Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Mike, Mario


__ADS_3

" Mario!!!! " Mike.


Mario menghentikan aktivitas nya dan menurunkan Milly dari gendongannya.


Mike mulai mendekat ke arah Milly dan Mario.


" Mau apa kau! " seru Milly yang sudah selangkah di depan Mario, menghalangi tubuh Mario dengan tubuh mungilnya, kedua tangannya di rentangkan untuk melindungi Mario dari Mike.


Mike menghentikan langkahnya.


" Apa yang kau lakukan? " tanya Mario.


" Kau harus berhati - hati dengannya, dia seorang gengster. " bisik Milly pada Mario.


" Jangan mendekat! " Milly kembali menatap Mike dengan wajah angkuhnya.


Mike terkekeh melihat tingkah Milly, " Sepertinya kau sangat mencintai suami mu itu. "


" Tentu saja aku sangat mencintainya. " Milly.


" Suami mu ternyata sangat lemah sampai harus bersembunyi dibalik tubuh mu, memalukan! " Mike.


Mario berdecak kesal lalu melangkah maju, namun langkahnya terhalang oleh Milly, " Hubby.. jangan dekat dekat dengannya. Dia sangat berbahaya, dia mempunyai banyak pistol. " bisik Milly.


" Sayang, percaya pada ku, aku akan baik baik saja. " ucap Mario yang ingin mendekat ke arah Mike.


" Hubby... " lirih Milly yang melihat Mario semakin dekat dengan Mike, ada rasa khawatir jika Mike akan melukai Mario.


" Jadi, bisa kau jelaskan semua ini. " ucap Mario dengan wajah datarnya.


Kini mereka saling berhadapan.


Mike memicingkan sebelah alisnya, " Watashi wa kare o aishite irunode watashi wa kare o yukai shita (Aku yang menculiknya karena aku mencintainya) " ucap Mike tanpa ragu.


Bugh...


Satu pukulan melayang ke wajah Mike " Beraninya kau!!Konojo wa watashi no tsumadesu ( dia istri ku). "


Mike menyeka darah segar di sudut bibirnya dengan jari jempolnya. " Watashi wa shiranai, kinishinai. (aku tidak tau dan tidak perduli) "


" Brengssekkk!! " Mario kembali mendaratkan pukulannya.


Mike yang tidak terima, ingin membalas memukul Mario.


" Hentikan!!! " Milly menghalangi tubuh Mario. " Jangan pukul suami ku!! "


" Dasar kingkong! aku membencimu! " Milly menghujani pukulan pada tubuh Mike yang sama sekali tidak menimbulkan rasa sakit atau pun menggeser tubuh kekar itu.

__ADS_1


" Milly, hentikan.. " ucap Mario menjauhkan tubuh Milly dari Mike.


" Dengar, " Mario menangkup kan kedua telapak tangannya di wajah Milly. " Dia tidak akan melukai ku. dan aku baik baik saja. "


" Tapi dia seorang penjahat. " Milly.


" Cih, kalau aku penjahat bagaimana dengan adik ku! " tukas Mike.


Milly menoleh ke arah Mike. " Tentu saja adik mu tidak jauh beda dengan mu. " cibir Milly.


" Kalau aku kingkong bagaimana dengan adik ku. " Mike sengaja menyudutkan Mario tanpa sepengetahuan Milly tentunya, yang tidak tau kalau Mario adalah adik dari Mike.


" Ck, tentu saja adik mu juga seperti kingkong. " jawab Milly.


" Kalau aku menyebalkan bagaimana dengan adik ku. "


" Kau itu cerewet sekali! tentu saja adikmu juga menyebalkan. " Milly


" Hahahahahaaa.... " tawa Mike lepas seketika.


Mario yang mendengarkan ucapan Milly hanya bisa menelan salivanya.


" Kau membenciku, apa kau juga akan membenci adik ku. " Mike kembali bertanya.


" Tentu sa--.. " ucapan Milly terpotong tatkala Mario bersuara.


" Apa!!! " pekik Milly.


" Hahahha.... " Mike tertawa dengan puas. " Jadi kau masih mencintai suamimu? walau dia adik ku? "


" Iya! aku sangat mencintainya. " Milly berucap di depan Mike sembari melebarkan ke dua bola matanya dan berkacak pinggang.


Milly mengalihkan pandangannya ke arah Mario. " Pantas saja dia dulu juga sangat menyebalkan! ternyata adik dan kaka sama saja! " batin Milly.


" Sayang, apa yang kau pikiran? " tanya Mario dengan wajah gelisahnya.


" Tidak! "


" Mario.. sebaiknya kau istirahat dulu, kau terlihat sangat lelah.. " ucap Putri.


Mario menatap tajam ke arah Putri, ada rasa tidak senang dengan perilakunya.


" Kau juga mengenal Putri? " tanya Milly.


" Apa kau baik baik saja selama disini? " tanya Mario yang mengalihkan pembicaraan tanpa menjawab pertanyaan Milly.


" Hem, "

__ADS_1


" Syukurlah.. "


" Apa kau lelah, kau mau istirahat. " Milly.


" Sedikit.. "


" Sebaiknya kau membersihkan tubuh mu dan segera istrirahat biar semakin tampan. " ucap Milly.


" Cih, aku lebih tampan! " timpal Mike.


" Narsis sekali! " seru Milly. " Sebaiknya kita ke kamar, melihatnya selalu membuatku kesal! "


" Iya.. iya.. " Mario.


Milly mengajak Mario ke kamar yang selama ini ia tempati.


" Hubby.. "


" Iya.. "


" Kau tidak lelah? "


" Sedikit.. nanti akan kembali bugar setelah mandi, apalagi melihat mu ada di sisi ku. " ucap Mario sembari memberikan kecupan di pipi Milly.


" Uuhhh so sweat... "


" Kau senang? " Mario.


" Hem.. " Milly mengangguk, " Hubby.. "


" Hem.. "


" Apa malam ini akan menjadi malam pertama kita? " ucap Milly dengan pipi yang sudah merah merona.


Mario terkekeh, " Mungkin, jika itu mau mu. dengan senang hati aku akan melakukannya."


Mike yang mendengar percakapan Milly dan Mario seketika megepalkan tangannya, Sungguh sakit rasanya mendengar keromantisan wanita yang dicintainya dengan pria lain.


*


Mike : Hancur... hancur.. hancur.. hatikuπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ, Author tega bangett...


Author : Sabar Mike..


*


Segini aja yak, besok lagi..

__ADS_1


Oh iya.. maaf jika ada kesalahan mengeni bahas Jepang nya.. mohon di maklumi. πŸ™πŸ™


__ADS_2