Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Permintaan aneh


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu, selama tujuh hari juga Naura sudah resmi menyandang istri sah dari seorang pria yang bernama Gavin Al Nugroho, wakil CEO di perusahaan Diamon Group, perusahaan turun temurun dari sang kakek buyutnya, Diamon Atmaja Nugroho. Yang sekarang di pimpin langsung oleh Briano Al Nugroho dan kelak akan jatuh di tangan Putra keduanya.


Dan disinilah sepasang pengantin baru itu yang sudah memulai aktivitasnya kembali, jika di tempat kerja mereka hanya sebatas atasan dan bawahan saja.


Pagi ini Naura di buat kesal oleh Gavin, pasalnya dia melupakan dokumen penting yang harus di bawanya untuk meeting siang ini dan Gavin tidak tanggung-tanggung memarahi Naura di depan banyak karyawan saat mereka baru saja sampai di lobby, membuat Naura sangat malu.


" Kak Naura.. kau terlihat sangat kusut sekali. " ucap Elia yang melihat Naura baru saja tiba di meja kerjanya.


Bagaimana Naura tidak cemberut? Gavin menyuruhnya pulang saat dirinya baru saja sampai menginjakkan kakinya di perusahaan ini, hanya untuk mengambil dokumen itu. Bukankah dia bisa menyuruh supir untuk mengambilnya, Sungguh Gavin sangat menjengkelkan!


" Aku hanya lelah.. " ucapnya menghela nafas. " Elia, tolong antarkan ini pada bos mu itu! " serunya saat dirinya baru saja mendaratkan tubuhnya di kursi.


Tanpa banyak kata, Elia segera memberikan dokumen itu pada Gavin yang sudah berada di ruangannya. " Baik kak. "


" Elia, aku mau ke pantry dulu.. sepertinya dengan secangkir teh hijau akan membuat ku lebih baik. " ujar Naura.


Elia yang tau jika Naura baru saja terlebih marah oleh atasannya yang tidak lain adalah suaminya sendiri mengangguk mengerti. " Iya, kak.. aku antar ini dulu ke ruangan pak Gavin. "


Naura mengangguk kemudian berlalu menuju pantry.


Elia memberikan dokumen itu kepada Gavin yang sedang sibuk berkutat dengan pekerjaannya yang sudah menumpuk setelah dia tinggalkan untuk cuti selama satu minggu ini.


" Dimana Naura? " ada rasa bersalah saat ia mengingat kejadian tadi pagi di lobby hanya karena masalah yang tidak terlalu besar, dia tidak bermaksud untuk memarahinya, namun Gavin masih merasa kesal karena Naura selalu saja membantah ucapannya.


" Sedang di pantry pak, dia terlihat tidak baik baik saja. " Elia berusaha memberi tahu keadaan istri dari atasannya yang sedang badmood.


" Oke. kau boleh keluar. " Gavin.


Elia menunduk hormat. " Permisi pak. "


" Apa dia masih marah padaku. " lirih Gavin setelah Elia menutup rapat pintu ruangan nya. " Ck, tapi dia selalu membuat ku kesal! " gerutunya.


Bagaimana Gavin tidak kesal? jika Naura selalu saja melakukan berbanding balik dengan ucapan Gavin.


Jika Gavin meminta kopi, Naura membuatkan teh atau susu.


Jika Gavin ingin meminta air dingin, Naura akan mengambilkan air panas.


Dan begitu seterusnya.


Gavin mengacak rambutnya dengan kasar. " Sial!! "


Di pantry, Naura tak hentinya mengeluarkan umpatan dan sumpah serapah untuk Gavin. Dia masih kesal dengan Gavin yang memarahinya di depan banyak karyawan nya, sungguh memalukan apalagi mereka menyandang status baru sebagai suami istri.


" Awas saja kau! akan ku balas. " ucapnya dengan mata yang berapi-api tangannya memegang erat gelas seakan ingin meremukkannya.


*


Di perusahaan Yamazaki Corp.


Sudah beberapa hari ini Milly selalu mendatangi Mario saat tengah bekerja, bukannya tidak senang jika sang Istri berkunjung ke kantornya.

__ADS_1


Namun kedatangan Milly selalu saja membuat kekacauan. Mario terpaksa menuruti keinginan Milly yang sangat konyol dan mengabaikan pekerjaan yang sangat penting, apalagi tinggal beberapa minggu lagi perusahaan nya akan meluncurkan produk gadget terbaru.


" Hubby... " Milly menyembulkan kepalanya di pintu ruang rapat.


Mario memejamkan matanya untuk meredakan amarahnya saat mendengar suara yang tidak asing dan tersenyum paksa ke arah suara berasal.


Sedangkan para karyawan yang sedang ikut serta rapat tidak heran lagi dengan kedatangan istri dari atasannya itu. Sudah beberapa kali meeting mereka terganggu oleh Milly.


