Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Kau jahat Gavin!


__ADS_3

Mike memijat keningnya yang tidak pusing saat melihat penampilan Elia yang jauh dari kata menarik. Baru kali ini Mike melihat gadis berpenampilan sangat buruk, menurutnya.


Saat di pesta Milly, Mike tidak terlalu memperhatikan kehadiran Elia. Dan Mike menerima begitu saja tawaran dari Briano. Mike pikir, sekertaris atas rekomendasi dari Briano itu berwujud layaknya sekertaris pada umumnya, yang cantik dan menarik.


Elia kini tengah berdiri dengan menundukkan kepalanya saat memenuhi panggilan dari Mike.


" Ehem.. " Mike berdehem untuk menghilangkan kecanggungan. " Berapa usia mu? " tanya Mike yang kini duduk di kursi kebesaran wakil CEO di Yamazaki Corp.


Sebelum Mike mendirikan perusahaannya sendiri, Mike lebih dulu membantu Mario mengurus perusahaannya.


" 23 tahun Sir, " jawab Elia. Elia merasa bingung, kenapa Mike menanyakan usianya, padahal info lengkap sudah tertera di CV yang saat ini sudah berada di tangannya.


" Ck, aku pikir kau berusia 40 tahun lebih. " Mike berucap tanpa memikirkan perasaan Elia, " Penampilan mu membuat ku --- " Mike tak tega melanjutkan ucapannya dan menghela nafas, " Sudahlah yang penting otak mu bisa bekerja dengan baik. "


Elia hanya diam, dia sama sekali tidak memperdulikan hinaan dari atasan barunya itu, sudah sering kali dia mendapatkan ejekan karena penampilannya. Jadi, Elia tidak mau ambil pusing apalagi diambil hati.


Elia sudah terlalu nyaman dengan penampilannya yang jauh dari kata menarik. Semua itu ia lakukan demi menjaga diri. Dulu, Elia adalah gadis berparas cantik yang selalu di damba oleh para kaum adam, penampilannya pun sangat menarik. Hingga suatu ketika, Elia hampir saja mendapat pelecehan dari seorang pria yang tak bertanggung jawab. Sejak itu, Elia memutuskan untuk merubah penampilannya berbanding balik.


" Kau boleh kembali ke meja kerja mu, " titah Mike.


" Baik Sir. " Elia pun keluar dari ruangan Mike, menuju meja kerjanya yang tidak jauh dari ruangan Mike.


*


Di perusahaan Diamon Grup.


Naura kini mulai sibuk kembali dengan pekerjaan nya, karena sekarang dia hanya bekerja sendiri tanpa adanya Elia.


Gavin terlihat keluar dari ruangan nya. Saat sampai di depan meja kerja Naura, Gavin menghentikan langkahnya. " Naura, aku akan keluar sebentar. "


" Apa ada meeting di luar? " tanya Naura.


" Tidak, aku hanya akan bertemu dengan Kendra. " Gavin.


" Oh.. tidak perlu aku temani? " Naura.


" Tidak perlu, nanti kau bisa makan siang terlebih dahulu tidak usah menungguku. " Gavin.


" Baiklah. " Naura.


Seusai berpamitan, Gavin pun pergi meninggalkan Naura.

__ADS_1


Naura merasa heran, tidak biasanya Gavin pergi tanpa mengajak dirinya. Tidak mau berfikir lebih, Naura mengerjakan pekerjaannya lagi.


Gavin bertemu dengan Kendra di sebuah Cafe yang tidak jauh dari Diamon Group, cafe yang sering Gavin dan Naura kunjungi.


Mereka membahas tentang pembangunan proyek baru yang berlokasi di Kalimant*n. Cukup lama mereka menghabiskan waktu membahas proyek baru itu, hingga Kendra berpamitan karena ada meeting dengan rekan bisnisnya yang lain.


Gavin keluar dari cafe itu, dia melirik toko bunga yang tepat berada di samping Cafe. Entah kenapa dia teringat dengan istrinya, dan berniat untuk memberikan satu buket bunga tulip, bunga kesukaan Naura.


Gavin tersenyum saat satu buket bunga tulip sudah ada di tangannya.


