Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Rayuan Putri


__ADS_3

Keesokan harinya, Mario telah terbangun dari tidurnya terlebih dahulu. Wajahnya terlihat berseri saat melihat Milly masih tertidur di sampingnya.


Mario tak pernah melepaskan pandangannya dari wajah polos Milly. Istrinya terlihat begitu cantik dan manis walau tanpa make up sekalipun.


Betapa beruntungnya Mario bisa mendapatkan Milly seutuhnya, gadis yang telah dirubahnya menjadi seorang wanita untuk menemaninya hingga kulit yang halus seperti kapas sampai mengeriput, sampai rambut coklatnya memutih karena usia yang tidak lagi muda.


Mario membelai wajah Milly dengan jemarinya, mengabsen setiap inci wajah Milly, matanya yang terbingkai oleh bulu bulu lentiknya, Hidung mancungnya, bibir mungil yang selalu menjadi candu bagi Mario, semua itu menjadi satu kesatuan yang pas di wajah Milly.


Milly yang merasa terusik mengerjapkan kedua matanya, " Hubby.. " ucap Milly lalu kembali menutup matanya. " Aku masih mengantuk. "


Milly semakin mengeratkan selimut untuk menutupi tubuhnya, mencari kenyamanan dan kehangatan di bawah selimut.


" Sayang, ini sudah siang.. bangunlah. " Mario menghujani ciuman di wajah istrinya agar segera bangun.


" Aku masih mengantuk, " rengek Milly tanpa membuka kedua matanya.


" Baiklah, akan aku buatkan sarapan untuk mu." ucap Mario.


Seusai membersihkan diri, Mario pergi ke dapur membuat sarapan untuknya dan Milly.


*


" Mario.. "


Mario di kejutkan oleh Putri yang sudah ada di mansion utama.


" Ada apa kau kesini! " tukas Mario.


" Aku ingin bertemu dengan mu. " Putri berjalan mendekat ke arah Mario.

__ADS_1


Mario tidak menghiraukan kedatangan Putri, dirinya kembali melanjutkan langkahnya menuju dapur.


Mario terkejut ketika Putri tiba - tiba memeluknya dari belakang.


" Apa yang kau lakukan! " Mario menghempaskan tangan Putri yang melingkar di pinggangnya.


" Mario.. kenapa kau selalu mengacuhkan ku! aku mencintaimu. " ucap Putri.


" Apa kau sudah gila! aku sudah menikah dan hanya Milly yang aku cintai. " jelas Mario dengan nada penuh penekanan.


Mario sangat muak dengan Putri, dari dulu Putri tidak pernah menyerah mendekati dan merayunya meski seringkali Mario dengan tegas menolak nya mentah - mentah.


" Aku tidak peduli kau mencintai nya, tapi aku mohon jadikanlah aku milik mu. " ucap Putri.


Mario mengernyitkan keningnya, mencerna apa yang di katakan Putri.


Kedua mata Mario membulat sempurna ketika Putri dengan murahannya membuka satu persatu pakaiannya.


Putri dengan cepat mencegah langkah Mario. " Tunggu, aku mohon hanya sekali. " lirih Putri, tangannya dengan erat mencengkram lengan Mario.


Mario mengusap wajahnya dengan kasar, pasalnya tidak hanya sekali Putri bertingkah seperti jallang di depan Mario.


" Hentikan tingkah gila mu itu! dari dulu hingga saat ini, aku sama sekali tidak tertarik dengan mu! " ucap Mario seraya memalingkan wajahnya agar tidak melihat tubuh Putri yang nyaris polos.


" Tapi kenapa? bukankah aku cantik dan mempesona? "


" Dengan tingkah mu yang seperti ini, kau bahkan lebih rendah dari seorang jallang! "


" Mario.. " Putri terisak dalam tangisannya.

__ADS_1


" Pergilah, aku tidak mau lagi melihat wajah mu. "


" Apa semua ini karena aku masih saudara ibu mu? kau tidak mau menyentuh ku karena alasan itu? " Putri.


" Itu salah satunya. lebih dari itu, aku memang tidak ingin menyentuh mu! " setelah mengatakan itu Mario pergi meninggalkan Putri dan kembali ke kamar nya.


Mario mengurungkan niatnya untuk membuat sarapan, melihat Putri membuat suasana hatinya menjadi buruk, terlebih Mario tidak ingin Milly melihat kelakuan Putri yang menjijikan.


Tubuh Putri berangsur ambruk ke lantai setelah kepergian Mario, menangis hanya itu yang bisa Putri lakukan.


Ucapan Mario sungguh menyakiti hatinya, berulang kali Putri meyakinkan diri agar tidak menyerah untuk mendapatkan Mario, berulang kali juga Putri mendapatkan rasa pahit atas penolakan Mario.


Putri segera memungut pakaiannya yang berceceran di lantai dan memakainya kembali. Untung saja tidak ada para pelayanan yang melihat aksi nekatnya itu.


" Aku tidak boleh menyerah begitu saja. " ucap Putri sembari melangkah ke kamar miliknya.


Putri merupakan saudara jauh dari Dinda, semenjak kepergian kedua orang tuanya, Dinda membawa Putri tinggal bersama nya. Dan saat itu juga Putri menjatuhkan hatinya pada Mario.


Kemarahan Mario pudar tatkala ia melihat istrinya yang masih tertidur nyenyak.


" Aku harus cepat - cepat membawa mu pergi dari sini. " gumam Mario.


*


*


*


Segini dulu ya guys... Author lagi pening,

__ADS_1


Bye.. bye..


__ADS_2