
Hari pernikahan Gavin dan Naura pun tiba. Naura terlihat begitu cantik dengan balutan gaun dengan ekor yang lumayan panjang, disampingnya Gavin sudah berdiri dengan gagah. Pasangan pengantin baru itu tersenyum lebar menyambut para tamu undangan.
Setelah mengucapkan ikrar suci pagi tadi di kediaman keluarga Nugroho. Malam harinya mereka merayakan pesta pernikahan itu,yang di gelar sangat mewah di hotel bintang lima milik keluarga Nugroho. Beribu tamu undangan hadir untuk mengucapkan selamat pada Gavin dan Naura.
Milly dan Mario tidak kalah menjadi pusat perhatian banyak tamu undangan. Milly terlihat sangat cantik dengan mengenakan gaun yang begitu indah, Milly berjalan bergandengan dengan Mario yang tak kalah tampan.
Keluarga besar Nugroho dan Mahess terlihat sangat bahagia. Begitu pun Rafi, dia merasa lega jika adik perempuan sudah ada yang bisa diandalkan untuk menjaganya.
" Sayang, kau terlihat sangat cantik malam ini. " bisik Mario tepat di telinga Milly dengan satu lengannya melingkar si pinggang Milly dengan posesif.
" Jadi hanya malam ini saja aku terlihat cantik? " cibir Milly.
" Kau selalu cantik, tapi malam ini kau semakin cantik dan... sexy.. " rayunya dengan suara yang begitu parau.
Milly tersenyum, " Terimakasih hubby, kau juga sangat tampan dan gagah. " puji Milly.
Mario dan Milly semakin hari semakin lengket, Milly sudah memaafkan Mario tentang masalah Putri. Milly percaya jika Mario mengatakan yang sebenarnya.
Kemesraan Milly dan Mario menjadi pusat perhatian orang di sekitarnya. Mereka sangat iri dengan pasangan itu yang selalu romantis dan serasi.
Tidak seperti pasangan yang baru saja menikah, yang sedang berdiri di pelaminan. Semua orang yang melihatnya berfikir jika pasangan pengantin baru itu terlihat sangat bahagia. Tapi pada kenyataannya berbanding balik. Seperti saat ini, mereka sedang berdebat hanya masalah sepele.
" Gavin, apa acara ini masih lama? " tanya Naura, senyum di bibirnya tak pernah pudar menghiasi wajahnya.
" Dua jam lagi. " seru Gavin, dia pun sama selalu menampilkan senyuman manisnya yang di pamerkan pada tamu undangan.
" Lama sekali! kaki ku sudah pegal, apalagi aku memakai heels lumayan tinggi. " gerutu Naura yang sudah tidak tahan lagi merasa pegal di kakinya.
" Cih! kampungan! memakai sepatu seperti itu saja sudah mengeluh. " Gavin.
" Aku sudah berdiri cukup lama, wajar saja kaki ku terasa pegal. " Naura tak hentinya mengeluh. " Apa aku boleh duduk sebentar? "
" Masih banyak tamu, kau akan meninggalkan ku berdiri di sini sendirian, tidak bisa! tahanlah sebentar! " seru Gavin.
" Tapi nanti kau harus memijat kaki ku ya. "
" Enak saja. memangnya aku tidak ada kerjaan. " Gavin.
" Nasib sial ku menikah dengan pria menyebalkan seperti mu. "
Percakapan mereka terhenti saat kedatangan Kendra dan Cecilia, kekasih Kendra.
" Wahh... kak sesil kau datang di acara pernikahan ku? " pekik Naura yang melihat kedatangan artis papan atas, Cecilia Douglas. Putri dari aktor tampan yang terkenal pada masanya, Alex Juna Douglas sahabat baik dari Jiandra.
Sesil tersenyum, " Selamat ya atas pernikahan kalian, semoga kalian bahagia dan cepat di berikan momongan. "
__ADS_1
" Terimakasih. "
" Selamat ya Vin, semoga kalian bahagia. "
" Thanks bro. " mereka bersalaman ala pria dewasa.
" Selamat ya Naura.. " ucap Kendra pada pengantin wanita.
" Oh iya, dimana Aunty Jia, aku tidak melihatnya. " tanya Kendra.
" Tadi ada disini, mungkin sedang menyapa para kolega Daddy. " ucap Gavin.
Kendra dan Cecilia pun undur diri dari pelaminan dan menikmati beberapa hidangan yang tersedia.
Sedangkan di tempat lain, pasangan yang tidak lagi muda sedang berjalan menuju kamar VVIP.
" Kapten, kenapa mengajak ku kesini. " Jia merasa heran dengan suaminya itu, bukannya menyapa para tamu undangan yang masih berdatangan, malah pergi begitu saja.
" Kita ke sini sebentar, " ucap Brian dengan seringai nakalnya.
" Kau mesan sebuah kamar? " pekik Jia saat melihat Brian membuka sebuah kamar VVIP. " Untuk apa? "
" Tentu saja untuk bersenang-senang. " jawabnya sembari tersenyum penuh arti.
Brian menghela nafasnya dalam. " Aku masih sangat kuat walau tidak lagi muda. " elaknya.
" Tapi kapten... "
" Sayang.. jangan menolaknya. melihat mu malam ini yang sangat cantik membuat ku bergairah. "
" Cih! tidak ingat Umur! " seru Jia.
" Ayolah sayang.. " Brian menarik Jia untuk segera ke ranjang nya.
" Oke.. oke.. tapi jangan seperti kemarin ya, di jepit tiga menit langsung crit... " Jia tergelak.
" Kau ini! kali ini aku sangat kuat. "
Dan akhirnya pasangan tidak lagi muda itu melewati malam romantis nya.
*
" Hubby... "
" Iya sayang.. "
__ADS_1
" Aku sangat lelah, aku ingin istirahat. " ucap Milly yang merasa tidak enak badan.
Mario melihat wajah Milly yang pucat dan keringat bercucuran di dahinya. " Apa kau sakit? " ucap Mario cemas.
" Aku hanya ingin istirahat. "
" Apa kita ke dokter saja. "
" Tidak usah, aku hanya ingin rebahan, kaki ku pegal sekali. " keluh Milly.
" Kita menginap di sini saja, aku akan memesankan sebuah kamar. "
" Terserah kau saja. "
" Baiklah.. " Mereka berdua pun meninggalkan pesta itu sebelum selesai.
" Mau aku gendong? " tanya Mario saat keluar dari lift.
" Apa aku tidak berat? "
" Tentu saja tidak. " Mario dengan cepat menggendong Milly ala bridal style menuju kamar yang sudah ia pesan.
" Sayang, apa istirahat mu akan lama atau cuma sebentar? " tanya Mario.
" Kenapa memang? " tanya Milly dengan heran.
" Tidak apa, aku cuma.. " ucap Mario terhenti, seringai wajahnya sudah bisa di tebak oleh Milly jika suaminya itu menginginkan hal itu.
" Kau ini! " Milly memukul bahu Mario.
Mario tergelak sembari menaik turunkan kedua alisnya.
*
Ini yang mau malam pertama siapa? yang mesra mesraan siapa? Haduuhhhh... 🤣🤣
*
Part di atas tidak menjiplak atau terinspirasi novel sebelah.. pembaca cermat di lihat dulu tanggal rilisnya. 🙏🙏
Jangan lupa vote!
VOTE yang banyak.
Bye.. bye..
__ADS_1