tambah Elia.


" Kau sungguh merepotkan ku saja! Mike ayolah bangun.. jangan membuat ku susah. " seru Elia padahal yang di ajak bicara belum tentu mendengarnya.


Sembari menunggu Mike terbangun Elia membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Elia berharap Mike akan cepat bangun saat dirinya selesai mandi.


Tapi Mike belum bangun juga saat Elia sudah selesai dengan ritual mandinya. " Mike.. ayolah bangun.. kau harus minum obat agar panas mu turun. "


Perlahan Mike membuka matanya karena bising dengan suara Elia yang terus saja berceloteh.


" Mike.. akhirnya kau bangun juga. " Elia segera meraih obat penurun panas dan segelas air mineral. " Kau harus minum obat dulu agar panas mu turun. " ucap Elia.


Mike mengikuti arahan Elia, pria itu meminum obat yang di berikan Elia.


" Mike.. kau harus pindah ke kamar mu, atau badan mu akan pegal-pegal.. " ucap Elia. Melihat tubuh Mike yang tidak tertampung sepenuhnya di sofa membuat Elia menyuruh Mike segera pindah ke kamarnya agar tidur dengan nyenyak.


Mike mengangguk. Elia pun memapah tubuh Mike.


" Aduh.. tubuh mu memang seperti gorila! " Lagi-lagi Elia menggerutu karena kesulitan saat memapah tubuh Mike, sedangkan tubuh Elia sangat mungil. Mike yang mendengarnya hanya diam, wajahnya sangat datar.


Saat akan menaiki anak tangga, Elia hampir jatuh karena tidak bisa menahan beban tubuh Mike. Elia menatap Anak tangga yang begitu banyak untuk di lalui agar sampai ke kamar Mike, rasanya Elia tidak sanggup!


Elia melirik ke arah Mike yang terlihat pucat. " Mike.. apa kau benar-benar sakit? tidak berdaya? kau saat ini sangat lemah kan? " tanya Elia yang tidak menjawabnya.


" Sepertinya dia memang sakit. "


" Aku tidak sanggup membawa mu ke kamar, kau boleh tidur di kamar ku. Tapi ingat! kau jangan macam-macam pada ku. " seru Elia.


Dan Mike hanya diam saja.


Dengan sangat terpaksa Elia membawa Mike ke kamarnya, yang tidak perlu menaiki anak tangga karena kamar Elia berada di bawah. Lagi pula keadaan Mike saat ini tidak berdaya, jadi cukup aman bagi Elia.


Elia membaringkan tubuh Mike di ranjangnya, menarik selimut untuk menutupi tubuh Mike. " Tidurlah yang nyenyak. " Elia kembali mengompres Mike.


Saat Elia memunggungi Mike, seringai muncul di wajah tampan pria itu.


*


Segini dulu yak! ini udah panjang bgt loh...


Kira2 Mike sakit beneran apa boongan ya??? Coba kalian tebak!!


*


*


*


...Jangan lupa berikan dukungan kalian...


...Like. komen. vote. ...


...Bye.. bye.. ...

__ADS_1


__ADS_2