Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Istri nakal ku


__ADS_3

Waktu menunjukan pukul sembilan pagi, namun Milly masih tertidur lelap, rasa lelah dan kantuknya membuat ia enggan untuk membuka kedua matanya, meski Mario telah mengusik tidurnya dengan menghujani kecupan di seluruh wajah cantiknya.


Mario yang telah bangun terlebih dahulu sudah sedari tadi membersihkan tubuhnya yang terasa lengket dengan keringat akibat pergumulan hebat semalam yang berlangsung hingga pagi menjelang.


Mario memberikan kecupan demi kecupan untuk membangunkan Milly, mengingat pergulatan semalam yang menghabiskan banyak tenaga, Mario ingin Milly cepat bangun dan mengisi tenaganya di waktu sarapan pagi.


Namun Milly sama sekali tak menunjukkan dirinya akan segera bangun meski telah terusik tidurnya.


Mario tidak kehabisan akal untuk membangunkan Milly. Mario menyingkap selimut yang menutupi tubuh polos Milly dan beranjak hingga tubuhnya berada di atas Milly, tidak lupa dia menggigit - gigit kecil leher istrinya.


Milly merasa hembusan angin menyentuh kulitnya dan tubuhnya merasa berat, seperti sesuatu telah meninndihnya.


Milly perlahan membuka matanya, mendapati Mario sudah di atas tubuhnya.


" Hubby, sedang apa kau? aku sangat lelah. " ucapnya sembari mendorong tubuh Mario agar menjauhinya. Matanya tertutup kembali.


" Sayang, bangunlah.. ini sudah siang. " Mario masih menyelusuri leher istrinya.


" Emm.. sebentar lagi, " Milly kembali mengeratkan pejaman matanya, tidak peduli tubuh polosnya yang tidak lagi tertutupi selimut.


" Kau sangat sexy sayang, " Mario menggigit kecil telinga istrinya, berbicara dengan nada yang sensual.


" Aku tau itu. " lirihnya.


" Aku juga sudah tergoda, apa kau tau itu? " tangan Mario sudah ke sana ke mari menyentuh tubuh mulus Milly.


" Hubby, hentikan tangan nakal mu itu! " ucap Milly yang merasakan tangan Mario sudah bermain di dadanya.


" Kenapa? hem? apa kau sudah tergoda dengan sentuhan ku? " Mario semakin kuat meremmasnya.


Milly membuka kedua matanya dengan lebar, " Hubby.. kau nakal sekali. "


Mario terkekeh. " Apa kau masih punya tenaga untuk melakukannya? "

__ADS_1


" Hem, sepertinya.. dengan senang hati hubby.. "


" Aku suka Milly ku yang sekarang, " Mario mencium kening Milly. " istri nakal ku. "


Mereka pun memulainya lagi, kegiatan pagi yang panas, sepanas cinta mereka yang membara.


" Hubby, kau sangat keren. Aku mencintaimu


" ucap Milly yang tengah menyaksikan Mario tengah sibuk berpacu di atasnya dengan gagah.


" Aku lebih mencintaimu. " Mario.


***


Di tempat lain, Naura tangah mengajari Elia tentang pekerjaan apa saja yang harus di pelajari untuk menggantikan Naura sebagai sekretaris Gavin. Ternyata Gavin tidak main - main dengan titahnya yang menyuruh Naura berdiam di rumah.


Elia Deliana Umbara adalah putri sulung dari Nino Umbara, tangan kanan Briano.


Elia baru saja lulus dari perguruan tinggi, dia mengikuti jejak ayahnya yang mengabdi pada keluarga Nugroho. Elia termasuk mahasiswi yang lulus dengan predikat cumlaude di salah satu Perguruan tinggi nomor satu di Indonesia. Kecerdasannya tidak di ragukan lagi, terbukti banyak perusahaan yang ingin merekrut Elia.


Tapi Elia memilih berpenampilan sederhana, bukan sederhana pada umumnya, lebih tepatnya Elia berpenampilan yang tidak sedap di pandang oleh para kaum adam. Dengan bantuan kacamata sangat tebal dan tidak lupa rambut panjangnya yang selalu di kuncir atau di kepang. Mengingatkan gadis pada tahun tujuh puluhan.


Padahal wajah gadis itu terlihat cantik jika di pandang dengan lekat - lekat.


" Apa kau sudah mengerti? " tanya Naura pada Elia.


Elia mengangguk, " Mengerti kak. " Elia termasuk gadis pendiam, tetapi jika sudah mengenalnya dengan dekat, dia akan terlihat sangat cerewet.


" Baguslah, sepertinya aku tidak akan kesulitan mengajarimu, kau sana pandai. " puji Naura.


Elia hanya mengangguk dan tersenyum tipis menanggapi ucapan Naura.


Gavin yang baru saja datang bersama Nino, memperhatikan gadis yang bersama Naura.

__ADS_1


" Pagi pak. " sapa Naura.


" Pagi. " Gavin.


" Pak, ini Elia yang akan menggantikan saya bulan depan. " ucap Naura memperkenalkan Elia.


" Kau tidak salah mencarikan sekertaris dengan bentuk seperti itu. " ucap Gavin sembari meneliti penampilan Elia yang terlihat cupu. Sama sekali tidak cocok dengan sekertaris kriterianya, yang cantik dan mempesona.


" Ekhemmm.. " Nino berdehem. " Tuan Briano sudah menyetujui nya. "


" Ck, selera Daddy benar - benar buruk. " ucap Gavin tanpa peduli pada gadis yang di depannya.


Nino geram, " Gavin! dia putri ku. " ucap Nino melupakan posisinya di area perusahaan.


Gavin terkejut mendengarnya, dia merasa tidak enak telah menghina putri dari tangan kanan Briano.


" Hehehe.. Sorry Om. " Gavin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Naura yang mendengar nya hanya bisa menahan tawanya, sedangkan Elia hanya diam dan menundukkan kepalanya.


Nino melangkah mendahului Gavin masuk ke ruang kerjanya, yang di susul oleh Gavin.


" Om, apa Daddy sangat pelit pada mu? Putri mu terlihat sangat -- "


Ucapan Gavin terhenti tatkala Nino ikut menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Gavin dengan tajam.


" Sorry. " ucap Gavin.


*


*


*

__ADS_1


Guys coba tebak ya.. Elia jodoh siapa di novel ini??? yang bisa nebak pinter deh..


Bye.. bye...


__ADS_2