Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Kisah cinta Putri


__ADS_3

Milly duduk termenung di atas balkon kamarnya." Hubby.. aku merindukan mu.. " lirih Milly.


" Milly.. " Putri menghampiri Milly membawa makan siangnya. " Makanlah dulu. " Putri meletakan nampan itu.


" Terimakasih Putri, tapi aku belum lapar. " Milly.


" Aku taruh disini, jika kau lapar, kau bisa langsung memakannya. " Putri.


" Kau mau kemana? " tanya Milly yang melihat Putri hendak melangkah meninggalkannya.


" Aku akan kembali ke kamar ku. "


" Tidak bisakah kau temani aku. " Milly.


" Baiklah, " Putri pun duduk di samping Milly.


" Sudah berapa lama kau tinggal disini, apa kau tidak ingin keluar dari tempat ini. " tanya Milly.


" Aku sudah cukup lama, sudah 10 tahun lebih aku tinggal disini.


" Selama itu? " Milly.


" Hem, "


" Apa yang membuatmu bertahan di tempat mengerikan ini? "Milly.


" Seseorang yang kucintai. " jawab Putri.


Milly membulatkan kedua matanya, " Kau mencintai si kingkong itu? "


Putri tersenyum, " Bukan dia pria yang kucintai, tapi pria lain. "


" Apa dia Gin? "


Putri menggelengkan kepalanya. " Dia tidak ada disini, "


" Kau itu aneh sekali, dia tidak disini tapi kau masih menunggunya, kenapa kau tidak mengejarnya saja. " seru Milly.


" Dia tidak pernah mau melihat ku. " ucap Putri dengan wajah yang penuh kekecewaan.


" Kau harus semangat, seperti aku. " Milly memberikan dukungannya.


" Sudah terlambat, dia sudah menikah. " lirih Putri.


" Oppss.. Sorry, aku tidak tau. " Milly meminta maaf karena telah membuka luka yang ada di hati Putri.


" Tidak apa, " Putri memperlihatkan senyum getirnya. Putri berusaha terlihat baik baik saja, namun hatinya terasa perih mengingat pria yang sangat di cintainya sudah bersanding dengan wanita lain.


" Kau harus move on, bukan hanya dia pria yang ada di dunia ini, kau pasti akan mendapat pria lebih baik darinya. " ucap Milly.


" Mungkin, tapi tetap saja aku iri dengan gadis itu yang bisa mendapatkan cintanya. Bertahun tahun aku menunggunya, mengharapkan cintanya, tapi semua menjadi sia sia karena kemunculan gadis itu. " Putri.


Milly masih menjadi pendengar setia. Terlihat jelas di wajah Putri ada rasa kecewa sekaligus amarah yang terpancar.


" Kau tau? aku bahkan rela menjadi jallang untuknya, tapi dia sama sekali tidak melihat ku, melirik pun tidak. Dia lebih memilih wanita lain dari pada aku. " Putri sejenak mengambil nafasnya dalam sebelum melanjutkan kisah cintanya.


" Dan yang paling menyakitkan dia menjatuhkan hati nya untuk seorang gadis yang belum lama ia kenal. Bahkan aku tidak pernah menyangka jika dia memiliki rasa cinta, selama aku mengenalnya dia tidak pernah mengenal apa itu cinta. "

__ADS_1


" Ironis sekali! " Putri.


" Kau mengenal gadis itu? " Milly.


" Tidak, mereka tidak tinggal di negeri ini. " Putri.


" Lalu bagaimana kau bisa tau? "


" Aku mempunyai orang kepercayaan yang ikut dengannya. "


" Oh... Kau harus bersabar dan kuatkan hati mu, cinta memang tak harus memiliki. Relakan dia.. " Milly.


" Ck, kau bisa bicara seperti itu karena kau tidak pernah merasakannya. "


Milly menyengirkan giginya. " Suami ku adalah cinta pertama ku, kami saling mencintai. "


" Baguslah.. " Putri.


" Lebih baik kau habiskan makanan mu, aku akan pergi.. jika kau butuh sesuatu, kau bisa ke kamar ku. " ucap Putri seraya beranjak dari duduknya.


