Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Malam pertama yang gagal


__ADS_3

" Hubby.. " lirih Milly.


" Apa sayang? " Mario mengelus tangan Milly yang melingkar di lengan kekarnya.


Mereka kini tengah berdiri di atas pelaminan untuk menyambut kedatangan tamu yang ingin mengucapkan selamat pada pasangan pengantin baru itu.


" Kaki ku pegal sekali. " gerutu Milly.


" Kau mau istirahat? "


" Iya.. "


" Baiklah kita istirahat dulu, " Mario mengelus lembut pipi Milly. " Aku akan pamit dulu pada Daddy dan yang lainnya. "


Belum sempat Mario beranjak dari tempatnya, Brian dan Jia menghampiri nya.


" Mommy... " Milly menghambur ke pelukan Jia.


" Sayang, kau ini manja sekali.. "


" Mom, kaki ku pegal sekali.. " rengek Milly pada Mommy nya.


Jia hanya menggeleng kan kepalanya, " Iya, nanti beristirahat lah yang cukup. "


" Iya mom, "


" Sean sekarang kau telah resmi menjadi suami putri kecil ku, kau harus menjaganya dengan baik. " petuah Brian pada menantu barunya yang tak lain adalah Mario.


" Tentu dad, aku akan menjaga Milly dengan baik. " Mario.


" Hubby, ayo kita istirahat... " Milly.


" Iya sayang. "


" Dad, aku akan membawa Milly untuk istirahat dulu. " Mario berpamitan pada Brian dan di angguki oleh Brian.


Namun langkahnya terhenti ketika Valent dan Tiara datang untuk mengucapkan selamat.


Setelah cukup lama mereka mengobrol, Milly memutuskan istirahat terlebih dahulu di temani oleh pelayan. Sedangkan Mario meneruskan bercengkrama dengan Brian dan Valent.


" Sean, apa kaka mu tidak hadir di pernikahan mu? " tanya Brian.


Mario pun baru menyadari ketidak hadiran Mike di pestanya. " Mungkin sebentar lagi akan datang. "


Setelah Brian dan Valent pamit untuk menemui rekan bisnisnya, Mario menghampiri Dinda dan Morgan.


" Ayah, bunda... apa ka Mike belum juga datang? "


" Iya, begitulah kaka mu, selalu menghilang sesuka hati. Bunda sudah menghubunginya tapi ponselnya tidak aktif. "


" Mungkin dia ada urusan penting. " Morgan.


" Jangan cemas, dia pasti datang. " Dinda.


" Iya bun, " ucap Mario.


*


Di sisi lain, dua orang pria tengah bersiap menjalankan perintah dari atasannya.


" Kau sudah siap? " tanya seorang pria yang merupakan kaki tangan Mike. Ya pria itu bernama Gin.


" Siap bos, "


" Jangan sampai kalian melakukan kesalahan. " Gin memperingati kedua anak buah baru nya, karena Mike hanya pergi bersama Gin dan dua bodyguard lainnya yang setia mengekori Mike kemana pun.


" Baik bos, " Mereka pun berjalan meninggalkan Gin dan siap untuk menjalankan tugasnya.


Mereka tiba di lantai dua.


" Apa kita salah informasi? " pria berkepala plontos itu mencocokan foto yang ada di tangannya dengan banner sepasang pengantin yang terpanjang di depannya.


" Tapi aku tidak salah dengar, mereka menyuruh kita menculik pengantin wanita di lantai dua, karena di lantai sepuluh setahu ku adiknya lah yang menikah. " ucap pria satunya.


" Tapi kenapa fotonya berbeda? ah, kau pasti salah dengar! kita cari wanita ini di lantai sepuluh! "


" Baiklah, ayo cepat. Aku sudah tidak sabar mendapatkan bonus besar. "


Di lantai sepuluh.

__ADS_1


Kedua pria itu berjalan menuju tempat pesta di langsungkan.


Belum sampai di tempat pesta, mereka melihat Milly dengan seorang pelayan berjalan menuju tempat dimana tadi Milly di rias.


Mereka segera membandingkan foto yang di pegang dengan wajah Milly, dan ternyata sangat mirip.


Tidak perlu menunggu lama, mereka menjalankan aksinya dengan cara membekap Milly dan membiusnya hingga tidak sadarkan diri.


Membawa Milly dari tempat itu sesuai rencana yang sudah tersusun rapih tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.


Mike tengah menunggu kedatangan Gin dan Milly di pesawat jet pribadinya, tidak sabar bertemu dengan gadis yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama nya.


" Bos, mereka sudah datang. " Gin melaporkan kedatangan kedua anak buahnya yang membawa Milly.


" Cepat bawa gadis itu, kita akan kembali ke Jepang. " Mike.


" Baik bos. " Gin.


Dengan penuh hati - hati, mereka memindahkan Milly yang masih tidak sadarkan diri.


" Ini bayaran kalian! " Gin memberikan amplop yang cukup tebal.


" Terimakasih bos, " pria berkepala plontos itu menerima amplop dengan wajah berbinar.


" Tapi bos, gadis itu tadi --- " belum sempat memberitahu bahwa gadis itu adalah pengantin wanita yang berada di lantai sepuluh, pria berkepala plontos telah menginjak kaki temannya untuk bungkam.


" Ada apa? " tanya Gin.


" Tidak apa bos, "


" Baiklah.. kalian boleh pergi. " Gin pun kembali masuk ke dalam pesawat jet milik Mike.


Setelah kepergian Gin, mereka berdua mulai berdebat kecil.


