
Semenjak hari itu, Elia selalu memperhatikan Mike. Pria tampan nan rupawan dengan tubuh yang sangat atletis itu mampu menyeret perhatian gadis berkacamata tebal. Padahal dari awal bertemu, Elia tidak begitu menyukai Mike karena selalu saja mengejek penampilannya.
Ada rasa yang aneh, yang bisa menggetarkan hati gadis itu saat berdekatan dengan Mike. Rasa yang belum pernah Elia rasakan selama hidupnya.
Pagi ini, Elia sudah menyiapkan secangkir kopi dan beberapa biskuit untuk di sajikan pada atasannya. Elia menaruh nya di meja kerja Mike.
Mike mengerutkan dahinya, dia merasa heran. Elia menyediakan secangkir kopi tanpa perlu di perintah terlebih dahulu, tidak seperti biasanya.
" Bukannya aku belum menyuruh mu untuk membuatkan kopi? " tanya Mike.
Elia pun bingung harus menjawab apa, dirinya juga tidak tau alasannya kenapa, tiba-tiba saja dia ingin membuatkan kopi agar bisa masuk ke ruangan Mike dan melihat pria tampan itu. Sejak mengatakan jadwal kegiatan Mike tadi pagi, Mike tidak lagi memanggil atau menghubungi Elia lewat telpon interkom.
" Em.. mmm.. saya pikir anda akan memintanya, kebetulan tadi saya ke pantry jadi sekalian saya buatkan. " jelas Elia.
Mike mengangguk mengerti lalu melanjutkan pekerjaannya lagi.
Elia masih berdiam diri menatap wajah Mike yang sedang serius bekerja. Mike terlihat dua kali lebih tampan jika sedang serius. Hidungnya yang mancung, rahang tegas yang di penuhi bulu-bulu halus membuat Mike terlihat sangat sexy di mata Elia.
Senyuman terulas di wajah cantik itu, entah apa yang di pikiran Elia saat ini. Yang jelas tatapannya tak teralihkan pada Mike, atasannya sendiri.
Mike menghentikan pekerjaannya lagi, ia menoleh ke arah Elia yang masih berdiri di hadapannya dengan senyuman aneh.
" Jangan melihat ku, nanti kau akan terkesima! " seru Mike membuyarkan lamunan Elia.
Elia terlihat gugup, dia malu karena telah ketauan memperhatikan Mike.
" Apa kau tidak ada pekerjaan? "
" Em.. maaf Sir. " Elia langsung membalikkan tubuhnya untuk kembali ke meja kerjanya.
" Awas! nanti kau jatuh cinta. " ucap Mike.
__ADS_1
Elia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Mike. " Tadi sir bilang apa? "
" Aku hanya memperingati mu agar hati-hati, jangan sampai kau jatuh cinta padaku. " Mike tersenyum remeh, pria itu sempat melihat Elia mengagumi dirinya dengan menatapnya tanpa berkedip.
" A-aku.. "
" Kau bukan selera ku! " jujur Mike. Sudah di pastikan wanita yang telah mengisi hatinya hanya Milly seorang. Dan wanita yang dulu pernah menghangatkan ranjangnya pun begitu sexy bukan seperti Elia.
" A-aku -- " Elia menundukkan kepalanya, suaranya tercekat saat mendengar ucapan Mike. Begitu menyakitkan bagi gadis itu.
" Sudahlah.. kembali bekerja! " Mike mengibaskan tangannya agar Elia segera pergi dari ruangnya.
Elia menghela nafasnya pasrah. Baru pertama kali dirinya tertarik dengan seorang pria, tapi sudah di kecewakan.
Elia melihat pantulan dirinya di depan cermin, terlihat jelas penampilan nya yang memang memprihatinkan. " Apa aku harus kembali seperti dulu? "
" Hay.. Elia... " sapa seseorang membuat Elia terkesiap dalam lamunannya.
" Nona. " Elia menghampiri Milly yang baru saja datang dengan membawa kotak bekal.
Belum sempat Elia menjawab, Mike terlihat keluar dari ruangannya. Mike pun terkejut saat melihat keberadaan Milly.
" Oh.. itu dia. " Milly yang melihat Mike langsung mendekat. " Ini. " Milly memberikan kotak bekal pada Mike.
" Buat ku? " tanya Mike tak percaya.
" Iya, bunda yang membuatnya.. aku membawakan untuk Mario dan sekalian aku membawa punya mu. " Milly.
Mike tersenyum bahagia, ini kali pertama Milly mengajaknya berbicara. " Terimakasih. " Mike menerima kotak bekal itu.
" Tapi ada syaratnya.. " ujar Milly.
__ADS_1
" Apa? " Mike.
Milly mencondongkan tubuhnya agar lebih dekat dengan Mike, membuat Mike merasa gugup sekaligus senang bukan main.
" Kau tidak boleh menyukai ku.. aku hanya milik Mario seorang.. kau mengerti. " bisik Milly yang tidak ingin di dengar oleh Elia.
Mike melorotkan kedua bahunya, dia tidak menyangka jika Milly akan mengatakan hal itu. Rasa bahagia yang baru saja menyelimuti hatinya kembali hancur.
Mike mengangguk, " Baiklah. " walau kecewa, tapi Mike tidak akan menyiakan kesempatan untuk bisa lebih dekat dengan Milly meski hanya sebatas kaka ipar bagi Milly. Mike hanya perlu mencintai Milly dengan caranya sendiri.
" Oke. aku pergi menemui suami ku dulu kaka ipar. " Milly tersenyum lalu menepuk bahu Mike.
" Iya. " Mike.
" Elia.. aku pergi. " Milly berpamitan pada Elia.
" Iya nona. " Elia.
Mike terus memandangi punggung Milly yang semakin menjauh dari pandangan nya, tak terasa senyum tipis di bibirnya terukir.
Elia memperhatikan Mike yang masih menatap kepergian Milly, hingga Milly tidak terlihat lagi pun Mike masih menatap ke arah sana.
" Milly.. " lirihnya.
Elia mengernyitkan keningnya, " Apa Sir menyukai nona Milly? "
Mike yang tersadar langsung kembali masuk ke ruangannya, tanpa melihat atau menegur Elia yang masih berdiri di dekatnya. Mike terlalu senang mendapat perlakuan dari Milly.
*
*
__ADS_1
*
Bye.. bye..