Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Ciuman mendadak


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu dari kejadian dimana Mike menawarkan hal konyol pada Elia, yang langsung di tolak mentah-mentah sang istri.


Mike pun di buat klimpungan sendiri saat sedang berada di apartemen bersama Elia. Entah kenapa tubuh Elia selalu menarik perhatiannya, selalu terlihat sexy di matanya, padahal Elia berpakaian biasa tidak terlalu mengumbar kemolekan tubuhnya.


Di kantor, saat bekerja pun pikiran Mike hanya Elia, Elia dan Elia... oh sungguh Mike seperti nya sudah gila.


Semenjak menarik perhatiannya, Mike menyuruh beberapa pengawal untuk selalu mengawasi kegiatan Elia setiap harinya. Mike selalu saja ingin tau apa yang di lakukan Elia setiap detik, menit, ataupun jam.


*


Hari ini, Elia diminta oleh Dinda untuk berkunjung ke mansion. Elia pun dengan senang hati segera menuju ke mansion.


Di mansion sudah ada Dinda dan Milly menyambut kedatangan Elia, menantu baru keluarga Yamazaki.


" Hai Elia apa kabar? " Milly terlebih dahulu menyapa Elia, tidak lupa kedua wanita itu memberikan ciuman pipi kanan dan pipi kiri. Bergantian dengan Dinda.


" Bagaimana kabar mu sayang.. apa Mike merepotkan mu? " tanya Dinda.


" Tidak sama sekali Bunda. " jawab Elia. Elia mengusap perut Milly. " Bagaimana kandungan mu? " tanya Elia.


" Putra ku sangat baik, aku baru saja memeriksakannya tadi pagi bersama Mario. " jawab Milly.


" Syukurlah.. apa keponakan ku ini seorang Boy? " tanya Elia.


" Iya.. dan Mario sangat senang sekali.. " jawab Milly mengenai jenis kelamin putranya yang belum lama dia tahu dari dokter kandungannya.


" Aku turut bahagia Milly. " ucap Elia.


" Terimakasih.. kau juga harus segera menyusul ku, agar kita bisa bermain bersama anak-anak kita nanti. " Milly.


" Uhuk.. uhuk.. " Elia tersedak air liurnya sendiri mendengar ucapan Milly. Bagaimana mungkin, ia memiliki anak dengan Mike? tidur bersama juga tidak!


" Kau kenapa? " tanya Milly. " Minumlah.. " Milly memberikan segelas air untuk Elia.


" Terimakasih." Elia menerima dan langsung menenggak habis minuman itu.

__ADS_1


Dinda pun tak mau kalah, meminta Elia untuk segera memberikan cucu. Elia menghabiskan waktu cukup lama bercengkrama dengan Dinda dan Milly.


Setelah itu, Elia yang akan pulang ke apartemen mengurungkan niatnya karena menerima sebuah pesan dari Ricard yang memintanya untuk bertemu di sebuah cafe.


Semua kegiatan Elia tak luput dari pantauan anak buah Gin yang di tugaskan untuk mengawal Elia dari kejauhan. Namun Gin belum sempat menginfokan kegiatan Elia saat berada di mansion, karena Mike masih sibuk di ruang meeting.


*


Elia bertemu dengan Ricard di cafe yang sudah menjadi langganan anak motor cross. Ricard sempat tekjub dengan penampilan Elia.


" Hey.. Ara kau cantik sekali.. " puji Ricard pada penampilan Elia yang menggunakan mini dress dipadukan dengan sepatu heels membuat Elia semakin cantik. Apalagi dengan tatanan rambut yang sengaja dia curly bagian ujungnya, menambah kecantikannya.


" Kau bisa saja memuji ku. " Elia dan Ricard saling menyapa dengan membenturkan kepalan tangan mereka, meski Elia berpenampilan sangat feminim sekalipun.


" Kau terlihat sangat berbeda, seperti bukan Ara yang ku kenal. " ujar Ricard.


Elia terkekeh. " Aku tadi berkunjung ke tempat ibu mertuaku sebelum kesini. " jelas Elia.


" Oo.. " mulut Ricard membulat.


" Pekan depan akan di adakan lomba buat para pemula, mungkin kau akan tertarik. " Ricard menyerahkan selembar formulir untuk Elia.


" Wah.. terimakasih banyak Ricard, kau sungguh mengerti keinginan ku. " Elia menerima kertas itu dengan wajah berbinar.


Mereka berdua melanjutkan obrolannya, membahas apa saja mengenai perlombaan itu.


*


Di tempat lain, Mike yang baru saja keluar dari ruang meeting langsung bertanya tentang Elia pada Gin.


" Gin, bagaimana dengan kucing liar ku? " ucap Mike. yah, Mike menamai Elia dengan sebutan kucing liar, sebutan yang pas untuk Elia, menurut Mike.


" Ini tuan. " Gin menyerahkan foto kegiatan Elia selama Mike meeting.


Mike melihat foto Elia yang sedang bertemu dengan Ricard. Di foto itu, Elia terlihat tersenyum bahagia bersama Ricard.

__ADS_1


Dan betapa geramnya Mike melihat penampilan Elia yang begitu cantik. Mike meremmas tumpukan foto itu, bisa-bisanya Elia berpenampilan cantik untuk bertemu dengan pria lain.


" Damn!! " Mike melempar kepalan foto itu ke sembarang.


Kilat kabut amarah terlihat jelas di manik pria itu. Dengan cepat ia ingin menyusul dimana Elia berada.


Gin yang tidak mengerti penyebab kemarahan Mike hanya diam. Karena setau Gin, wanita yang di cintai bosnya itu adalah Milly.


Butuh waktu dua puluh lima menit untuk Mike sampai di tempat itu. Dilihat nya Elia masih asik mengobrol dengan Ricard. Dengan langkah yang lebar dan wajah yang begitu datar Mike menghampiri Elia.


Saat sudah berdiri di hadapan Elia, Mike menarik Elia hingga berdiri dari duduknya. Elia sangat terkejut melihat Mike berada di tempat yang sama.


" Mike... " Elia.


Dengan cepat Mike menarik tengkuk Elia, membenamkan bibirnya di bibir Elia yang mungil itu. Elia sangat terkejut mendapat ciuman tiba-tiba dari Mike.


Satu tangannya meraih pinggang Elia dan sedikit mengangkatnya agar Mike dengan leluasa menggapai bibir Elia. Mike seakan menunjukan pada dunia bahwa Elia hanya miliknya, terutama pada lelaki yang sedang bersama Elia.


Elia milik ku!


Kegiatan yang romantis itu menjadi pusat perhatian para pengunjung cafe. Elia terpaku dalam diam, wanita itu masih sangat syok dengan kelakuan Mike hingga tak berkutik sedikit pun.


*


Woyyyy... main sosor aja lo Mike!!


*


Up ke dua hari ini.


Jangan lupa berikan dukungan kalian


Like. komen. Vote.


Bye.. bye..

__ADS_1


__ADS_2