Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Kembali bekerja


__ADS_3

Benar saja, keesokan harinya Naura sudah kembali bekerja menjadi sekertaris Gavin dan Naura hanya bisa mengubur keinginannya untuk pergi berlibur bersama teman-temannya, karena Gavin tidak mengizinkannya pergi.


Kekesalan Naura terhadap Gavin tidak akan pernah surut, justru semakin hari semakin bertambah rasa kesal itu.


Hari pertama keja kembali, Naura tidak menyelesaikan atau menyentuh tugas dari Gavin yang memberikannya setumpuk file usang yang Naura yakini adalah data dari beberapa tahun silam.


" Kak Naura, kenapa kau hanya diam saja? bukannya Pak Gavin memberimu pekerjaan yang lumayan banyak? " ucap Elia yang melihat Naura sibuk memainkan Ponselnya.


" Aku tidak sudi mengerjakan pekerjaan yang ia berikan. " seru Naura dengan cueknya.


Naura mendengus kesal, " Elia, yang benar saja! aku harus merangkum semua isi file yang tidak penting ini. Dia hanya mengerjai ku saja. "


" Tapi bukannya pak Gavin membutuhkan laporan itu secepatnya. " ucap Elia sembari membenarkan posisi kacamatanya.


" Ck, Elia jika dia memang butuh dengan data yang ada di file ini, dia bisa dengan mudah melihat laporan yang sudah tersimpan di komputer miliknya, bahkan poin terpenting pun sudah ada di data yang dia miliki. Kenapa aku harus menghabiskan tenaga ku untuk membolak-balikan kertas ini dan membacanya. " jelas Naura.


" Terserah kau saja, aku tidak mengerti dengan tingkah aneh kalian. " gumam Elia. Elia lebih milih mengerjakan pekerjaannya dari pada ikut campur dengan urusan mereka.


Dua jam telah berlalu. Panggilan interkom dari dalam ruangan Gavin.


" Elia.. " Gavin.


" Suruh Naura masuk keruangan ku. " Gavin.


" Baik Pak. "


Tanpa Elia memberitahukan perintah Gavin, Naura dengan sendirinya bisa mendengar karena Naura duduk tepat si samping Elia.


" Ck! menganggu saja! " gerutu Naura, lalu berdiri dan menuju ke ruangan Gavin yang tidak jauh dari meja kerjanya.


" Apa! " seru Naura setelah pintu terbuka lebar olehnya.


" Tidak sopan sekali dengan atasanmu. " Gavin.


" Ada perlu apa memanggilku? " ucap Naura tanpa memperdulikan teguran Gavin.

__ADS_1


" Mana hasil pekerjaan mu? " tanya Gavin.


" Aku tidak mengerjakannya! "


" Kenapa? " Gavin masih tenang melihat tingkah Naura yang terlihat jelas ingin menentangnya.


" Malas. " ucapnya santai.


" Ck, bukan karyawan teladan! jika pekerjaan mu seperti ini aku akan memec --- "


" Ya! pecat saja aku! aku juga tidak sudi bekerja dengan mu. " seru Naura.


Sedangkan Gavin kalah telak. dia melupakan sesuatu, jika dirinya lah yang memaksa Naura untuk kembali bekerja.


Belum sempat Gavin menjawab perkataan Naura. Pintu ruangan terdengar terbuka kembali, dan terlihat seorang wanita cantik datang menghampiri Gavin.


" Natali.. " pekik Gavin.


" Hai Gavin sayang.. lama tidak bertemu. Apa kau merindukan ku. " Natali mendekat ke arah Gavin dan memberikan kecupan di pipi Gavin untuk menyambut pertemuan kembali mereka.


" Maaf pak, saya sudah melarang nona ini untuk masuk, tapi dia.. "


" Tidak apa. kau pergilah. "Gavin. Elia pun undur diri dari ruangan Gavin.


Tanpa banyak kata, Naura memilih keluar dari ruangan Gavin mengikuti Elia yang baru saja keluar.


Ada rasa ngilu di hatinya saat melihat kedekatan Gavin dengan wanita lain. Naura memang telah lama mengenal Natali. Setau Naura, Natali adalah teman kencan Gavin sekaligus rekan bisnisnya.


Naura pun sudah tau tentang kedekatan mereka sejak dulu. Dulu Naura sering melihat Gavin dan Natali bermesraan dan Naura biasa saja, tidak seperti sekarang, kenapa hatinya begitu sakit melihat sesuatu yang sebelumnya ia pernah melihatnya.


" Ada perlu apa kau kesini? " ucap Gavin dengan wajah dinginnya.


" Tentu saja menemui mu, apa kau keberatan? " Natali.


" Ya, aku terganggu dengan kedatangan Natali. " suara Gavin terdengar sangat tegas.

__ADS_1


" Come on honey... aku merindukan mu. " Natali.


" Perlu aku ingatkan lagi, kita tidak mempunyai hubungan apa pun. meski aku pernah melewati kebersamaan dengan mu. " ucap Gavin.


" Honey, kenapa kau berubah seperti ini. Aku menyukai Gavin yang dulu. " Natali mulai berani mendudukkan diri di pangkuan Gavin.


" Natali.. please. hentikan ini. " Gavin menghindari sentuhan yang Natali berikan.


" Gavin, dulu kau sangat menyukainya.. " Natali membelai wajah Gavin dan mencoba mencium bibir Gavin. Namun dengan cepat Gavin menghindari nya.


" Natali, sudah ku peringatkan. menjauhlah dari ku. " Gavin menarik paksa tubuh Natali agar menjauh darinya.


" Aww.. " pekik Natali saat dirinya limbung karena ulah Gavin. " Kau sangat menyebalkan Gavin!! " Natali menghentakkan satu kakinya ke lantai, mewakili rasa kesalnya terhadap Gavin.


" Pergilah. " usir Gavin dengan pelan.


Dengan amarah, Natali pun meninggalkan Gavin.


Sejak Gavin mengetahui jika Natali mendekatinya hanya karena ingin melancarkan kerja sama di antara perusahaan mereka, Gavin memutuskan untuk tidak menjalin hubungan lagi dengan Natali.


Gavin teringat akan Naura yang tadi sempat melihat Natali mengecup pipinya. " Kenapa dia terlihat marah? apa dia cemburu? " gumam Gavin.


*


*


*


**JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN KALIAN


LIKE, KOMEN, VOTE.


VOTE YANG BANYAK YA!


Bye.. bye**..

__ADS_1


__ADS_2