
Mario dan Milly sudah tiba di pantai X, mereka melangsungkan niatnya untuk bersepeda yang di sewakan.
" Mario... " Milly sudah menuntun sepedanya.
" Apa? ayo kita bersepeda.. " Ajak Mario yang sudah siap mengayuh sepedanya.
" Aku tidak bisa bersepeda.. " lirih Milly.
" Hah? " Mario dibuat heran dengan kekasihnya, " Kau tidak bisa bersepeda? " tanya Mario dan Milly menganggukinya.
" Mau belajar naik sepeda? " tawar Mario.
" Iya.. "
Mario dengan senang hati mengajarkan Milly bersepeda.
" Mario ini susah sekali.. " keluh Milly ketika mengayuh sepedanya dan sulit untuk menyeimbangkan tubuhnya.
" Ini sangat mudah Milly.. " Mario memberikan arahan pijakan kaki, dan memegangi sepada agar tidak jatuh.
" Baiklah aku coba lagi. tapi kau harus pegang yang kuat. aku takut jatuh.. "
" Iya... "
Milly pun mulai mengayuh dengan perlahan, Mario dengan penuh kesabaran melatih Milly hingga bisa, walaupun Milly tak henti berceloteh, terlalu cerewet menurut Mario.
Keduanya kembali ke mobil mereka yang terparkir sembarang di tepi pantai, suasana pantai begitu sepi dengan pengunjung hingga membuat dua sejoli merasa tidak ada gangguan.
" Milly.. apa kau senang hari ini? " Mario dan Milly tengah bersandar di kap mobil menghadap ke lautan yang terbentang luas.
" Aku sangat senang jika bersama mu. " Milly tak henti mengembangkan senyumannya.
Hening..
Mario berusaha menyusun kata untuk memberitahu Milly akan niatnya yang tidak bisa menemuinya lagi setelah mereka pulang dari liburan singkat ini.
Dengan mengambil nafas yang dalam seraya mempersiapkan diri, Mario merogoh kantung celana dan mengeluarkan suatu benda dari sana.
Milly sangat terkejut melihat Mario yang tiba - tiba berlutut di depannya dan mengulurkan tangannya dengan memperlihatkan sebuah kotak berisikan cincin berlian yang sangat indah.
" Will you marry me? " ucap Mario dengan penuh harapan.
Milly menangkup kan kedua telapak tangannya untuk menutupi mulutnya yang menganga, tak percaya dengan apa yang di lihatnya sekarang.
" Milly.... Will you marry me? " ulang Mario karena tak kunjung mendapat jawaban dari Milly.
" Kau serius? " bukannya menjawab, Milly bertanya lagi untuk meyakinkan dirinya bahwa benar adanya yang ada di depannya saat ini.
Mario mengangguk dan tersenyum menatap Milly.
" Yes.. " dengan senang hati Milly menerima lamaran dari Mario.
__ADS_1
Mario pun menyematkan cincin nan indah itu ke jari manis Milly, di kecuplah jemari Milly dengan penuh sayang. " Thank you.. "
Milly langsung menghamburkan diri pada tubuh Mario yang baru saja berdiri di hadapannya.
" Kau senang? " Mario membalas pelukan Milly dan mengelus rambut Milly, Milly menganggukan kepalanya yang masih bersandar di dada bidang pria yang baru saja resmi menjadi calon suaminya.
" Aku sangat bahagia Mario. " Milly mendongakan kepalanya untuk menatap wajah Mario.
Perlahan Mario melabuhkan ciuman nya pada bibir Milly. Mereka sangat menikmati ciuman itu, ciuman lembut yang semakin panas, Mario mencium Milly dengan rakus dan sesekali memberikan jeda untuk sama - sama meraup oksigen untuk bernafas, dan melanjutkan nya lagi seolah tidak akan ada hari esok untuk menikmati nya kembali.
Mereka menyatukan keningnya seusai ciuman itu terlepas. " I love you.. " ucap Mario dengan nafas yang masih memburu.
Entah yang ke berapa kali Milly mendengar kata kata itu dari Mario, tapi Milly sangat senang Mario mengakui perasaan nya. " I love you to.. "
Mario kembali memeluk Milly dengan sangat erat.
" Milly ada yang ingin ku katakan pada mu. " Mario membawa Milly masuk ke dalam mobil untuk menghindari teriknya matahari yang membakar kulit putih mulus Milly.
