Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Menikah dengan ku.


__ADS_3

Mario tanpa lelah mencari keberadaan Milly, sejak pesta pernikahannya Mario sama sekali belum mengistirahatkan tubuhnya.


CCTV hotel memberi petunjuk jika benar, Milly dibawa oleh dua pria asing seperti apa yang di katakan pelayan yang terakhir menemani Milly.


Namun kedua wajah pria itu tidak terlihat jelas karena tertutupi oleh masker yang di kenakannya.


Langkah pertama yang Mario lakukan menemui satu persatu musuhnya. Tidak segan segan Mario memberikan pelajaran yang sangat mengerikan seperti saat dirinya menjadi seorang pemimpin mafia.


Arnaf pun mengerahkan seluruh bawahannya untuk mencari Milly, menyelusuri setiap sudut kota dengan bantuan CCTV yang terpasang di sepanjang jalan, tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat.


Brian dan Valent juga ikut andil mencari keberadaan Milly, semua orang yang menyayangi Milly dengan senang hati membatu mencarinya.


Gavin kaka ke dua Milly turun tangan menemui semua teman Milly yang dekat dengannya.


***


Milly duduk termenung di lantai menelungkupkan kepalanya di kedua lututnya. Paginya di lewati dengan tangisan tiada henti.


Pintu kamar terbuka, terlihat seorang wanita datang membawa sebuah nampan berisikan makanan.


" Makanlah.. " ucap wanita itu setelah meletakan nampan di atas nakas tak jauh dari Milly.


Milly mendongakan kepalanya, " Siapa kau? " tanya Milly.


" Aku, Putri.. " Putri tersenyum saat memperkenalkan diri.


" Aku Milly," ucap Milly. " Putri, bolehkah aku bertanya? "


" Apa yang akan kau tanyakan. "


" Aku ada dimana? aku ingin keluar dari rumah ini. " Milly.


" Kita di Jepang, tidak mudah untuk keluar dari rumah ini. "


Milly menutup mulutnya yang menganga, " Jepang? " pekik nya yang nampak terkejut.


Putri mengangguk, " Iya kita di Jepang. "


" Ya Tuhan, hiks... kenapa aku ada di sini.. hiks.. " Milly terisak kembali. " Daddy, Hubby.. kaka... tolong aku!!!!!!!! huaa..... " teriak Milly.


" Hei tenang lah, jangan menangis lagi, apa kau tidak lelah menagis sedari tadi. Lebih baik kau bersihkan tubuhmu, semua pakaian ada di lemari itu. " ucap Putri.


" Aku ingin pulang.. " rengek Milly pada Putri.


Putri menghela nafasnya, " Jika kau ingin pulang berbuat baiklah pada Mike. " jelas Putri.


" Mike? " Milly.


" Iya Mike, tanpa ijin darinya kau tidak bisa keluar dari sini. "


" Maksudmu pria Kingkong itu! cih, aku tak sudi baik padanya! " ketus Milly.


Putri mengerutkan keningnya, " Kingkong? "


" Iya, aku sangat membencinya! dia yang menculik ku! "


Putri menggelengkan kepalanya, bisa - bisanya Milly berani menjuluki bos mafia dengan sebutan kingkong, Pria yang sangat di takuti di negri ini.


" Itu terserah kau saja! hanya dia yang bisa mengeluarkan mu dari rumah ini. " Putri.


Milly hanya diam, mendengarkan ucapan Putri.


" Sebaiknya kau mandi, apa kau tidak risih dengan pakaian pengantin itu. " Putri.


Milly tertunduk, melihat dirinya yang masih menggunakan gaun pengantin, " Seharusnya suamiku yang membantu ku membuka kan gaun ini. "


" Awas saja! aku akan membalas si kingkong itu! " tukas Milly.

__ADS_1


" Sehabis mandi, jangan lupa dengan makanan mu, kau harus mengisi tenaga agar bisa membalas Mike. " seru Putri pada Milly yang sudah berada di dalam kamar mandi, Putri sengaja berkata seperti itu agar Milly memakan makanan yang sudah tersedia.


" Iya! " teriak Milly dari dalam kamar mandi.


Milly pun membersihkan diri, cukup lama bagi Milly menjalankan ritual mandinya.


Milly memilih dress selutut yang sudah tersedia di lemari, tidak lupa memakan makanan yang tadi dibawa oleh putri.


Milly memenglah di culik oleh Mike, namun bukan seperti di culik pada umumnya yang selalu di sekap dalam ruang gelap, lengan yang terikat dan mulut yang di plester.


Milly mempunyai kebebasan tidak hanya di kamarnya, Milly bisa berkeliling di setiap sudut rumah itu.


Namun penjagaan di rumah itu sangat ketat. Disetiap sudut terdapat CCTV yang memantau setiap gerak geriknya, bukan hanya itu, para bodyguard juga tersebar di beberapa titik yang memang sudah di tugas kan oleh Mike.


Sangat sulit bagi Milly untuk kabur dari rumah itu. Bukan rumah biasa, lebih tepatnya markas besar anggota mafia yang di pimpin oleh Mike.


Milly keluar dari kamarnya, rujuannya hanya satu saat ini yaitu menghubungi keluarga untuk meminta bantuan.


" Dimana letak telepon nya. " lirih Milly, pandangannya mengitari seluruh ruangan untuk mencari alat komunikasi.