" Baik, terimakasih. " Milly menatap kepergian Putri hingga menghilang di balik pintu kamarnya.


" Kasian sekali dia.. " gumam Milly.


***


Malam harinya, Milly yang merasa bosan keluar dari kamarnya dan berniat mencari Putri.


Milly mencari letak kamar Putri, " Dimana kamarnya.. " gumam Milly sembari menyelusuri setiap ruangan.


" Putri... Putri... " panggil Milly.


Tanpa ragu Milly membuka pintunya, betapa terkejutnya Milly melihat isi ruangan itu, " Astaga.. tempat apa ini? " Sekujur tubuh Milly bergetar melihat berbagai macam pistol memenuhi ruangan itu, tidak sedikit juga beda tajam terpajang di dinding ruangan itu.


" Sedang apa kau! "


" Aaakkhhhh.... " pekik Milly.


" Sedang apa kau disini, " Mike.


Milly memelehatikan Mike dari atas sampai kebawah lalu bergidik ngeri, " Sebenarnya siapa dia? apa dia seorang penjahat.. " batin Milly.


" Apa kau tidak dengar, "


" Aa... aku mencari Putri.. " ucap Milly terbata.


" Putri pergi ke mansion utama. Sebaiknya kau tidak berada di sini. " Mike pun melangkah keluar ruangan itu. "


Milly yang masih penasaran, tidak sungkan untuk bertanya apa yang ada di pikiran nya melupakan rasa takut yang sempat melintas di otaknya.


" Semua benda itu milik siapa? " Milly masih setia mengekori Mike.


" Aku. "


Milly menutup mulutnya yang menganga tak percaya dengan telapak tangannya, " Sungguh? "


Mike diam, tidak menjawabnya.

__ADS_1


" Kau seorang anggota militer? " Milly masih berfikir positif jika Mike adalah anggota militer seperti Arnaf yang mempunyai pistol.


Mike terkekeh, namun tak menghentikan langkahnya. " Bukan! "


" Bukannya, tapi kenapa banyak sekali pistol, ka Arnaf saja tidak memiliki pistol sebanyak itu. " batin Milly.


" Kau seorang penjahat?


gengster?


mafia?


atau psychopath? " tanya Milly tanpa jeda.


" Semuanya.. " jawab Mike.


Milly menghentikan langkahnya setelah mendengar jawaban Mike. " Aakkhhh... astaga.. aku tidak pernah menyangka akan bertemu dengan orang seperti mu. "


Mike menghentikan langkahnya lalu membalikan badannya, " Kau takut pada ku? "


Milly diam.


Mike maju selangkah, Milly pun ikut mundur satu langkah.


" Aaap... apa yang kau lakukan... " Milly terus menerus memundurkan langkahnya ketika Mike semakin mendekat dan menyudutkan nya di dinding.


" Semua yang kau katakan itu benar, tapi aku bukan Psychopath.. "


Milly menelan salivanya, mendorong tubuh Mike agar menjauh dan kembali menegakkan tubuhnya lalu memasang wajah angkuh nya. " Aku tidak takut dengan mu! "


Mike terkekeh, " Kau tidak takut pada ku tapi keringat dingin mu bercucuran. "


Milly terkesiap lalu membasuh keringatnya dengan punggung tangannya.


" Kau tidak perlu takut dengan ku, meski aku seorang penjahat, gengster, mafia seperti yang kau sebutkan tadi, tapi jangan lupa aku ini penjahat yang tampan. " Mike tergelak.


" Cih, sangat narsis! "


" Tapi kenyataan nya memang aku sangat tampan. " Mike mengelus rahangnya dan mengedipkan sebelah matanya.


" Suamiku lebih tampan! tidak seperti mu! " seru Milly.


" Tapi suami mu sangat lemah, tidak seperti ku yang sangat gagah, " Mike kembali menyombongkan diri.


" Cih, dasar kingkong! " ucap Milly sembari menghentakan satu kakinya lalu pergi meninggalkan Mike.


Tawa Mike kembali mengisi seluruh sudut ruang, " Sungguh menggemaskan, "


*


*


*


Jangan lupa Vote.. vote.. vote...


Karena Vote kalian membuat Author semangat up.

__ADS_1


Bye.. bye..


__ADS_2