Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Reuni 2


__ADS_3

Tiba di tempat acara reuni, Naura dan Gavin langsung di sambut oleh teman - temannya. Kedatangan mereka cukup menjadi pusat perhatian, terutama Gavin yang selalu bisa mempesona bagi kaum hawa yang melihat ketampanannya.


Tidak hanya tampan, pria yang masih tergolong cukup muda itu sudah berhasil menjadi pengusahaan sukses, yang cukup menambah daya tarik bagi kaum hawa.


Roby dan Malik menghampiri Gavin, mereka cukup dekat sewaktu SMA.


" Hay bro.. apa kabar? " tanya Roby.


" Cukup baik. " ucap Gavin. mereka pun bersalaman ala pria dewasa.


" Kau terlihat semakin sukses saja. " seru Malik.


" Ini semua berkat kerja keras ku. " Gavin.


" Dengan siapa kau kesini? apa bersama kekasih mu? " Roby.


" Hey, apa kau tadi tidak melihatnya. Dia datang bersama Naura " ucap Malik mendahului Gavin.


Mendengar nama Naura, Gavin baru menyadari jika Naura tidak ada di sampingnya. " Kemana anak itu. "


" Gavin, kau masih selalu bersama Naura? apa kalian sudah menjadi sepasang kekasih? " tanya Roby.


" Ekhemm... tidak. kami bukanlah sepasang kekasih. " ucap Gavin dengan wajah datarnya, pandangannya mengitari seluruh sudut ruang itu.


" Ohh, aku kira kau dengannya memiliki hubungan yang spesial. " Roby.


" Ayo kita duduk di sana bergabung dengan yang lainnya. "


Sedangkan Naura sudah berkumpul dengan teman sekelasnya dulu. Mereka berbincang melepas kerinduan yang sudah lama tidak bertemu karena kesibukan masing - masing.


Suasana pesta semakin ramai tatkala DJ memulai memutar piringan hitam, riuh pikuk memenuhi ruangan yang cukup besar itu.


Saat tengah berbincang dengan teman wanitanya, tiba tiba Naura merasakan tepukan di bahunya, Naura pun segera menoleh untuk mencari tau siapa yang sudah memanggilnya dengan sebuah sentuhan.


" Genta! " pekik Naura setelah melihat pria yang sangat ia kenali.


" Naura, bisa kita bicara sebentar? " ucap Genta dengan nada yang sedikit di naikan karena terlalu berisik.


Naura pun mengangguk dan mengikuti Genta menuju ke tempat yang tidak ramai.


" Apa kabar? " tanya Genta memecahkan keheningan.


" Aku baik Genta. Kau sendiri bagaimana kabarnya? "


" Seperti yang kau lihat, aku terlihat cukup baik. " Genta tak hentinya menebar senyuman.


Naura seolah tersihir dengan senyuman yang selalu terlukis di wajah Genta, " Dia masih terlihat tampan. "


" Ehem.. " Genta berdehem membuat Naura segera tersadar dari lamunannya.


Dari kejauhan Gavin melihat kedekatan Naura dan Genta. Melihat Naura tertawa bersama Genta membuat Gavin mengepalkan kedua tangannya hingga memutih. Terdengar gertakan gigi yang sudah di pastikan Gavin tengah menahan amarahnya.


Ketika Gavin ingin menghampiri Naura, langkahnya terhenti saat terdengar seseorang memanggil namanya.

__ADS_1


" Gavin. "


" Rosie.. " lirih Gavin.


" Hay beb, apa kabar? " Rosie memberikan ciuman di pipi Gavin.


" Baik, kau sendiri? "


" Aku sangat baik ketika sudah bertemu dengan mu. " nada bicara Rosie terdengar sangat manja, tidak lupa tangannya sudah bergelayut di lengan Gavin.


Rosie adalah kekasih pertama Gavin saat SMA, dulu Rosie tak hentinya mengejar Gavin agar menjadi kekasihnya meski dengan halus Gavin selalu menolak nya, tapi Rosie tidak menyerah begitu saja hingga entah kenapa Gavin menerima cintanya.


Naura yang tak sengaja melihat kedekatan Gavin dan Rosie, membuat hatinya merasa sesak. Ada kecemburuan yang menyelimuti perasaan Naura.


" Bodoh! jangan terlalu berharap padanya Naura! "


Tidak mau melihat kemesraan Gavin dan Rosie, Naura pun mengajak Genta menjauh dari keberadaan Gavin.


Hingga malam semakin larut, beberapa teman - temannya sudah ada yang berpamitan pulang. Menyisakan segelintir orang yang masih bercengkrama di salah satu meja lengkap dengan hidangan minuman.


