
Sudah beberapa bulan Mario menjalani hari - hari tanpa bertemu dengan Milly. Rindu yang tertanam di dalam hati semakin tumbuh besar, ingin rasanya menemui Milly melepaskan semua kegelisahan yang ada di hatinya, namun Mario mengurungkan niatnya karena teringat akan perjanjian antara dirinya dan pria yang sewaktu kecil ia panggil dengan sebutan Daddy.
Sedangkan Milly melewati harinya tanpa kehadiran Mario dengan menyibukkan diri dengan menyusun skripsi sangat apik agar mendapatkan nilai terbaik.
Di hari pernikahan Rafi dan Kenny, Mario bisa mengobati rasa rindunya meski hanya bisa melihat Milly dari kejauhan.
Milly pun sama, terlihat senyumnya melebar ketika melihat pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
Pandangan mereka saling bertemu, kedua sejoli itu tak ingin melepas atau melewati satu detik pun untuk memandang wajah yang sangat di rindukan.
Ingin rasanya Mario menyeret Milly ke dalam pelukannya, merasakan hangat tubuhnya, aroma tubuhnya, yang sudah menjadi candu bagi Mario.
Namun, lagi lagi Mario harus menahan semua itu demi mendapatkan Milly seutuhnya.
Kebersamaan mereka di tempat yang sama tidak berlangsung lama. Milly meninggalkan pesta itu sebelum acara selesai.
Mario memberikan kecupan jarak jauh kepada Milly yang hendak berlalu meninggalkan pesta, mengedipkan sebelah matanya ke arah Milly, membuat Milly semakin senang dan cukup mengobati rasa rindu yang ada.
***
Seminggu sebelum Pernikahan Mario dan Milly.
" Duta. Apa persiapannya sudah selesai? " Mario.
" Sudah tuan, tapi di hotel yang sama dan jam sama ada pasangan pengantin lain yang merayakan pesta pernikahannya, apa tuan ingin mengganti harinya? " tanya Duta.
" Tidak, aku tidak mau mengundur hari pernikahan ku. " ucap Mario. " Usir saja mereka untuk pindah di hotel lainya. "
" Maaf tuan, itu tidak bisa, mereka terlebih dahulu yang mem booking dan persiapannya pun sudah 85% " jelas Duta.
" Di lantai berapa mereka? "
" Di lantai dua tuan, sedangkan acaranya tuan di lantai 10. "
" Apa kau tidak bisa mencari tempat lain selain itu? aku tidak mau acara ku terganggu dan tidak spesial untuk Milly. "
" Hotel bintang lima di kota ini sebagian besar milik tuan Nugroho, dan anda ---, " belum selesai bicara, Mario kembali menyerukan suaranya.
" Baiklah, tidak apa. jalankan sesuai rencana mu. "
" Baik tuan. "
Keinginan Brian dan Mario tidaklah sama, jika Mario menginginkan pernikahan Milly dilangsungkan tepat di hari acara wisuda Milly.
Justru Brian berharap pernikahan putrinya di langsungkan dua bulan setelah Milly wisuda.
Menurut Mario itu sangatlah lama, jangankan dua bulan, sehari setelah wisuda pun terasa setahun bagi Mario.
Itu sebabnya semua hotel bintang lima di bawah naungan Nugroho tidak menerima booking tempat untuk acaranya apapun di waktu yang bersamaan dengan wisuda Milly hingga dua bulan kedepan.
__ADS_1
Kedua belah pihak di sibukkan dengan persiapan pernikahan putra putri mereka.
Jiandra yang memang seorang designer terkenal dengan senang hati menumpahkan karyanya yang tercoret di atas kertas putih untuk melengkapi dan memperindah pasangan pengantin yang tidak lain putri dan putra angkatnya.
Sedangkan Dinda juga tak kalah sibuk, Dinda sangat antusias mempersiapkan pernikahan putranya dengan gadis yang sangat di cintainya.
Dinda sangat bersyukur Brian dan Jia tidak mempermasalahkan perilaku buruknya dulu, dan mau menerima putranya meski ada sedikit hambatan.
*
Mike yang tidak mempunyai banyak waktu menyempatkan diri untuk datang di acara pernikahan adiknya sehari sebelum pernikahan itu.
Disini, di butik Aurora milik Jiandra, Milly dan Naura bertemu janji dengan Dinda untuk fitting sebuah baju.
Dinda mengajak Mike ke butik Aurora untuk menemaninya menemui Milly.
Sesampainya di butik, kedatangan Dinda dan Mike di sambut hangat oleh Naura.