Saat Gavin akan menuju mobilnya, terdengar suara yang memanggil namanya.


" Gavin. "


Gavin mengedarkan pandangannya, mencari asal suara tersebut. " Melisa... "


" Hai apa kabar? " Melisa menyapanya, tak lupa memberikan cipika cipiki.


" Kabar ku baik Mel, " jawab Gavin dengan senyumannya.


Melisa adalah salah satu teman kencan wanitanya. Gavin memang banyak sekali mempunyai teman kencan, tapi hubungan mereka tidak pernah melewati batas.


Gavin selalu ingat dengan nasihat Daddy nya, yang tidak memperbolehkan dirinya merusak perempuan manapun. Seliar-liarnya Gavin, dia hanya mengambil kesempatan dari wanitanya sebatas dada. So, Naura lah wanita pertamanya.


" Sorry Mel, aku sudah beristri.. tidak seperti dulu lagi yang bebas berkencan dengan mu. " jelas Gavin.


" Oohh.. rupanya kau tipe pria yang sangat setia. " Melisa.


Gavin mengangguk, " Yah.. begitulah. Kau harus mencari pria lain untuk berkencan dengan mu. "


" Iya, aku harap begitu. " lirih Melisa. " Tapi, apa kau mau membantu ku untuk yang terakhir kalinya? aku sangat membutuhkan pertolongan mu. "


" Apa yang bisa ku bantu? "


Melisa terlihat lesu, " Kau pasti sudah tau apa yang ku butuhkan. "


Gavin memicingkan sebelah alisnya. " Apa kau memerlukan uang? " tebak Gavin.


Melisa mengangguk. " Ibu ku harus di operasi dan membutuhkan biaya lumayan banyak. "


Tanpa ragu lagi, Gavin mengeluarkan ponselnya dari saku celana. " Tuliskan nomor rekening mu. " Gavin menyerahkan ponselnya agar Melisa mengetiknya sendiri.

__ADS_1


Gavin sudah lama mengenal Melisa, Gavin pun tau jika ibu Melisa sering kali masuk rumah sakit karena penyakit gagal ginjalnya yang mengharuskan tiap minggu cuci darah, dan semua itu butuh biaya yang sangat banyak.


" Terimakasih Gavin. " ucap Melisa sembari memberikan pelukan pada Gavin. Melisa terlihat sangat bahagia bertemu dengan Gavin di saat dirinya sedang kebingungan mencari uang pinjaman. " Aku akan mengembalikan nya jika uang ku sudah terkumpul. "


" Kau tidak perlu memikirkan nya, rawatlah ibu mu dengan baik. " ucap Gavin


Melisa mengangguk, " Sekali lagi, terimakasih Gavin. kau sangat baik pada ku. Aku Do'akan agar kau selalu bahagia dengan istri mu. "


Gavin tersenyum. " Terimakasih atas do'a mu. "


Tanpa mereka sadari, dari kejauhan Naura melihat semuanya. Bagaimana Melisa tersenyum dan memeluk Gavin, Gavin yang sama sekali tidak menolak pelukan itu, bahkan Gavin tersenyum pada wanita itu.


Pemandangannya itu membuat hati Naura begitu sesak, apalagi Gavin memberikan sebuket bunga pada wanita itu. Naura benar-benar hancur. Air mata pun mengalir begitu saja di pipinya.


" Kau brengsekkk Gavin!! " pekik Naura.


Gavin dan Melisa pun terkejut mendengar makin Naura.


" Naura.. " Gavin.


" Kau jahat Gavin!! " Naura berlari menjauhi dari tempat itu.


Naura tidak menyangka akan melihat semua itu, niat ingin menghabiskan waktu istirahat nya, justru mendapati Gavin dengan wanita lain.


Naura berfikir, jika inilah alasan Gavin tidak mengajaknya, ternyata Gavin berniat menemui wanita lain dengan alibi bertemu Kendra.


*


*


*


Nah lohh.. abang Gavin, rasakan kau!!!


*


JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN KALIAN


LIKE, KOMEN, VOTE..


VOTE YANG BANYAK!!

__ADS_1


BYE.. BYE..


__ADS_2