" Katakan saja. " ucap Milly tanpa menoleh ke arah Mario, dirinya masih memperhatikan cincin yang tersemat di jari manisnya.
" Milly..hari ini pertemuan terakhir kita.. " ucap Mario dengan penuh hati - hati.
Milly berhenti dari aktivitas nya dan memfokuskan menghadap ke Mario. " Apa maksudmu? " tanya Milly, terlihat ada kecemasan di raut wajahnya.
Mario menggenggam tangan Milly untuk menenangkan kecemasannya. " Ini pertemuan terakhir kita, kita tidak akan bertemu lagi sampai kau menyelesaikan studi mu. "
Milly masih setia mendengar penjelasan dari Mario.
" Aku akan menikahi mu di hari kau menyelesaikan studi mu. " Mario.
" Iya.. "
" Dan kita akan bertemu lagi saat kita menikah? " Milly.
" Iya.. kau sangat pintar. " Mario mengelus rambut Milly.
" Jadi, kita akan menikah tanpa berkencan? "
" Iya.. "
" Ck, kenapa begitu? bagaimana bisa aku tidak bertemu dengan mu. itu akan sulit. " Milly mencebikan bibirnya.
" Ini semua demi kebaikan kita, kau harus fokus untuk belajar dan mendapatkan nilai yang terbaik. jika kita sering bertemu kau akan selalu teringat dan membayangkan ku. " Mario tergelak, Mario sengaja tidak memberitahu bahwa ini semua keinginan Daddy nya.
" Yasudah tidak apa, aku masih bisa chat dan video call dengan mu. " Milly.
" Tidak ada chat dan video call.. " Mario menggelengkan kepalanya.
" Menyebalkan sekali.. aku mana bisa Mario... tidak bertemu dengan mu sehari saja sudah membuat ku gila.. " gerutu Milly.
Mario terkekeh. " Harus bisa Milly... " Mario pun tak yakin dengan dirinya sendiri, apa bisa dia tidak bertemu dengan Milly dalam waktu yang cukup lama?
__ADS_1
" Kau mau kan menikah dengan ku? " Mario.
" Tentu saja, tapi kenapa harus tidak bertemu?
" Kita harus bisa, jika kita ingin menikah. " Mario.
" Tapi kenapa? aneh sekali, tidak seperti pasangan lainnya. " Milly tak hentinya menggerutu.
" Tidak usah banyak tanya, kau mau menikah dengan ku atau tidak? "
" Iya, tapi aku pasti akan selalu merindukan mu. " lirih Milly.
" Percayalah.. aku pun berat jika tidak bertemu dengan mu.. " Mario.
" Delapan bulan, selama itu aku tidak bisa bertemu dengan mu? itu sangat lama... "
" Delapan bulan di awal pertemuan kita, di hari itu juga kita akan menikah.. " Mario menghujani kecupan di punggung tangan Milly yang ada di genggamannya.
" Benarkah? " wajah Milly berbinar mendengar kata ' menikah ' apalagi menikah dengan Mario, membuat Milly sejenak melupakan kesedihan nya.
" Iya kita menikah.. "
" Waawww... senangnya... aku akan menikah dengan mu setelah aku wisuda.. itu akan menjadi hari yang paling bahagia untuk ku, dan... " Milly menghentikan ucapan nya yang belum selesai.
Mario memicingkan sebelah alisnya, " Dan? "
Milly menyengir menunjukan gigi rapihnya. " Dan malam nya.... akan menjadi malam pertama kita... uhhhh senangnya... " Milly mengucapkan dengan pikiran yang melayang entah kemana.
Mario terkekeh melihat tingkah konyol Milly. " Malam pertama... yakin kau tidak akan menghindari ku? "
" Tentu saja... kenapa aku harus menghindari mu, "
" Oh.. "bibir Mario membulat seraya menahan senyum yang mengejek. " Aku pegang janji mu.. " Mario mencubit.
" Siap Hubby.. "
" Hubyy? "
" Hem.. "
" Oke, Honey.. "
*
*
*
Yakin mil, lo gak bakalan kabur??? 🤣🤣🤣
Jangan lupa Vote.. vote.. vote...
__ADS_1
Karena Vote kalian membuat Author semangat up.
Bye.. bye..