" Sepertinya aku akan sial lagi! " batin Dutta.


" Apa sayang. " ucapnya, sebisa mungkin menunjukkan wajah riangnya.


" Apa aku mengganggu? " tanya Milly tanpa merasa bersalah.


" Tentu saja menganggu, ini meeting yang sangat penting. "


" Tidak sayang. Ada apa kau kesini? " Mario bangkit dari kursi kebesarannya berjalan bkeng arah Milly.


" Emm... aku ingin memakan ice cream bersama mu. " ucap Milly.


" Damn!! hanya makan ice cream? astaga.. Milly.. "


" Baiklah.. tapi apa kau bisa menunggu ku sebentar? aku akan menyelesaikan pekerjaan ku dulu. " Mario mengelus pipi Milly.


Milly mengerucutkan bibirnya, " Kau tidak mau! kau jahat sekali! " Milly memukul bahu Mario, dia mudah tersinggung dan sangat sensitif tidak seperti biasanya.


" Bukan tidak mau sayang, " Mario menghela nafasnya. " Baiklah ayo kita pergi sekarang. " ucapnya pasrah. Dia tidak mau mengambil resiko jika Milly akan marah padanya dan kembali mengeluarkan jurus andalannya, mendiami Mario.


" Tunggu sebentar " Milly menghentikan langkahnya.


" Ada apa? " Mario.


" Tiba-tiba aku tidak mau memakan ice cream di sana, aku ingin memakannya di sini saja sambil bermain monopoli bersama Niken dan Dutta. " ucap Milly.


Mario melebarkan kedua matanya. " Whatt!! bermain monopoli! "


" Bolehkan, aku pinjam dulu mereka? " ucapnya memelas. Namun Mario masih diam mencerna permintaan Milly.


" Apa tidak boleh. " lirih Milly menundukkan kepalanya, wajahnya terlihat sedih.


" Ehemm.. " Mario menetralkan suaranya. " Tentu saja boleh. "


Dengan cepat Mario memanggil Dutta dan Niken. dan terpaksa meeting mereka pun tertunda.


Dutta dan Niken sudah berdiri di hadapan Mario dan Milly.


" Dutta, Niken.. kalian temani Milly. " ucap Mario dengan keraguan, bagaimana bisa dia menyuruh karyawannya untuk bermain dengan istri kecilnya di saat jam kerja.


Dutta mengangkat kepalanya yang tertunduk dan menunggu kalimat selanjutnya yang sudah ia tebak akan sangat merugikan nya.


Milly tersenyum ke arah Dutta, senyuman yang sangat di hindari oleh Dutta setelah beberapa kali ia mendapatkan kesulitan saat senyum itu sudah terbit di wajah cantik istri atasannya itu.

__ADS_1


" Hari ini temani aku bermain monopoli. "


" Yang benar saja! " batin Dutta.


" Baik nona. " ucapnya dengan lemas.


" Hubby kenapa kau masih disini? " seru Milly yang mendapati Mario masih berdiri tegak di samping nya.


Mario mengernyit heran, " Hah? "


" Cepat pergilah, aku sudah tidak sabar memakan ice creamnya. "


" Maksud mu.. "


" Bukannya kau yang akan membelikan ku ice cream, cepatlah.. aku akan menunggu mu. "


" Astaga.. " Mario tidak menyangka jika dirinya meninggal kan meeting penting hanya untuk membeli ice cream.


" Apa tidak menyuruh mang Asep saja. " ucap Mario menyarankan agar mang Asep yang membelikannya.


" Tapi aku mau kau sendiri yang membelikannya untuk ku. "


Mario mendengus kesal. " Iya.. iya.. aku yang membelikannya untuk mu. "


Dutta dan Niken terlihat sedang menahan tawanya, seorang presdir Yamazaki Corp. meninggalkan meeting penting untuk membelikan ice cream buat istrinya.


" Hubby aku ingin ice cream dengan toping mayonaise. "


" Mayonaise? memangnya ada? " Mario heran dengan permintaan aneh istrinya, sepengetahuan nya toping untuk ice cream bermacam-macam tapi bukan mayonaise salah satunya.


" Kalau tidak ada, kau cari sampai ketemu. " Milly.


" Kau itu aneh sekali. mana enak ice cream bertoping mayonaise, ada-ada saja. " Mario menggelengkan kepalanya.


" Aku tidak mau tau, kau harus menemukannya. aku tunggu di ruangan mu. " Milly berbalik dan melangkah ke ruangan Mario.


Sedangkan Mario di buat mengangga dengan permintaan Milly yang aneh bin ajaib. " Apa dia benar akan memakannya. "


*


*


*


Terimakasih yang sudah memberikan dukungannya.


Jangan bosen bosen ya berikan like komen kalian biar author tambah semangat ngetik.


Kalo perlu Vote!


Bye.. bye..

__ADS_1


__ADS_2