
Sampai di pabrik, kedatangan Mike di sambut hangat para staf yang bekerja di pabrik tersebut. Elia menjadi sorotan oleh beberapa pasang mata, bukan untuk mengaguminya melainkan mencemooh penampilannya.
Elia menyadari hal itu, tapi dia memilih tidak memusingkan apa kata orang, toh menurut dia lebih baik di jauhi oleh banyak pria dari pada di kejar-kejar akan kecantikan nya, yang akan membuatnya rugi.
" Sir, apa anda ingin saya carikan sekertaris yang lebih terlihat menarik? " tawar Pak Nirwan setelah meeting mereka telah usai, pria gendut berkepala plontos itu menawarkan diri untuk mencarikan sekertaris yang cantik dan sexy.
Mike memicingkan sebelah alisnya, " Bukannya Pak Nirwan sudah tau, kalo saya sudah memiliki sekertaris? " Mike sembari melirik ke arah Elia, menunjukkan pada Pak Nirwan.
" Ehem.. " Pak Nirwan berdehem lalu mencondongkan tubuhnya ke arah Mike. " Maksud ku sekertaris yang sexy, tidak seperti dia. " bisik Pak Nirwan namun Elia masih bisa mendengarnya karena Elia duduk tidak jauh dari Mike.
" Memangnya dia tidak sexy.. " ucap Mike yang berpura-pura tidak mengerti maksud dari Pak Nirwan.
" Sir bisa lihat sendiri, perbedaan sekertaris ku dan anda. Sangat jauh berbeda. Dan kita juga bisa menikmati nya. " bisik Pak Nirwan.
Oh.. kali ini Mike tau jelas ucapan Pak Nirwan. " Saya butuh sekertaris yang mempunyai otak yang pintar bukan tubuh yang menggoda. "
Elia yang sedari tadi nampak acuh, kali ini dia memasang telinga nya dengan benar saat Mike mengatakan jika dia tidak butuh sekertaris yang cantik dan sexy di depan Pak Nirwan, padahal setiap hari Mike berkata demikian padanya tidak jauh berbeda dengan Pak Nirwan.
" Saya tau, apa anda nyaman dengan wanita berpenampilan seperti itu? " Pak Nirwan.
Mike menatap tajam pada Pak Nirwan. Sungguh dia merasa kesal saat pak Nirwan menghina Elia, sekertaris nya.
" Jaga bicara mu Pak Nirwan! " sarkas Mike yang membuat Pak Nirwan bungkam dengan wajah pucat pasi.
__ADS_1
" Maaf Sir. " Pak Nirwan menunduk hormat. " Saya tidak akan mengulangi lagi. " ucapnya dengan suara bergetar. Tatapan Mike membuat siapa saja yang melihatnya bergidik ngeri.
" Urusan kita sudah selesai.. kau pergilah! " titah Mike, tanpa menanggapi permintaan maaf dari Pak Nirwan.
" Terimakasih Sir, " ucap Elia setelah kepergian pak Nirwan dan sekertaris nya.
Elia merasa terharu saat ada seseorang yang membela dirinya. Baru pertama kali ini Elia mendapatkan pembelaan dari seorang pria, selain Nino ayah kandung nya.
Mike menoleh, " Tidak masalah, aku hanya tidak suka cara berbicara nya.. cih. tua bangka yang menjijikkan! " Mike.
" Hanya aku yang boleh menghina mu! karena akulah yang membayar gaji mu! " tutur Mike.
Apapun itu, Mike terlihat berbeda mulai saat ini di mata Elia. Gadis itu tersenyum dengan sendirinya. Senyuman yang jarang sekali terlukis di wajah cantiknya.
" Sir, apa kita tidak makan siang terlebih dahulu? " seru Elia memecahkan kesunyian saat mereka dalam perjalanan menuju kantor.
Jam makan siang memang sudah lewat, tapi mereka bertiga belum makan siang karena meeting berjalan saat jam makan siang. Elia baru kali ini berbicara tanpa di tanya terlebih dahulu.
Mike yang merasa lapar pun menyetujui usulan sari Elia. " Gin.. kita ke restoran terdekat. "
" Baik bos. "
Gin memang berasal dari Jepang, kedua orang tuanya pun asli orang Jepang. Semenjak Gin mengabdikan diri pada keluarga Yamazaki, Gin sudah menguasai bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
__ADS_1
Mobil telah terparkir di sebuah restoran Jepang yang terlihat sangat mewah. Elia yang tidak terbiasa dengan makanan Jepang terlihat mendengus pasrah.
Mike yang mendengar helaan nafas Elia yang berat, " Ada apa? "
" Saya tidak menyukai makanan Jepang. " lirihnya.
" Apa yang tidak kau suka? " tanya Mike. Menu di restoran itu tersedia berbagai macam, barang kali Elia hanya tidak menyukai salah satu dari menu itu.
" Makanan mentah.. " Elia.
" Apa kau pernah mencobanya? "
" Belum. "
" Belum pernah mencoba tapi sudah bilang tidak enak! " cibir Mike.
Karena paksaan Mike, Elia pun tidak bisa menolaknya dan ikut masuk kedalam restoran. Elia hanya berharap jika Mike tidak akan memaksa untuk memakan makanan yang tidak bisa ia makan.
*
*
*
__ADS_1
Bye.. bye..