" Milly, sedang apa kau? " Putri tiba - tiba muncul dari sebuah ruangan.


" Emm.. itu.. anu... aku.. mencari telepon, tapi aku tidak menemukan nya. "


" Disini tidak ada benda yang kau cari. "


" Oh.. apa kau punya ponsel? " Milly.


Putri diam, nampak berfikir dahulu. " Aku tidak punya, disini tidak diperbolehkan membawa benda itu. " bohong Putri, sebenernya dia mempunyai ponsel, tapi dia takut akan terkena marah oleh Mike.


Milly terlihat kecewa mendengar jawaban Putri.


" Semua yang kau cari tersedia di ruangan Mike. " seru Putri. " Tapi tidak sembarang orang yang bisa masuki ruangan itu. "


" Dimana ruangan itu? tunjukan pada ku. " Milly terlihat semangat dan percaya diri, dia sama sekali tidak takut dengan Mike.


" Kenapa aku harus takut padanya. "


Putri pun memberikan arah untuk ke ruangan Mike, " Kau bisa lurus terus ke arah itu, dan kau akan menemukan nya. "


" Kau tidak ikut? "


" Tidak, aku ada urusan lain. " Putri.


Milly pun berjalan menyusuri lorong yang terhimpit oleh dinding, " Kingkongggg.... kau dimana!!!! " teriak Milly mencari Mike.


" Kingkongggggg.... "


" Kingkonggggg.... "


Milly tanpa takut memanggil Mike dengan sebutan itu, para bodyguard yang mendengar nya hanya melirik ke arah gadis yang sedang berteriak.


" Hei kau! " tunjuk Milly pada salah satu bodyguard yang tengah berjaga. " Dimana ruangan kongkong? "


Bodyguard itu terlihat bingung, dan hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Milly.


" Apa kau tuli! aku tanya dimana ruangan bos mu yang seperti kingkong itu! "


Bodyguard itu masih diam.


Milly mengamati bodyguard itu dari atas sampai ke bawah, " Sepertinya dia orang Jepang dan tidak mengerti apa yang kukatakan. " gumam Milly.


Tidak mau membuang waktu, Milly segera melangkah kembali mencari ruangan Mike.


" Nona.. sedang apa nona disini? " Gin berpapasan dengan Milly.


Milly mengangkat sebelah alisnya, " Kau bisa bahasa? "

__ADS_1


" Iya nona. "


" Oh, " Milly kembali menegakkan tubuhnya dan memasang wajah angkuhnya. " Dimana si kingkong itu! " tukas Milly.


" Maksud nona? "


" Ck, bos mu! "


" Mari saya antar nona. " Gin mempersilahkan Milly untuk berjalan terlebih dahulu.


" Ini ruangan tuan Mike. "


" Yasudah, pergi sana! " ucap Milly dan langsung membuka pintu itu tanpa mengetuk terlebih dahulu.


Gin hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Milly.


" Pinjamkan ponsel mu! " tukas Milly pada Mike yang tengah duduk di kursi kebesaran nya.


Mike sedikit terkejut dengan kedatangan Milly yang tiba - tiba datang tanpa permisi atau sekedar menyapanya.


" Untuk apa. " ucapnya dengan wajah datar.


" Tentu saja untuk menghubungi orang tua ku dan suami ku! "


Mike menghela nafas dan menghentikan aktivitas nya. " Tidak bisa! "


" Kenapa tidak bisa! cepat pinjamkan ponsel mu! "


" Ck, apa sekarang kau lupa kalau aku sedang menculik mu, bagaimana bisa aku dengan mudah meminjamkan ponselku, kau pikir aku bodoh! "


" Kau!!! "


" Aku akan membebaskan mu dengan mudah, " ucap Mike. " Tentu dengan syarat. "


" Apa! "


" Menikahlah dengan ku. "


" Apa kau sudah gila! aku ini sudah menikah, " pekik Milly.


" Aku akan membatalkan pernikahanmu yang baru satu hari. Dengan begitu kita bisa menikah. "


" Tidak waras! aku tidak mau menikah dengan mu! "


" Itu pilihan mu, dan jangan harap aku melepaskan mu dari sini. " Mike.


" Kau!! " geram Milly. " Tunggu saja, Daddy ku pasti akan menemukan ku! "


Mike terkekeh, " Kau sangat mengandalkan Daddy mu tapi tidak dengan suami mu, apa suami mu sangat lemah. "


Tentu saja Milly berfikir jika Daddy nya sosok pria yang paling kuat. Milly selalu melihat Brian berlatih dengan ka Arnaf, sedangkan Milly sama sekali tidak pernah melihat Mario bertarung dan memainkan senjata api.


Tidak mau menjawab, Milly memilih diam dan sesekali mengamati ruangan Mike, Milly akan kembali lagi ke ruangan ini jika Mike pergi.


" Kenapa kau diam! apa benar, suami mu itu sangat lemah.. hahaha... " tawa Mike membuat Milly semakin jengkel di buatnya.


" Dasar Kingkong!! " Milly membanting pintu ruangan itu.


Gelak tawa Mike masih terdengar memenuhi ruangannya.


" Berani sekali dia mengatai ku kingkong. " gumam Mike.


*


*


*

__ADS_1


Bye.. bye.. jangan lupa berikan dukungan kalian..


__ADS_2