" Naura, dimana Milly? " tanya Dinda yang tidak mendapati Milly.
" Milly di toilet tante.. " jawab Nama.
" Oh.. "
Sedangkan Mike di sibukkan dengan ponsel dan earphones yang setia menempel di telinganya. sesekali ia melirik ke arah Naura yang sedang berbincang dengan Bundanya.
" Oh, dia calon istri Mario. " batin Mike.
" Hallo.. apa kau sudah menemukan nya? " Morgan.
" .... "
" Baik, aku akan kesana.. " Mike.
Panggilannya pun berakhir.
" Bunda, aku harus pergi, ada urusan penting. " ucap Mike yang menyela pembicaraan Dinda dan Naura.
" Apa sangat penting? " Dinda.
" Iya Bun, ini penting. "
" Baiklah, jangan lupa besok adikmu menikah jam 4 sore, jangan sampai kau terlambat datang. " jelas Dinda.
" Baik Bun, " Mike pun segera pergi dari butik itu.
Mike segera bergegas menemui orang suruhannya untuk mencari gadis yang selama ini memenuhi isi pikiran nya.
" Apa yang kau dapat? " Mike bertanya pada pria berbadan kekar yang sudah duduk di samping nya.
__ADS_1
" Tuan, gadis yang anda cari akan segera menikah di hotel x besok. " ucap pria tersebut.
" Hotel x? bukan kah Mario juga akan menikah di tempat itu? " gumam Mike.
" Di hotel tersebut memang ada dua acara pernikahan tuan. "
Mike mengangguk mengerti, seringai di wajahnya muncul, entah apa yang akan di rencanakan pria itu.
" Ini tuan, data lengkap gadis itu. " pria itu memberikan sebuah amplop berisi kan data gadis yang di cari Mike yang tidak lain adalah Milly.
Mike menerima amplop itu tanpa membacanya kembali, karena cukup percaya pada orang suruhan yang di cari tangan kanannya.
*
Di sebuah kamar hotel, Milly sedang mempersiapkan diri untuk melangsungkan pernikahannya yang sebentar lagi akan di mulai.
Milly menggunakan gaun berwarna putih berekor lumayan panjang, tidak lupa banyak mutiara yang ikut menghiasi gaun itu menjadi terlihat semakin cantik.
Riasan wajah yang nampak apik mempercantik wajah Milly.
Milly terlihat seperti putri berasal dari negri dongeng. Kecantikannya mampu membuat pria mana pun menjatuhkan hatinya saat melihat wajahnya.
Suara pintu terbuka, memperlihatkan kedatangan seorang pria yang memakai stellan jas senada dengan gaun Milly.
" Hubby... " Milly terpesona dengan ketampanan Mario yang baru saja menghampiri nya.
Begitu juga dengan Mario, Mario tertegun melihat kecantikan Milly, gadis yang selama ini ia rindukan ada di depannya, dan akan segera menjadi istrinya.
" Sayang.. " Mario membelai pipi Milly dengan lembut, " Kau sangat cantik.. " tatapan Mario tak teralihkan pada gadis di depannya saat ini.
Milly tersipu malu mendengar pujian Mario.
" Aku merindukan mu, kau akan menjadi milik ku.. " Mario mendekatkan wajahnya untuk menyessap bibir Milly yang sedari tadi menggodanya, bibir yang sangat di rindukan nya.
Milly menahan Mario, " Hubby.. kau akan merusak riasan wajah ku. "
Mario terkekeh, " Aku sudah tidak sabar memiliki mu seutuhnya. "
" Kau tidak sabaran! sebentar lagi kita juga akan menikah. " gerutu Milly.
Seseorang masuk untuk memberitahu bahwa waktunya telah tiba.
Waktu yang di tunggu - tunggu telah tiba, penantian selama delapan bulan tidaklah sia sia.
Hari ini menjadi hari yang terindah bagi Milly. Milly menyelesaikan studi nya dengan nilai yang cukup memuaskan dan dia juga akan menikahi pria yang sangat di cintainya.
Janji suci pun telah selesai mereka ucapkan. Mario dan Milly telah resmi menjadi sepasang suami istri.
Kebahagiaan tersirat di wajah sepasang pengantin baru itu, bukan hanya mereka berdua, keluarga besar mereka pun ikut berbahagia dengan pernikahan putra putri nya.
__ADS_1
Hayooooooo pada nungguin MP yaaaa???? 😂😂
Udah yak, besok lagi lanjutin nya, pada seneng kan abang Mario akhirnya nikah ama Milly.