Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Keputusan Mike


__ADS_3

Mario dan Milly sudah kembali ke mansion Yamazaki. Milly akhirnya mau di bujuk untuk pulang ke rumah dengan di iming-imingi menonton balap liar akhir pekan bersama Mario.


Milly sangat terkejut ketika melihat sosok yang ia kenali, begitu juga dengan Mario. Dia baru tau jika Mike sudah berada di Indonesia.


" Milly.. kau sudah kembali sayang. " Dinda menghampiri Milly dan memeluknya dengan erat. " Bunda sangat senang, akhirnya kau kembali."


" Iya bunda. Maafkan Milly yang sudah membuat bunda khawatir. " Milly membalas pelukan Dinda.


" Oh iya Milly, perkenalkan.. ini Mike putra sulung bunda. kakanya Mario. " Dinda memperkenalkan Mike pada Milly.


" Mike, ini Milly istri adik mu. " Dinda dan Morgan tidak tau jika Mike lah yang telah menculik Milly saat itu. Karena Mario merahasiakannya agar tidak menganggu kesehatan Morgan.


" Mike sudah tau bunda. " jawabnya dengan cuek.


" Bagaimana kau mengenal Milly. " tanya Morgan merasa penasaran Mike sudah terlebih dahulu padahal setau Morgan, Mike belum pernah berte Milly, bahkan pada acara pernikahan Mario pun dia tidak hadir.


" Hanya mengenal saja. " Mike.


" Milly sebaiknya kau istirahat dulu, kau terlihat sangat lelah sayang. " Mario mengalihkan pembicaraan agar Morgan tidak terus menanyakan sejauh mana Mike mengenal Milly.


" Iya sayang, kau terlihat pucat. apa perlu bunda panggilkan dokter? "


"Tidak perlu bunda, aku hanya perlu istirahat sebentar. "


Milly hari ini memang terlihat sangat pucat dan merasa selalu lelah, padahal dia tidak melakukan pekerjaan yang berat. Setelah berpamitan pada Dinda dan Morgan, Milly menuju kamarnya untuk beristirahat.


Sedangkan Mario ikut duduk di ruang keluarga bersama kedua orang tuanya dan juga Mike.


" Kapan kau datang? " tanya Mario dengan wajah masamnya.

__ADS_1


" Tadi pagi. " Mike lun tak kalah menampilkan wajah datarnya.


" Kapan kau kembali? " Mario tidak ingin Mike berlama- lama tinggal di sini, dia takut jika Mike akan menggangu hubungannya dengan Milly.


" Mario, kenapa kau tidak sopan seperti itu pada kaka mu. Dia baru datang tapi kau malah bertanya kapan dia kembali, apa kau tidak merindukan nya. " Dinda.


" Cih! merindukan, aku masih kesal dengan nya karena sudah menculik Milly ku! " batin Mario.


" Aku hanya dua hari disini. " jawab Mike.


" Baguslah. " Mario menatap sengit ke arah Mike.


Morgan merasa aneh dengan kedua putranya yang terlihat ada permusuhan di sorot matanya. " Apa kalian ada masalah? tanya Morgan yang sangat peka terhadap masing-masing sifat putranya.


" Tidak! " jawab mereka bersamaan dan saling memalingkan wajah.


Morgan tau jika ada masalah di antara mereka berdua, tapi Morgan memilih diam sampai mereka mengatakan nya sendiri. asal masih dalam batasan yang wajar, Morgan tidak akan mencampuri urusan mereka.


" Sangat yakin ayah. " Mike.


" Baiklah ayah mendukung mu. " Morgan.


" Bunda juga sangat mendukung mu, semoga semua ini menjadi awal yang baru untuk mu. " Dinda mengelus sayang puncak kepala Mike.


" Apa yang sedang kalian bicarakan." tanya Mario yang tidak mengerti arah pembicaraan Morgan dan Dinda.


Morgan menjelaskan niat Mike yang ingin terlepas dari dunia mafia, mengalihkan semua usaha gelapnya kepada partnernya yang ada di Paris. Mike ingin meninggalkan dunia gelapnya dan menjalani kehidupan baru, kehidupan tanpa adanya pertumpahan darah. Dan Mike akan menetap tinggal di Indonesia bersama keluarga besarnya.


" Apa! " pekik Mario yang sangat terkejut mendengar keputusan Mike. Mario merasa curiga jika Mike belum bisa merelakan Milly. Mario sangat tau sifat Mike yang tidak akan menyerah begitu saja sebelum ia bisa mendapatkan apa yang di inginkan nya.

__ADS_1


" Kenapa Mario? apa kau tidak senang mendengar kabar gembira ini? " tanya Morgan.


Morgan memang sempat kecewa karena usahanya di dunia gelap yang ia rintis dari nol, akan di lepaskan dengan mudah kepada orang yang bukan keturunannya. Tapi rasa sayang terhadap Putranya mengalahkan egonya. Ia lebih memilih Mike hidup dengan tenang tanpa banyak musuh. Cukup dirinya saja yang mengalami kepahitan hidup hingga di usianya yang sudah menua.


Mario tak menjawab pertanyaan Morgan, ia lebih fokus menata tajam ke arah Mike.


" Kau tidak perlu cemas memikirkan hal yang buruk. Aku tau posisi ku. " ucap Mike seakan tau arti tatapan Mario.


Mario masih sangat kesal dengan keputusan Mike yang akan menetap tinggal di Indonesia. Tidak di pungkiri dia juga merasa senang jika Mike mengikuti jejaknya yang meninggalkan dunia mafia.


Tapi rasa khawatir dengan Mike yang akan mengganggu kehidupannya dengan Milly selalu muncul di hatinya.


Mario meninggalkan mereka bertiga untuk menyusul Milly di kamarnya. Langkah nya terhenti ketika ponselnya berdering dan segera menerima panggilan itu.


" Iya Rai. " jawab Mario.


" .... "


" Besok aku akan ke sana memberikan pelajaran pada jallang sialan itu! " geram Mario.


*


*


*


**JANGAN LUPA VOTE!


YANG BANYAK YAK!

__ADS_1


Tengkyu yang sudah support akuuu dengan memberikan dukungan kalian.


Bye.. bye**..


__ADS_2