Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Menikahi Elia?


__ADS_3

Sesuai permintaan Mike, Gin sudah menyalin semua rekaman CCTV hotel tempat Mike menghabiskan malam bersama gadis misterius itu.


Mike dengan seksama melihat adegan demi adegan yang terekam jelas pada malam itu. Mike mengernyitkan keningnya seraya mempertajam penglihatannya, mengamati gadis yang memapahnya membawa dirinya masuk ke dalam kamar di bantu oleh salah satu pegawai hotel.


" Gin, cari tau siapa gadis itu? " perintah Mike saat melihat gadis berambut panjang dengan gaun berwarna tosca. Wajah gadis itu tidak bisa terlihat dengan jelas oleh Mike.


" Baik tuan. " Gin memperhatikan gadis yang di tunjukan Mike di salah satu rekaman itu.


Mike menggerak-gerakkan jemarinya yang berada di atas meja kerjanya sembari berfikir keras, siapa gadis itu?


Mike mengingat-ingat mobil yang sepertinya tidak asing baginya, terlihat jelas di rekaman, mobil yang di kendarai gadis itu saat mengantarkan Mike ke hotel.


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Mike.


" Masuk! "


Elia berjalan ke arah Mike dan memberitahu semua jadwal Mike hari ini. Setelah itu, Elia meminta ijin untuk pulang lebih awal.


" Sir, bolehkah saya hari ini pulang lebih cepat? " Elia.


" Apa kau sakit? " tanya Mike.


" Tidak Sir, saya ada keperluan penting yang tidak bisa saya tinggalkan. " jawab Elia dengan pandangan yang tertunduk, Elia tidak mampu lagi melihat wajah pria yang telah melecehkan nya.


" Baiklah.. tapi selesaikan pekerjaan mu terlebih dahulu. " ujar Mike.


" Baik Sir. " Setelah mendapatkan ijin dari Mike, Elia meninggalkan ruangan Mike.


Hari ini, Elia berencana pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan dirinya. Satu hari setelah kejadian itu, Elia tanpa pikir panjang berkonsultasi pada dokter dan menceritakan bahwa dirinya adalah korban pelecehan seksual.


Elia tidak mau hal yang tidak diinginkan terjadi pada dirinya, cukup kehilangan kehormatannya saja, gadis itu tidak mau rahimnya tertanam benih dari pria yang sudah merenggut kesuciannya, apalagi tanpa adanya cinta.

__ADS_1


Untuk meyakinkan hatinya, Elia kembali mendatangi rumah sakit untuk mengetahui lebih lanjut tentang kondisi tubuhnya, apakah benar tidak ada janin yang tumbuh di rahimnya?


Pukul satu siang, Elia sudah bersiap pergi ke rumah sakit. Elia melangkah menuju parkiran dimana mobilnya berada.


Bertepatan dengan mobil Elia yang melintas di lobby kantor, Mike yang baru saja pulang dari makan siangnya melihat mobil Elia.


" Bukannya itu mobil gadis itu? "


" Gin! ikuti mobil itu! " perintah Mike. Pria itu masuk kembali ke dalam mobil, mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kantor.


Di sepanjang perjalanan, Mike terus bertanya-tanya dalam hati nya. " Siapa gadis itu? "


Kedua mata Mike membulat saat melihat gadis itu keluar dari mobilnya, setelah memarkirkan mobilnya di sebuah rumah sakit.


" Elia? " lirih Mike.


Pikiran nya sudah melalang buana, hingga tak menyadari Elia sudah semakin jauh dari pandangannya.


" Apa Jangan-jangan.... " Mike menggelengkan kepalanya, menepis semua kemungkinan yang ada.


Mike masih belum percaya, gadis yang bersamanya waktu itu berbeda sekali dengan Elia. Gadis itu terlihat begitu cantik dan terlihat modern dalam penampilannya.


" Gin! kita kembali.. " Mike.


" Apa tuan tidak ingin tau, apa yang dilakukan nona Elia di dalam? " saran Gin. Sebenarnya Gin sudah menduga jika gadis yang di cari Mike tidak lain adalah Elia. Namun bukti yang ia dapatkan belum cukup meyakinkan.


" Tidak perlu! " seru Mike.


" Baik tuan. " Gin kembali melajukan mobilnya pergi dari rumah sakit. " Aku harus mendapatkan bukti yang kuat, agar tuan percaya bahwa gadis itu nona Elia. "


Gin sudah lama bekerja mengikuti Mike, dia sangat tau jika bosnya itu tidak akan percaya begitu saja tanpa adanya bukti yang kuat.

__ADS_1


Sedangkan Mike semakin gelisah, pria itu memijit keningnya. " Astaga.. apa yang sebenarnya terjadi? "


Mike tidak tau jadinya, bagaimana jika gadis itu memang benar Elia, apa dia akan bertanggung jawab pada Elia. Tanggung jawab seperti apa yang akan ia lakukan? menikahinya kah?


Dering ponsel Gin berbunyi. Gin pun menerima panggilan itu, setelah anak buahnya menjelaskan semua info yang di dapatnya, Gin mengakhiri panggilan itu.


" Tuan, semua bukti sudah kami dapatkan. " ucap Gin.


Mike terkesiap mendengar penuturan Gin. " Hem. "


" Taun, ternyata gadis itu -- "


Belum selesai mengatakan, Mike terlebih dahulu memotong kalimat Gin.


" Jangan bicara tanpa memberi bukti! " seru Mike.


" Buktinya segera anda dapatkan tuan. " ucap Gin meyakinkan Mike, dirinya menyampaikan info dengan adanya bukti yang kuat. " Gadis itu -- "


" Berhenti bicara Gin! " seru Mike. terlihat jelas di wajah pria itu sudah pucat pasi. Melihat ekspresi wajah Gin, sudah cukup membuat Mike mengerti.


Mike menggusar wajahnya dengan kasar, ada keraguan dalam dirinya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Menikahi Elia? Oh shit!! Tidak pernah terbayangkan sama sekali menikahi gadis Alien itu!


*


*


*


Bye.. bye..

__ADS_1


__ADS_2