Genta yang menyadari acara sudah cukup sepi mengajak Naura untuk segera pulang.


" Genta! " panggil Roby yang sedang duduk dengan Gavin dan Malik, tidak lupa Rosie masih ada bersama mereka.


Genta menghentikan langkahnya, " Hai, kalian masih disini? "


" Iya, kemarilah bergabung dengan kami. " tawar Malik.


Genta pun memutuskan ikut bergabung dengan mereka. Tawa mereka bertambah ramai karena Genta dan Naura ikut mencengkram mengenang masa - masa sekolah dulu.


" Naura! ayo pulang! " seru Gavin yang tak terima melihat kedekatan Naura bersama Genta.


" Vin, mau kemana? " Rosie.


" Maaf aku tidak bisa mengantarkan mu pulang. " Gavin meminta maaf karena tidak bisa mengantarkan Rosie setelah tadi berjanji akan mengantarnya pulang. " Kau pulang bersama Malik saja. "


Gavin meraih tangan Naura dan membawanya keluar dari sana. Roby dan Malik hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Gavin yang tak pernah berubah jika berkaitan dengan Naura.


" Gavin! lepaskan, kau menyakiti tangan ku! " Naura berusaha melepaskan tangannya dari cekalan Gavin.


" Diam! " teriak Gavin.


Naura sangat terkejut melihat Gavin yang terlihat sangat marah, hingga dia tak membantah lagi perintah Gavin. " Dia kenapa? aneh sekali! "


" Masuk! " perintah Gavin setelah membuka pintu mobilnya.


" Gavin apa kau mabuk? " tanya Naura ketika Gavin sudah duduk di bangku pengemudi.


Gavin hanya diam tak menyauti ucapan Naura.


" Gavin kau mabuk! lebih baik aku yang mengemudi. "


Gavin tak memperdulikan apa yang Naura katakan dia melajukan mobil dengan kecepatan penuh. Melihat kedekatan Naura dan Genta membuatnya murka ditambah Gavin dalam pengaruh alkohol, membuat kemarahan Gavin menjadi tak terkendali.

__ADS_1


" Gavin! stop! hentikan mobilnya, kita bisa celaka. " teriak Naura yang sangat ketakutan.


" Kau itu kenapa! apa yang membuat mu seperti ini! " Naura.


" Gavin aku mohon... pelankan mobilnya.. " isak Naura yang merasa takut melihat Gavin tak terkendali dan hanya diam tanpa memperdulikan ucapannya.


Melihat Naura menangis membuat Gavin menurunkan kecepatannya. " Sudah jangan menangis! "


" Hiks.. hiks.. kau membuat ku takut. " Naura.


Gavin menepikan mobilnya, " Maaf.. aku.. aku.. " ucap Gavin terbata.


" Hiks.. hiks.. kau jahat! "


Sungguh Gavin tak tega melihat Naura menangis, Gavin meraih tubuh Naura dan membawa ke pelukan nya. " Jangan menangis, maafkan aku. "


Gavin menghapus air mata yang menetes di pipi Naura. " Maafkan aku. "


Naura hanya mengangguk.


Melihat wajah Naura yang sangat dekat. membuat Gavin perlahan mengikis jarak yang ada, kini bibir Naura menjadi pusat perhatian Gavin.


Cup.


Gavin mengecup bibir Naura kemudian melummatnya dengan lembut menikmati bibir yang sedari tadi telah menggodanya.


Naura membelalakan kedua matanya saat Gavin menciumnya, " Apa Gavin sedang mabuk? "


Gavin semakin memperdalam ciumannya.


Naura memejamkan matanya menerima sentuhan yang di berikan Gavin, tidak di pungkiri, Naura pun sangat menikmatinya, meski tidak membalas ciuman itu.


Gavin menghentikan ciumannya saat terasa Naura kehabisan nafasnya.


" Kita pulang! " ucap Gavin.


Di perjalanan pulang tidak ada percakapan apapun, yang ada hanya kecanggungan diantara mereka.


Tiba di mansion, Naura sudah tertidur dengan pulas. Gavin yang tidak tega membangunkannya, memutuskan untuk menggendong Naura dan mengantarkan nya ke paviliun.


Gavin merebahkan tubuh Naura di atas ranjang. Tanpa sadar Gavin menyunggingkan senyumannya. Mengelus lembut pipi Naura, " Maafkan aku membuatmu menangis. "


Karena terlalu lama memandang wajah Naura, Gavin tanpa sadar tertidur di samping Naura, rasa kantuk dan lelah membuat Gavin terlelap begitu saja.


*


*


*


Maaf yah telat up. 🙏


Bye.. bye..

__ADS_1


__ADS_2