" Kau ini tidak usah banyak bicara! yang penting tugas kita sudah beres dan mendapatkan upah banyak! "


" Iya, yasudah ayo kita pergi dari sini. "


" Benar, kita harus segera pergi keluar kota. "


***


Mario yang akan menemui Milly, terkejut melihat pelayan yang bersama Milly tak sadarkan diri di lantai.


" Tuan.. " pelayan itu pun tersadar.


" Apa yang terjadi? dimana Milly! " tanya Mario dengan wajah gusar.


" Tuan, tadi nona Milly di bawa oleh dua orang berbadan besar, tapi aku tidak tau mereka membawa nya kemana. " jelas pelayan itu.


" Shit!!! " umpat Mario mengusap wajahnya dengan kasar.


" Duta!!! " panggil Mario.


" Segera cari Milly!!!! " Mario berteriak frustasi mendengar Milly telah di culik dari pelayan yang tadi menemaninya.


" Baik tuan, " Duta.


Mario kembali menunjukan aura wajah yang sangat menakutkan bagi siapa saja yang melihatnya. Wajah yang selama ini hanya di tunjukan pada musuh - musuhnya di dunia mafia, kini kembali terlukis di wajah tampannya.


Brian dan Valent pun ikut bertindak mencari keberadaan Milly.


Bukan hanya mereka Arnaf dan Gavin pun mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari Milly.


***


Di Jepang.


Pagi hari, Milly mulai tersadar dari tidurnya akibat obat bius yang membuatnya tertidur sepanjang malam.


" Di mana ini? " Milly mengitari pandang nya ke seluruh ruangan.


Seketika bayangan saat dirinya di culik muncul di otak nya. " Apa aku di culik? " gumamnya.


Milly memperhatikan dirinya yang masih menggunakan gaun pengantinnya.


" Sial! aku di culik! " Milly segera bangkit dan berlari mencari jalan untuk kabur dari tempat ini.


Dilihatnya banyak sekali pengawal berdiri di depan pintu kamar dimana Milly terkurung.

__ADS_1


Dengan hati - hati Milly keluar melalui jendela kamar itu.


" Bagaimana aku bisa kabur, " lirih Milly yang melihat pagar menjulang tinggi di depannya.


" Aku harus bisa. " Milly mencoba menaiki pagar itu, hal seperti ini memang sering di lakukannya untuk kabur dari rumah, tapi saat ini pagar yang di panjatnya sangatlah tinggi di tambah dirinya masih memakai gaun pengantin yang sangat panjang, membuat Milly sedikit susah.


Setapak demi setapak Milly bisa memanjat hingga sampai setengahnya, " Sedikit lagi. " gumam Milly.


Milly tidak menyadari bahwa tepat di belakang nya Mike berdiri tengah menyaksikan aksi Milly.


Rambut panjang Milly yang sudah tergerai dan gaun pengantin Milly yang terjuntai melambai, membuat Mike semakin terkesima, walau hanya melihat Milly dari belakang.


" Apa kau tidak lelah? " seru Mike.


" Aawwww... " Milly terkejut mendengar suara Mike dan terjatuh karena tidak bisa mengimbangi tubuhnya.


Milly terjatuh tepat di atas tubuh Mike.


" Cantik. " batin Mike.


Milly segera mengangkat tubuhnya dari Mike, " Kau!! " pekik Milly yang baru sadar mengingat wajah Mike yang tak asing.


" Kau mengingat ku? " Mike pun berusaha berdiri dari duduknya.


" Tuan, tolong aku. Aku di culik, tolong bawa kabur aku dari sini. " ucap Milly.


Mike terkekeh, dan memanggil pengawalnya tanpa menghiraukan permintaan Milly.


" Pengawal!! "


" Iya bos, "


" Bawa gadis ke dalam kamar! " titah Mike pada pengawalnya.


Milly pun terkejut, tak menyangka jika yang menculiknya adalah pria yang baru saja di mintai bantuan untuk kabur.


" Lepaskan aku!! " Milly meronta saat di bawa kembali ke kamar dimana dia di kurung.


" Kenapa kau menculik ku! " sergah Milly yang sudah ada di dalam kamar.


" Hanya ingin. " ucap Mike sekenanya.


" Huaaaaa.... hiks.. hiks... kenapa kau menculik ku " Milly menyerang Mike dengan memukul dada bidang Mike.


" Diamlah! sebaiknya kau tetap diam di sini, dan segera bersihkan dirimu. " Mike sedikit menjauh dari tubuh Milly.


" Huaaa... kenapa menculik ku di waktu yang tidak tepat!! huaaa......hiks.." Milly menjatuhkan diri terduduk di lantai.


" Huaaa.... kau mengacaukan malam pertama ku! kau jahat sekali!! hiks.. hiks... "


" Itulah yang ku mau! " ucap Mike.


" Kenapa tidak besok saja menculik ku, setelah malam pertama ku! hiks... hiks... "


" Hiks.. hiks... malam pertama ku gagal.. hiks.. hiks.. " Milly tak henti menangisi malam pertama nya yang gagal.


Mike menggelengkan kepalanya, melihat tingkah Milly yang meributkan malam pertama, bukannya menangisi untuk segera di lepaskan.


Mike memilih meninggalkan Milly yang masih merancau dan menangisi malam pertama yang gagal.


" Hiks.. hiks.. hubby..malam pertama kita gagal.. hiks.. "


" Awas saja kau! akan ku adukan pada Daddy ku dan ka Arnaf!!! akan ku tembak kau! " teriak Milly pada Mike yang telah menghilang dari pandangannya.


*


*


*


Ini abang Mike waktu ketemu Milly di bali.



Dan ini abang Mike setelah jatuh cintrong ama Milly.



Jangan lupa Vote.. vote.. vote...

__ADS_1


Karena Vote kalian membuat Author semangat up.


Bye.. bye..


__ADS_2