
" Kau terlalu mengkhayal Naura. " seru Gavin.
" Kau tidak percaya ya sudah! "
" Bagaimana aku percaya, kau saja selalu menutupi nya, aku tidak tau kebenaran nya jika kau tidak membuktikannya. " jelas Gavin.
" Membuktikan? "
" Hem.. " Gavin mengangguk-anggukan kepalanya, wajahnya di buat secuek mungkin, padahal dalam hati dia sangat berharap jika Naura melakukan apa yang dia ingin kan.
" Ah tidak mau! " Tolak Naura, dia tidak ingin tubuh telanjangnya di lihat oleh Gavin.
" Pembohongan! " seru Gavin. " Sebaiknya jangan berangan terlalu tinggi nanti kau bisa gila karena tidak bisa menyamakan dengan idolamu itu. "
Naura mulai terpancing lagi oleh perkataan Gavin. " Aku bukan pembohongan! dan aku tidak akan gila, karena aku memang mempunyai semua yang aku katakan itu. "
" Diamlah jika tidak bisa memberikan bukti. "
Naura nampak bimbang, apa dirinya akan memperlihatkan tubuh indahnya atau tidak, untuk membuktikan bahwa apa yang dikatakan nya itu benar.
" Tapi janji, kau hanya melihatnya tidak melakukan apapun terhadap ku. " ucap Naura. Dia pikir apa salahnya jika memperlihatkan pada suaminya sendiri.
Gavin yang mendengar ucapan Naura sedikit terkejut, dia pun menghentikan kegiatannya yang sedang berselancar di dunia maya.
Gavin hanya mengangguk mengiyakan permintaan Naura. Jantung nya berdebar sangat cepat, seolah tidak sabar melihat semuanya. Tatapan tak teralihkan ke arah Naura.
Naura dengan ragu membuka satu persatu piyama tidurnya. " Kau lihat kan, tubuhku memang seperti Alexandra Daddario. " ucap Naura, tidak lupa tangannya menyentuh buah dadanya dan bokongnya seraya menunjukkannya pada Gavin.
Gavin terperangah melihat betapa sexynya tubuh Naura. " Ternyata dia tidak berbohong. " batin Gavin yang mengagumi ke indahan tubuh Naura yang memang benar hampir mirip seperti tubuh idolanya.
" Kau percayakan! " seru Naura kemudian dia segera mengambil piyama tidurnya untuk di pakaiannya kembali.
Gavin yang sadar jika Naura akan memakai piyamanya, dengan segera menghentikannya. " Tunggu, aku belum jelas melihatnya, jadi aku belum bisa memastikan jika perkataan mu itu benar. "
" Apa matamu itu rabun, sampai tidak bisa melihat ku! " seru Naura.
" Kau terlalu jauh dari ku, aku tidak bisa melihat dengan jelas. " ucap Gavin.
" Ck, apa kau sengaja mengerjai ku. " ucap Naura dengan tatapan penuh selidik.
" Cih! yasudahlah jika kau tidak percaya. " Gavin kembali menatap layar ponselnya.
__ADS_1
" Janji ya hanya melihat. " Naura perlahan mendekat ke arah Gavin.
Gavin tertegun melihat tubuh Naura yang sudah ada di depannya, kedua matanya berusaha tidak berkedip, sangat disayangkan jika memejamkan matanya walau hanya satu detik.
" Kau percayakan! "
Tanpa sadar Gavin menganggukkan kepalanya.
" Sudahkan! " Naura pun berbalik untuk memakai pakaiannya lagi. Tapi tubuhnya tertahan saat Gavin mencengkram lengannya dan menariknya hingga terjatuh di atas ranjang.
Gavin meninndih tubuh Naura, gairahnya sudah tak tertahankan lagi ingin segera di luapkan.
" Gavin Kau! "
Gavin hanya diam, tatapan nya fokus ke arah bibir Naura.
" Gavin lepas! kau berjanji hanya melihatnya tidak menyentuh ku. " seru Naura.
" Apa kau takut pada ku! " tantang Gavin.
" Tidak! siapa yang takut pada mu! " ucap Naura dengan kedua matanya yang melotot. " Cepat lepaskan! " Naura meronta untuk terlepas dari kungkungan tubuh Gavin.
" Sudahlah, kau memang takut melakukan hal berbau dewasa, kau masih kekanakan! " Gavin menjatuhkan diri di samping Naura.
Gavin menyeringai, " Jadi, apa kau mau melakukannya? "
Naura terdiam, " Tapi.. bukannya hal itu harus di dasari dengan cinta. "
" Bodoh " Gavin menyentil kening Naura. " hal pertama itu karena adanya nafsu. Ah, sudah ku katakan kau memang payah, kekanakan! " ucapan Gavin membuat Naura kesal dan ingin membuktikan jika dirinya itu bukan anak kecil yang tidak tau tentang hubungan orang dewasa.
" Ayo kita lakukan! " ucap Naura.
" Kau yakin? " tanya Gavin untuk memastikan.
Naura mengangguk.
Gavin kembali meninndih tubuh Naura dan memberikan ciuman yang lembut, Naura memejamkan kedua matanya menikmati lummatan yang Gavin berikan.
Tangan Gavin mulai nakal ke sana ke mari merammas buah dada Naura yang sangat waww.
Ciuman Gavin semakin panas, Naura berusaha mengimbangi dan membalas ciuman itu.
__ADS_1
" Ciuman mu sangat buruk. " ucap Gavin di sela ciuman nya.
" Aku tidak seperti mu yang sudah ahli dalam hal ini. " Naura mengerucutkan bibirnya, membuat Gavin tak sabar menikmatinya kembali.
Ciuman Gavin mulai turun ke bawah menari-nari di kulit mulus Naura.
" Kau percaya kan payudaraku indah seper -- "
" Kau cerewet sekali! diamlah, mengganggu suasana saja! "
Naura mendessah ketika Gavin berhasil membuka penutup buah kembarnya dan bermain di sana.
Geleyar yang baru ia rasakan membuat Naura menggeliat tidak karuan. Gavin semakin liar dalam permainannya. Nafas mereka saling memburu menginginkan lebih dan lebih.
Entah sejak kapan mereka mereka berdua sudah menanggalkan pakaiannya.
" Aauuwww sakit Gavin! " pekik Naura ketika Gavin ingin menerobos selaput dara Naura.
" Sedikit lagi, tenanglah. " Gavin mencoba masuk lebih dalam lagi.
" Gavin! perih! " Naura memukul bahu Gavin. " Kau menyakiti ku!! " Naura merancau tidak karuan, kuku-kukunya tidak sadar mencakar punggung Gavin.
Gavin berhenti sejenak, memberikan ketenangan pada Naura dengan menghujani kecupan di wajah Naura.
Gavin memulai permainannya kembali setelah Naura sedikit tenang.
Perlahan Naura sangat menikmati sentuhan Gavin, tatapannya selalu tertuju pada Gavin yang kini ada di atasnya, bermain dengan irama pelan lalu cepat hingga mencapai puncaknya.
Gavin mencium kening Naura sebelum tumbang di samping tubuh Naura.
Gavin membawa tubuh Naura ke dalam dekapan nya. Kegiatan yang sangat melelahkan membuat Naura terlelap dan tertidur di dada bidang Gavin.
" I love you.. " ucap Gavin lalu memberikan kecupan di puncak kepala Naura berkali-kali.
*
*
*
**Vote!
__ADS_1
Bye.. bye**..