Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Keputusan Brian


__ADS_3

Vote!


" Kenny.. " seru Jia dengan langkah tergesa menghampiri Kenny.


" Aunty.. Uncle.. " lirih Kenny.


" Apa yang kau bicarakan di telfon itu benar? " Brian.


Kenny mengangguk, " Benar Uncle, Kenny tidak salah lihat. mereka sekarang masih ada di dalam. "


" Kapten. Bagaimana ini, apa mereka benar-benar melak-- " Jia tak sanggup melanjutkan ucapannya.


" Sayang, tenang dulu, belum tentu mereka melakukan seperti apa yang ada di pikiran mu. " Brian mengelus punggung Jia untuk menenangkannya.


" Sebaiknya kita cepat masuk. " Brian.


" Apa uncle bisa membuka pintunya? " Kenny.


Brian mengangguk. Saat di perjalanan menuju ke apartemen, Brian menghubungi salah satu pelayan yang bertugas untuk membersihkan apartemen Gavin dan meminta akses untuk bisa masuk dengan mudah.


" Brakk... " pintu itu terbuka.


" Apa yang kalian lakukan!! " ucap Brian yang melihat kegiatan Gavin dan Naura.


Gavin dan Naura sangat terkejut melihat kedatangan orang tuanya. " Dad, mom, sedang apa kalian disini? " tanya Gavin.


" Seharusnya kami yang bertanya, sedang apa kalian berdua disini. apa kalian menjalin hubungan di belakang kami? " ucap Jia yang melihat keintiman kedua insan itu.


" Tidak mom, " Gavin.


" Lalu? " Jia.


Sedangkan Brian dan Kenny sudah mendudukkan diri di sofa, dirinya merasa tenang mendapati Gavin dan Naura tidak melakukan sesuatu hal yang buruk. Brian hanya melihat Naura tengah menyuapi makanan pada Gavin. Urusan selanjutnya ia serahkan pada istri tercintanya.


" Tidak ada lalu. " ucap Gavin dengan cueknya.


" Naura bisa jelaskan semua ini pada Mommy. " Jia yang tidak mendapatkan jawaban pasti dari Gavin, memilih bertanya pada Naura.


" Emm.. mom... " Naura ragu untuk mengatakannya.


" Naura, bicara jujurlah pada mommy, apa Gavin melakukan sesuatu pada mu? " Jia mendekat ke arah Naura yang terlihat ragu untuk mengatakan sesuatu.


Sebelum menjawab, Naura melirik ke arah Gavin yang sedang menatapnya tajam, seakan mengancam agar tak mengatakan apapun.


" Apa aku katakan pada mommy saja, agar Gavin tidak mengganggu ku lagi. "


Dengan menarik nafasnya dalam Naura mulai menceritakan semuanya tidak terlewat sedikitpun dari kejadian semalam sampai Gavin mengancam nya. Naura berharap dia akan terbebas dari pria menyebalkan seperti Gavin.

__ADS_1


" Gavin! apa benar yang di katanya Naura? " Jia.


Gavin hanya diam tak mengeluarkan suaranya, yang sudah di pastikan memang membenarkannya.


Brian berdiri dari duduknya. " Sudah Daddy putuskan bulan depan kalian akan menikah. " ucap Brian yang membuat semua orang terkejut.


" Daddy tidak ingin ada penolakan dari kalian. " skakmat Brian yang melihat Gavin akan melayangkan protesnya.


" Ini yang terbaik buat mu, Naura. " ucap Brian pada Naura.


" Sayang, ayo kita pulang, aku sudah lelah. " Brian mengulurkan tangannya untuk menyambut Jia dan membawanya keluar.


Sebelum meninggalkan apartemen, Brian berkata pada Kenny, " Kenny, tolong sampaikan pada Rafi untuk segera menemui ku. "


" Baik Uncle. " Kenny.


Naura terduduk lemas setelah kepergian Brian dan Kenny, ia sama sekali tak menyangka jika akhirnya akan seperti ini, menikah dengan Gavin pria yang sangat menyebalkan. Harapan Naura mengatakan semuanya agar Gavin tidak mengganggunya lagi dan Gavin akan mendapatkan hukuman dari Daddy Brian. Namun semua malah menjadi bumerang baginya.


#Flashback


Naura yang baru saja masuk apartemen sudah di sambut oleh Gavin yang duduk manis di sofa single, dengan menyilangkan kedua kakinya.


" Apa mau mu? " seru Naura.


" Menghukum mu! "


" Salah mu? banyak! "


Naura memejamkan kedua matanya, berusaha sabar menerima perlakuan Gavin. Dirinya tidak tau maksud dari kesalahannya yang menurut Gavin terlalu banyak.


" Lalu? " Naura.


" Tentu saja aku akan menghukum mu. "


" Menghukum ku? "


" Hem, apa kau sudah siapa?


" Jika aku tidak mau? " tantang Naura yang tidak akan menurut begitu saja.


Gavin terkekeh, " Itu hak mu, tapi jangan salahkan aku jika aku -- " Gavin tidak melanjutkan ucapannya, dia hanya tersenyum mengejek dan menatap tajam menyelusuri tubuh Naura.


" Apa hukuman nya? " ucap Naura yang tak mau basa basi.


" Melayani ku. "


" Kau!!! " geram Naura.

__ADS_1


" Tunggu dulu! singkirkan otak kotor mu itu. Aku meminta mu melayani ku bukan untuk menghangatkan ranjang ku. Tapi... "


" Tapi Apa! "


" Masaklah untuk ku. " Gavin.


" Masak? hanya masak. " ulang Naura.


Gavin mengangguk yang membuat Naura sedikit lega karena Gavin tidak meminta yang aneh-aneh darinya.


Naura dengan sigap memasak sesuai keinginan Gavin, bahan-bahannya pun sudah di siapkan di dalam kulkas, entah sejak kapan kulkasnya terisi penuh oleh sayur mayur dan buah-buahan.


Naura yang memang sudah jago dalam hal masak memasak dengan mudah menyelesaikan masakannya.


" Tidak enak! ganti! " ucap Gavin setelah mencicipi masakan Naura.


" Gavin, ini sangat lezat. aku pun sudah mencicipi nya dan itu sangat enak. " ucap Naura.


" Aku bilang tidak enak ya tidak enak! lidah mu kan kampungan tidak seperti lidahku yang sangat berkualitas tinggi. "


Naura hanya bisa mendengus kesal dan menuruti perintah Gavin untuk mengulangi memasaknya lagi.


Tidak satu dua kali Naura terus mengulangi masakan nya, sepertinya ini memang disengaja oleh Gavin yang ingin mengerjai Naura. Hingga yang ke lima kali, masakan Naura baru sesuai keinginan Gavin, padahal menurut Naura rasanya tidak jauh berbeda dari masakan sebelumnya.


" Suapi aku! " titah Gavin.


" Apa kau tidak punya tangan! " seru Naura.


" Yasudah kalo tidak mau. " acam Gavin.


" Iya.. iya.. " Naura dengan kesal menyuapi bayi tua tak berperasaan.


Kegiatan mereka terhenti ketika mendengar suara pintu terbuka dengan kasar. "


Flashback off.


*


*


*


Jangan lupa Vote!


mau lagi??? Vote yang banyak!!


Bye.. bye

__ADS_1


__ADS_2