Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Hamil anak Mike?


__ADS_3

Niat untuk pergi ke arena berlatih pun terurungkan saat Elia menerima panggilan dari Nino, yang memintanya untuk datang ke Diamon Corp.


Elia terpaksa kembali lagi ke apartemen untuk mengganti pakaiannya. Elia tidak ingin jika Nino tau kegiatan yang selama ini yang di larangan nya namun Elia geluti kembali.


Dengan menggunakan taxi, Elia pergi menuju Diamon Corp. Dengan langkah yang penuh tanya, Elia menyusuri koridor menuju ruangan Nino berada. Elia sangat paham tata letak ruangan di lantai itu, karena dirinya pun dulu sering sekali menjamahnya saat bekerja sebagai sekretaris Gavin.


" Ada apa papa memanggil ku ke kantor? " gumam Elia sambil berjalan ke arah pintu ruang kerja Nino yang sudah terlihat.


Tidak lupa sebelum masuk ruangan, Elia mengetuk pintu terlebih dahulu. Setelah terdengar suara mengijinkannya untuk masuk, Elia pun mendorong pintu itu.


" Papa.. " Elia menghampiri Nino, mencium punggung tangan Nino untuk menyampaikan rasa hormatnya pada pria itu.


Nino menggiring Elia untuk duduk di sofa bersamanya.


" Ada apa papa menyuruhku kemari? " tanya Elia yang sedari tadi penasaran.


" Papa hanya merindukanmu.. " ucapanya. " Apa kamu baik-baik saja? papa sangat mengkhawatirkan mu yang hidup dengan pria itu. " jelas Nino dengan tatapan intens berharap putrinya berkata jujur.


Elia menghela nafas. " Papa, Elia sangat baik, papa tidak perlu mengkhawatirkan ku. " jelas Elia yang menggenggam tangan Nino untuk meyakinkan pria paruh baya itu. " papa bisa lihat sendiri kan, Elia sudah kembali seperti dulu. " ucap Elia.


Nino memperhatikan penampilan Elia yang sudah normal seperti dulu, sebelum Elia mendapatkan pelecehan. Ada kelegaan tersendiri di hati Nino, putrinya kini perlahan melupakan traumanya.


" Tapi.. papa tetap saja tidak tenang jika kau masih hidup bersama pria itu. " ucap Nino.


" Pah.. " Elia.


" Elia.. " Nino mengelus lembut puncak kepala putrinya. " Papa ingin kau kembali lagi bersama kami. Papa akan menjaga mu.. " bujuk Nino.


Elia hanya diam termenung.

__ADS_1


" Sebelum semuanya terlambat Elia.. Kau masih sendiri dan tidak ada benih yang membuatmu berat meninggalkan pria itu. " ujar Nino.


Elia menatap tak percaya pada Nino, sekhawatir ini kah? jika dirinya hidup dengan Mike?


Bagaimana pun juga, Nino tidak ingin putrinya hidup tertekan dengan pria seperti Mike. Apalagi Nino tahu jika diantara mereka tidak ada cinta untuk membangun sebuah rumah tangga.


Berbeda dengan Dinar, sang ibu Elia. Perempuan itu selalu berharap Elia mendapatkan kebahagiaan dalam pernikahannya dan selalu mendukung Elia jika ingin serius membangun rumah tangga dengan Mike.


Untuk itu Nino meminta Elia bertemu di kantor membicarakan hal itu, karena Nino tidak ingin Dinar mengetahuinya.


*


Sepanjang perjalanan menuju pulang, Elia termenung memikirkan ucapan Nino yang secara tidak langsung menginginkan dirinya berpisah dengan Mike.


Bukan masalah jika Elia berpisah dengan Mike, yang Elia pikiran tentang kebebasan nya melakukan segala hal yang menjadi hobby nya.


Jika Elia berpisah dengan Mike, tentu saja Elia tidak akan bebas mengarungi jalanan dengan motor kesayangan nya. Apalagi bermain di sirkuit, tentu Nino akan melarangnya.


Setelah sampai di apartemen, Elia membaringkan tubuhnya. Pandangannya menatap ke langit-langit kamar, memikirkan sebuah cara agar dirinya bisa terselamatkan dari keinginan Nino serta kebebasannya.


Elia menghela nafasnya, " Apa aku harus hamil anak dari Mike? agar aku bisa menikmati kebebasan ku lebih lama? " Elia mengguling-gulingkan tubuhnya, rasanya penat sekali memikirkan hal itu yang tak kunjung hilang dari otaknya.


Hingga malam menjelang Elia tak bisa tenang, bahkan rambutnya sudah terlihat acak-acakan. " Kenapa si gorila itu belum juga pulang. "


Elia menghubungi Tara untuk menemaninya malam ini.


" Hallo.. " suara Tara di sebrang sana.


" Tara, bisakah kau menemani ku malam ini? " tanya Elia.

__ADS_1


" Memang kau mau pergi kemana? "


" Aku ingin ke club, aku sangat kacau.. aku ingin ke sana untuk menghibur diriku. "


" Apa kau gila! ke club malam sangat berbahaya. "


" makanya temani aku. " Elia.


" Emm.. " Tara terlihat berpikir dulu sebelum menjawab.


" Yasudah aku pergi sendiri saja! " seru Elia.


" Eee.. tunggu.. tunggu.. kau jangan pergi sendiri, akan aku temani. " Tara.


" Baiklah. aku akan ke tempat mu. "


" Iya. "


" Bye.. tunggu aku. " Elia.


Sambungan terputus.


*


*


*


...Jangan lupa berikan dukungan kalian...

__ADS_1


...Like. komen. vote. ...


...Bye.. bye.. ...


__ADS_2