Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Mencintai dalam diam


__ADS_3

Kehamilan Milly membuat Mario semakin memperhatikan istrinya, apapun yang Milly inginkan pasti ia turuti dengan senang hati.


Seperti saat ini, Milly ingin menghabiskan waktu dengan Mario dan meminta nya untuk mandi bersama. Tentu saja Mario dengan senang hati menurutinya, apalagi hal itu sangat menguntungkan nya.


Di dalam bathtub yang terpenuhi oleh air dan busa busa beraroma segar, Milly dan Mario kini sedang melakukan ritual mandinya.


Mario membantu Milly menggosok tubuhnya dan sebaliknya, Milly pun membantu Mario. Tentu saja Mario tidak ingin melewatkan kesempatan begitu saja, tangannya sudah mulai jahil menjelajahi tubuh Milly.


" Hubby.. aku tidak sabar menantikan bebi kita lahir ke dunia ini. " ucap Milly tanpa menghalangi tangan Mario yang tengah bermain di dadanya. wanita itu membiarkan Mario menyentuh tubuhnya sesuka hati.


Mario terkekeh, " Itu masih lama sayang.. butuh waktu sembilan bulan lagi kita baru bisa melihatnya. " Mario dengan leluasa memberikan sentuhan pada Milly yang duduk memunggunginya, mengecupi punggung Milly yang terekspos tepat di hadapannya.


" Iya aku tau hubby.. " ucap Milly membalikan tubuhnya. " Aku sangat yakin jika bebi kita laki-laki dia akan tampan seperti mu. " Milly mengelus wajah Mario. " Dan jika dia perempuan, pasti akan cantik seperti ku. " ucap Milly dengan senyum yang melebar.


Mario menatap Milly yang terlihat sangat bahagia, hatinya begitu damai hanya karena senyuman Milly. " Sayang.. jika aku pergi, tetaplah bahagia seperti ini. "


" Aku akan bahagia jika bersama mu. " ucap Milly.


Mario tersenyum, " Dengar kan aku. " Mario mengapit kedua pipi Milly dengan telapak tangan. " Tetap bahagia dan ceria seperti ini walau tanpa ku sekalipun. "


Senyum Milly perlahan memudar " Kenapa kau berbicara seperti itu, kau tidak akan meninggalkan ku kan? " tanya Milly dengan cemas.


Mario menggeleng, " Aku tidak akan meninggalkan mu, tapi.. " ucapnya terhenti.


" Tapi apa? " sarkas Milly.


" Tapi jika takdir berkata lain dan aku harus pergi, berjanjilah pada ku kau akan tetap bahagia. " entah kenapa hati Mario ingin mengucapkan kata yang tak pernah terpikirkan olehnya.

__ADS_1


" Tidak mau! aku akan tetap menunggu mu, menantikan mu sampai kau kembali. " ucapnya.


Mario tersenyum, mengelus-elus puncak kepala Milly.


" Apa kau tidak mau melihat bebi kita sampai lahir ke dunia ini? dan menemani ku melahirkan buah cinta kita? "


" Tentu saja aku, aku akan menemani mu. "


" Maka jangan bicara yang tidak-tidak! aku sangat tidak suka! " ketus Milly sembari mengeratkan pelukannya.


" Iya sayang.. akan ku lakukan apapun demi kalian berdua. " Mario membalas pelukan Milly.


Milly terkejut saat sebuah benda tegak menusuk perutnya. Segera Milly mengendurkan pelukannya dan menatap Mario. " Hubby!! " Milly menajamkan matanya.


Mario terkekeh, " Sorry sayang.. dia tidak bisa menahan saat dekat dengan mu. "


" Jadi, mau kah kau menari di atas ku? " Mario memperlihatkan seringai nakalnya.


" Disini? " tanya Milly tak yakin melakukannya di bathtub yang penuh dengan air.


Mario mengangguk. " Hem. " Mario mencondongkan wajahnya dan berbisik. " Kita akan melakukannya dengan sensasi baru. "


Milly tersenyum malu, wajahnya sudah merah merona hanya mendengar suara parau milik Mario.


Mario segera mengangkat tubuh Milly dan menyatukan tubuh mereka.


" Hai bebi.. Daddy akan menjenguk mu. " Mario.

__ADS_1


Milly tertawa saat mendengar ucapan Mario.


" Pelan-pelan sayang, ingat ada bebi kita.. " Mario memperingati Milly agar tidak terlalu cepat saat mencari nikmatnya keindahan cinta.


" Yes Hubby... "


*


Sore harinya, Mike telah sampai di mansion keluarga Yamazaki. Saat menginjakkan kakinya di pintu masuk rumah itu, kedua matanya mencari seorang yang telah mencuri hatinya.


Dinda dan Morgan menyambut kedatangan Mike dengan suka cita. Akhirnya hari yang di tunggu pun telah tiba, Putra sulung nya itu akan menetap di negara ini, berkumpul bersama menikmati hari-hari seperti dulu.


Mario dan Milly terlihat menuruni anak tangga, saat Mike baru saja masuk di ruang keluarga. Milly bergelayut manja di lengan Mario.


Milly terlihat begitu cantik dan berseri, memakai mini dress yang cukup apik melekat di tubuhnya. Rambut yang tergerai membuatnya terlihat semakin cantik.


" Senyuman itu... senyum yang aku rindukan. "


Mike cukup tertegun melihat kedatangan wanita yang telah resmi menjadi istri adiknya itu. Meski tidak ada niatan sama sekali untuk merusak rumah tangga adiknya.


Tapi tidak bisa di pungkiri, cintanya terlalu sulit untuk ia hilangkan begitu saja. Mike hanya akan mencintai wanita itu dalam diam dan cukup dirinya yang tau akan perasaannya.


*


*


*

__ADS_1


Bye.. bye..


__ADS_2