
Kedatangan Naura dan Jia menjadi pusat perhatian semua orang yang sudah hadir di pesta kecil Milly.
Gavin membulatkan kedua bola matanya saat melihat kecantikan Naura yang luar biasa. Tapi keterkejutannya hilang seiringan saat melihat punggung Naura terekspos. Kekaguman berubah menjadi amarah, tangannya terkepal kuat.
" Berani sekali dia mengumbar tubuhnya. "
Naura sadar jika Gavin menatapnya dengan tajam seolah akan menguliti tubuhnya. Tapj Naura berusaha acuh, tak mau memperdulikan nya.
" Kak Naura.. kau cantik sekali.. " ucap Milly yang sudah menyambut kedatangan Jia dan Naura.
" Kau bisa saja. "
" Kau tidak hanya cantik, tapi kau juga terlihat sexy.. " Milly.
" Tentu saja sayang.. Kau juga sangat cantik Milly. " Jia membelai wajah Milly. " Bagaimana keadaan mu dan cucu Oji? " Jia mengelus perut Milly yang masih rata.
" Akh baik mom, " Milly memeluk Jia. " Aku merindukan mommy.. "
Jia membalas pelukan putri tersayangnya. " Hey.. berhentilah manja, sebentar lagi kau akan menjadi seorang ibu. "
" Iikk mommy.. bagaimana pun aku akan menjadi putri mommy.. dan selamanya akan manja pada mom and Dad. "
" Kau ini! " Jia mencubit kecil hidung Milly. " Dimana Sean? "
" Sedang berkumpul dengan Daddy dan lainnya. " ucap Milly dengan menunjuk tempat dimana para tetua sedang berbincang.
" Yasudah mommy ke sana dulu ya.. "
" Iya mom. " jawab Milly. " Kak.. kita berkumpul di sana saja, akan aku kenalkan dengan teman-teman ku. "
" Aku sudah mengenal mereka. " seru Naura yang sudah melihat beberapa teman Milly.
" Bagaimana kau bisa mengenal mereka? "
" Ck, mereka anak-anak nakal yang suka membawamu kabur kan? "
" Hehe.. iya.. "
Naura pun mengikuti Milly dan bergabung bersama teman Milly.
Naura yang melihat Elia yang sedang duduk sendiri sambil bermain ponselnya menghampiri nya.
__ADS_1
" Elia.. kenapa kau duduk di sini sendiri? " Naura mendaratkan tubuhnya di samping Elia.
" Aku lebih nyaman sendiri. " ucap Elia sembari memperbaiki letak kacamata tebalnya.
" Kenapa? mereka sangat baik dan ramah, kau tidak usah merasa canggung. " jelas Naura.
" Iya aku tau, tapi aku lebih nyaman disini. jika kau mau bergabung dengan mereka kau bisa pergi, aku tidak apa sendiri di sini. " Elia.
" Yasudah, tapi jika kau bosan, kau bisa memanggil ku. "
Naura beranjak berniat kembali bergabung bersama Milly, tapi langkahnya terhenti saat berpapasan dengan seorang pria berbadan kelar.
" Maaf " ucap pria itu yang bukan lain adalah Mike. Mike tidak sengaja menyenggol bahu Naura.
" Tidak apa. " ucap Naura seraya berjalan kembali. Namun langkahnya terhenti saat mengingat ucapan Jia. Naura pun berbalik dan memberanikan diri untuk bertanya pada Mike.
" Ehem.. kau siapa? aku baru saja melihat mu? " Naura.
Mike ikut berbalik, hingga kini mereka berhadapan. " Aku Mike. kaka Mario. " Mike mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Naura.
Naura menyambut uluran Mike. " Naura. " ucap Naura, ekor matanya memperhatikan pergerakan Gavin yang duduk lumayan jauh dari mereka.
" Aku tidak melihat kau di pernikahan Milly dan Mario. " Naura memulai rencananya dengan bantuan Mike. Meski tanpa persetujuan Mike.
" Oh.. bisnis apa yang Anda jalani? " Naura.
Mike memicingkan sebelah alisnya saat Naura bertanya padanya tapi kedua matanya melihat ke arah lain. " Maaf.. aku ingin ke toilet. permisi. "
Naura mendegus kesal " Dasar pria sombong! "
" Aakkkhh... " pekik Naura saat lengannya di tarik. " Gavin!! lepas. "
Gavin membawa Naura keluar dari mansion Mario, dia tidak memperdulikan Naura yang terus merengek kesakitan akibat cengkraman nya.
" Dasar wanita murahan!! " seru Gavin dengan wajah yang sangat mengerikan.
Kali ini Naura menyadari perkataan Jia, dan melihat adanya api cemburu menyelimuti Gavin saat melihat dirinya berdekatan dengan pria lain.
" Gavin lepas! "
Bukannya di lepas, Gavin semakin erat mencengkram lengan Naura dan menghempaskan Naura ke dalam mobil.
__ADS_1
Di dalam mobil, Gavin masih terdiam tapi tidak dengan mimik wajahnya yang begitu merah padam menahan amarahnya.
" Kau itu kenapa sih? " pancing Naura.
" Kenapa kau tidak menuruti ku! kau menggantikan gaun pilihan ku! "
" Kata mommy ini lebih bagus. " jelasnya.
" Cih, kau terlihat seperti wanita penggoda! "
" Apa! jaga ucapan mu Gavin! "
" Memang benar kan? kau sengaja memakai gaun sexy untuk merayu pria lain! " Gavin.
" Tidak! aku tidak berniat merayu pria mana pun. "
" Lalu apa tadi yang aku liat! hah!! " teriak Gavin yang sudah tersulut emosi.
Kali ini Naura sangat tenang menghadapi Gavin, " Apa kau cemburu? " tanya Naura dengan wajah yang di condongkan ke arah Gavin.
" Cih! mana ada aku cemburu pada mu! " elaknya.
" Kalau bukan cemburu lalu apa namanya? marah-marah tidak jelas! "
Gavin di buat gugup dengan ucapan Naura, secepat mungkin dia harus memutar otaknya agar mempunyai jawaban yang tepat. " Aku.. aku hanya --- "
" Alahhh... akui saja jika kau itu cemburu. " Naura berkata dengan nada remeh.
Gavin melirik sebentar ke arah Naura, Gavin di buat tidak bisa berkata, apalagi mengelak ucapan Naura.
Melihat Gavin hanya diam, membuat Naura tersenyum bahagia. Rencana sederhana itu cukup berhasil meyakinkan dirinya bahwa Gavin sebenarnya menyukainya. Meski tidak mendengar langsung dari mulut Gavin yang mengakui perasaannya.
Naura akan berusaha mempertahankan pernikahannya ini, yang sempat berfikir akan mengakhiri kapan saja saat dirinya sudah tidak tahan dengan sikap Gavin.
Walaupun cinta di hatinya belum tumbuh besar, Naura akan berusaha memupuknya dan menunggu Gavin mengatakan perasaannya.
" Thanks mommy.. aku percaya pada ucapan mu."
*
*
__ADS_1
*
Bye.. bye..