Mengejar Cinta CEO

Mengejar Cinta CEO
Membuat Mike kesal


__ADS_3

Elia pulang ke apartemen dengan tangan yang sudah terpenuhi dengan paperbag bertulisan berbagai macam nama brand terkenal. Elia membeli pakaian favorit nya seperti dulu, tak lupa juga ia membeli beberapa dress untuk persiapan jika sewaktu akan berkunjung menemui keluarga nya, terutama Nino yang tidak suka melihat Elia berpakaian barbar.


Setelah sampai di apartemen, Elia segera membereskan barang belanjaannya, menata dengan rapih pakaian barunya kedalam lemari. Kemudian istirahat sebentar untuk melenturkan otot kakinya yang terasa pegal akibat berjalan mengelilingi mall yang sangat lah besar.


Sore harinya Elia sudah bersiap dengan kaos yang melekat di tubuhnya, memperlihatkan dengan jelas lekuk tubuh Elia yang sangat aduhai, di lengkapi dengan celana jeans yang bermotif sobek-sobek di sekitar paha dan lututnya, tidak lupa juga sepatu boots menghiasi kakinya.


Elia pergi menggunakan taxi untuk menuju ke rumah orang tuanya.


Sesampainya di rumah, Dinar sangat terkejut melihat kembali penampilan Elia yang sudah tiga tahun lebih Elia tinggalkan.


" Ara.. " Elia biasa di panggil Ara jika di rumah, panggilan itu sudah sedari kecil ia miliki.


" iya mah.. " Elia.


Dinar meneliti Elia dari atas sampai ke bawah, " Apa ini benar putri mama? "


" Iya mama, ini Ara.. Eliara.. putri mama. " ucap Elia.


Dinar terharu melihat anaknya yang sudah kembali seperti dulu, Dinar yakin jika putrinya itu sudah melupakan kejadian yang buruk, yang membuat putri nya menjadi dingin dan tertutup.


Dinar memeluk Elia dengan erat, " Mama bahagia melihatmu kembali ceria dan bersemangat. " Dinar mengelus rambut Elia.


" Tapi, papa pasti tidak menyukainya.. " lirih Elia.


Dinar mengurai pelukannya. " Jangan pedulikan itu, yang penting kau bisa menemukan kebahagiaan mu dengan caramu sendiri. "


Elia tersenyum. " Iya mah.. " Elia sangat senang mendapat dukungan dari Dinar, sejak dulu hanya Dinar lah yang selalu mendukung keinginannya. Sedangkan Nino menginginkan putrinya menjadi gadis yang lemah lembut baik sikap maupun tutur katanya.


" Oh iya.. mah, Ara kesini mau mengambil motor. " jelas Elia akan maksud dari kedatangan nya. " Masih ada di garasi kan? " tanya Elia.

__ADS_1


Dinar mengangguk.


" Tapi.. please jangan sampai papa tau. " Elia berucap dengan memelas.


" Iya.. sayang. " Dinar.


Elia menatap sepeda motornya dengan tatapan bahagia, motor Ninj* yang selalu menemaninya berpergian kemana pun.


" Hai.. si Merah.. kita bertemu lagi. " ucapnya sembari mengelus motor kesayangan nya itu yang ia juluki si Merah sesuai warna motor nya.


Sebelumnya Elia sudah berpamitan pada Dinar yang akan langsung pergi membawa si Merah.


Elia sudah bersiap menunggangi motor sport nya, sebelum menancapkan gasnya, Elia menghubungi Mike terlebih dahulu, untuk memberitahu jika dirinya akan pulang malam melalui pesan singkat. Bagaimana pun Elia harus berpamitan kepada pria yang sudah resmi menjadi suaminya. Namun hanya rasa kesal yang Elia dapat, karena balasan pesan dari Mike.


Aku tidak peduli!


Saat di perjalanan, Elia melihat mobil yang sering di gunakan oleh Mike di depannya. Ternyata pria yang berstatus menjadi suaminya itu dalam perjalanan pulang.


Dengan cepat Elia menancapkan gasnya untuk menggapai mobil Mike. Tepat di lampu merah mobil Mike berhenti, Elia melirik ke arah jendela mobil, walau tidak begitu jelas bisa melihatnya, Elia yakin jika Mike berada di dalam.


Elia berhenti tepat di depan mobil Mike. Masih ingat akan kekesalannya menerima balasan pesan dari Mike, Elia menarik turunkan gasnya, menimbulkan suara bising, jangan lupakan asap knalpot menumpuk tepat di hadapan mobil Mike.


Mike yang di dalam mobil terlihat geram dengan suara bising dari motor yang ada di depannya dan asap yang berkumpul mengitari mobilnya.


" Shit!!! " umpatnya.


" Berani sekali dia membuatku kesal! " geram Mike di dalam mobil.


" Gin! hajar orang itu! " perintah Mike pada Gin yang sedang duduk di bangku pengemudi.

__ADS_1


Belum sempat turun dari mobil, lampu hijau kembali menyalah membuat Gin mengurungkan niatnya.


Elia menoleh ke arah belakang, memandangi mobil Mike. Sebelum melanjutkan lajunya, Elia mengulurkan tangannya dan mengacungkan jari tengah yang sengaja ia tunjukkan untuk Mike. Seringai di wajah Elia timbul tanpa ada yang bisa melihatnya karena tertutup oleh helmnya.


Mike melebarkan kedua matanya, " Fu*ck!! " umpatnya kesal.


" Gin!! cari tau siapa dia! bawa kehadapan ku secepatnya! " Mike benar-benar tidak terima di hina orang yang tidak di kenalnya.


" Baik tuan. " jawab Gin yang selalu patuh.


Sedangkan motor Elia sudah secepat kilat membelah jalan, meninggalkan mobil Mike di belakang sana.


Elia tertawa lepas, membayangkan wajah Mike ketika sedang marah.


*


Mau up lagi malam ini?


Jangan lupa kasih dukungan kalian


Like. komen. vote.


*


*


*


Bye.. bye..

__ADS_1


__ADS_2